Skip to main content

Life after Tidying-Up: Meal Prep!!

Lol just kidding. This isn't meal prep. This is just repacking bebek ungkep biar praktis tinggal goreng.


Now you have your kitchen tidy and everything has been put in order based on its categories. So you ready for the next step; meal prep!!


Lol. 

Not really.

The truth is.. saya jadi malah makin malas masak karena tidak mau mengganggu keteraturan yang sudah tertata. Hahaha. Ini buruk, sungguh jangan ditiru. But if you do, kalau kalian merasa yang sama, well.. don't be too hard on yourself. Ikuti saja maunya apa. Nanti juga akan ada saatnya di mana kamu merasa, okay this is enough, the heck with it, I'll cook anyway. 


Tapi memang dengan masuk ke dapur yang sekarang lebih rapi dan tertata dengan baik bikin kamu jadi lebih jernih melihat apa yang kamu punya di dapur. Bumbu-bumbu apa yang masih ada, bahan makanan apa saja yang bisa diolah, dan sedikit banyak kamu jadi punya keinginan untuk mengolahnya.


Sore ini saya habiskan waktu menonton video-video youtube tentang meal-prep, dari yang pick up limes (always have always will), yang bule-bule, sampai yang emak-emak Indonesia biasa. (Mama Adeeva tetap tak tergantikan). Saya tonton semua, once again, to professionally do my guilt-free procrastinating, because I should've make my annual meeting presentation.


Mulai dari bumbu dapur, karena itu memang yang paling bikin malas masak --Sebetulnya saya juga sudah mulai bosan satu dua bulan nyaris makan siang dengan Sambal Lalap tiap hari. Cuma ganti menu dari ayam goreng ke ikan goreng. Itupun sambel nya selalu dibuang, kecuali kalau beruntung dapat abang gojek baik yang mau dengerin request saya untuk tidak kasih sambal. Kayaknya bagi mereka aneh aja gitu beli di sambal lalap tapi gak pake sambal, because trust me.. they have the best sambal korek in the world! Bebek slamet aja kalah. Wkwk.-- Anyway, kalau masak... habis masak trus kembali ke laptop dengan tangan bau bawang tu kok ya rasanya agak mengurangi kadar kekhusyukkan. Pasti maunya nonton Garfield habis itu.


Prepping bumbu dapur adalah cara terbaik untuk bisa masak tiap hari. Setidaknya, bisa untuk packing seminggu, dan makan siang setiap hari. Bawang merah dan bawang putih untuk saya sih sudah cukup. Kalau mau ditambah dengan kemiri atau bumbu kuning ya silakan. Yang jelas, minimal berbenah rumah bisa memberimu inspirasi untuk melakukan sesuatu yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. And that's my dear, is how you slowly transform your life, into the ideal version that will meet your vision.


Saya juga jadi lihat lagi cetakan pie yang pernah dibeli. Cetakan dengan kualitas yang bagus, tapi sejak dibeli belum pernah sama sekali dipakai. Berbenah ini menginspirasi saya untuk kembali baking, setelah sekian lama vakum. 


Ini kan mau Ramadan, artinya sebentar lagi lebaran. Walau saya tidak tahu akan seperti apa lebaran kali ini, tapi setidaknya sekali seumur hidup sudah pernah merasakan lebaran sendirian, bangun sendirian, dan bikin kue kering sendiri untuk dimakan sendiri. Pretty sad, huh? I think so. Kalau dilihat lagi ke belakang, Ramadan 2020 itu saya pikir adalah Ramadan terkelam di mana saya jalani sebulan penuh sendirian. Walaupun saya sudah tiga kali melalui Ramadan di rumah ini, tapi paling tidak hanya sampai satu atau dua minggu pertama lalu saya sudah mudik atau kabur ke rumah yang ada orang lain yang masak buat saya. Tapi ternyata, Ramadan 2020 justru memberi saya pelajaran paling berharga, tentang nikmatnya bangun pukul tiga pagi setiap hari berulang kali, masak, dan makan sahur. Saya pun jadi tahu apa fungsinya imsak dari situ.


Imsak itu, rekan-rekan, ternyata bukan untuk kalian berhenti makan karena setelahnya tidak boleh makan lagi. Tapi, fungsi imsak adalah supaya mamak kalian bisa cuci piring kalian, sebelum azan subuh berkumandang. Karena kalau sudah azan, dan itu piring belum dicuci, nanti mamak kalian gak bisa solat sunnah dua rakaat sebelum subuh yang lebih baik dari dunia dan seisinya. Sehabis subuh, mamak pun gak ada waktu untuk cuci piring dulu, karena mau manfaatkan udara subuh untuk baca Quran, pelajari isinya, bahkan menghapal satu-dua ayat. Setelah itu matahari sudah terbit, mamak kau pun pasti ngantuk. Boleh kan tidur sebentar, sebelum nanti bangun dan kerja. 


Itu kalau.. mamak mu kayak aku. 

Pun saya pernah coba menunda cuci piring sehabis sahur, hasilnya selalu piring-piring bekas makan dan masak itu baru dicuci sehabis ashar sebelum masak untuk buka puasa. Serius, memang se ga ada waktu itu.


Waktu lebaran, saya juga bikin kue-kue kering hanya demi menjaga tradisi. Sambil berpikir, mungkin ini satu-satunya waktu yang tepat untuk belajar, biar kalau gagal ya gak ada yang lihat juga. Karena nanti kan saya juga yang akan meneruskan tradisi ini, dan menjadikan rumah bagi setiap yang berpulang untuk kue kering.


And this is how I found out, I really love freshly baked cookies! I think that's when the cookies taste the best, waktu baru dikeluarin dari oven.

***

Although, it's true that tidying-up is not all sparkly and beautiful. Berbenah juga kadang menghadirkan kembali memori-memori yang bikin sesak, yang sudah kamu coba singkirkan sekuat tenaga.

Gak apa ya, kamu nikmati saja semua naik dan turunnya. Nanti juga kamu paham.

***

Pesan-Pesan Membahagiakan

Sore tadi, saya dapat beberapa pesan yang membahagiakan. Kebanyakan adalah konfirmasi dari mereka yang berminat ikut training, dan memutuskan mendaftar. Yang satu datang dari kakak kelas waktu HMI dulu, menawarkan my baby juices untuk bisa lebih dikenal, dan mau dimasukkan ke dalam profil alumni wirausaha. Tentu tidak saya tolak, I know my baby juices aren't perfect, and they're just soo tiny, but.. yeah, why not. Yang satu lagi datang dari teman SMA, yang katanya terinspirasi dari kegiatan saya bebenah kemarin. Obrolan berlanjut dan saya menawarkan diri untuk jadi Marie Kondo nya. 

Marie Kondo versi hulondalo, if I might say, proudly! 



So whatever you guys are doing, right now.. with or without audience, dengan atau tanpa tepukan tangan, dengan atau tanpa publikasi, just.. keep doing as long as it is the right thing to do and you really enjoy doing it.


The world has too many confusing chaos, right now. Sometimes people are yelling, but actually saying nice things. Kita harus bisa mengatur fokus kita sendiri, agar tidak terlalu terbawa untuk mendapat perhatian orang-orang yang sibuk itu. Focus only to please your Master, the one and only God that you talk to every night. Kalau bos yang senang pada kita saja bisa kasih kita promosi dan doubling the salary, kenapa Tuhan tidak bisa. Tuhan jauh lebih bisa dari itu, so start doing things and aim it for the goal to please Him and only Him.

***

Bogor, 20 Januari 2021

Pandemic and tidying-up are a perfect combination of finding your true inner self. First, you found yourself, and then, your mr right will come and find you. Kalau kamunya sendiri juga belum menemukan dirimu sendiri, pas nanti dia sampai, ya masa kalian jadi nyari bareng. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

Archived

Show more