Skip to main content

My 'New Girl' Favorite Punchline





 Trust me, I never laugh harder than this before since 2020 ended.


This is sooo funny. 


***

S1 E23 (when Jess just broke up, lying on the floor being sad)


Winston "Hey Jess, what's this song call?"

Jess (in a weak voice) "The River. Do you like it?" 

Winston "Yea yea, I like it when you put it for the first time at ten o'clock last night. I like it a little bit less at two am. And now I'm kinda hoping that the Sun comes up, toss that river and that woman drowns"

Jess "GET OUT"

(God I laugh soo hard at this one)


***

Season 2, with anger issue

Nick (yelling): "I DON'T HAVE ANGER ISSUE! DO YOU THINK I HAVE ANGER ISSUE?!!!"

Schmidt (with calm voice) "Well, I wouldn't exactly call it issue. An issue is something that can be fix"

(And then the scene plays a flashback of when Nick yelling at the door.

The door says pull, and he pushed it soo hard it wouldn't move

Nick "I HATE DOOORRR!!!"

***

S2 E19, (When Schmidt is crazy about getting over Cece and he obsessed with Lion Fish. Suddenly Cece brought him a Lion Fish while he was sleeping at the hospital because of an accident.

Schmidt wakes up, and see that Lion Fish)

Schmidt "You know what, Winston. I realised something. This isn't about fish. This is about Cece"

Winston: (Poker face, roll eyes, like saying I know)

Schmidt (with a smile on his face, raises the tiny aquarium to his eyes, staring closely to the fish and say..) "I will take it back to the Ocean. This isn't mine. She belongs there in the world, I will let her free"

Schmidt takes the aquarium to the closet...

Winston "Hey, don't.. that's not going to the ocean.."

Schmidt (angry) "Oh you're a city planner now?"


***

Bogor, Masih Januari 7

Ngakak parah ya Allah dari semalem ga berenti. 


Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal