Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Children are not a means to your unfinished ambition

Just because you love a town you send them there to study so you can still have a connection to the town.Or just because you used to dream of becoming a doctor, you push them to be one.
Children are not yours. They’re their own person, with their own mission. You are just a means to their path, one that mutualy benefiting each other. You raised them well and in exchange, every good deeds that they do, are coming back to you. That’s all. As for the dunya part., they are their own man.
You will be forever their parents, older, (supposed to be) wiser, and more experienced. But they also have their own thinking, maybe you won’t listen because what do the kids know, right? But try listen. If you wanna get the mutual respect, you should make them feel heard. Or they walk away forever.

Pada Hari Senin

Pulang ke rumah dengan kepala yang seperti dihujam samurai. Berat dan sakit sekali rasanya apalagi kalau abang gojek ngelewatin gundukan, ngerem aja sakit minta ampun apalagi dia gak ngerem. Saya hanya diam sepanjang jalan istigfhar dan berusaha menikmati pemandangan Bogor sehabis hujan. Kalau ada kubangan, dari jauh saya sudah pasang ancang-ancang, menahan kaki di pijakan dengan lebih kencang setidaknya untuk meredam sedikit hentakan. 
Tetangga seperti biasa sedang duduk di halaman rumahnya saat saya sampai. Menyapa sebentar, membicarakan hal-hal remeh tentang ikan dan harga-harganya, tentang kemajuan jualan ikannya, sedikit tertawa pada topik yang rasanya sangat domestik dan ditutup dengan 'tetangga gue juragan ikan' ujar saya yang dibalas 'tetangga gue juragan juice' katanya.
Saya benar-benar hanya ingin sendirian, berdua dengan pikiran. Tas saya letakkan sembarangan, langsung menyiapkan makan malam yang hanya sebutir alpukat dan tiga sendok gula merah, yang saya ting…

Gara-gara nonton 'A Sliding Doors'

Orang ketiga, perempuan lain yang muncul tiba-tiba, suami yang mendadak dingin tapi alasannya rahasia, anak-anak yang terlanjur dewasa dan mengerti artinya cinta, ikatan yang tidak bisa dilepas tapi dijalani tidak membawa bahagia.. if you think life is easier when you have what you don't have now, think again. 
Ada banyak kerumitan yang terjadi ketika seseorang memilih untuk berumah tangga, pun sama, banyak juga kerumitan yang ada bagi seseorang yang masih terus menerus sendirian. Dua-duanya punya level kesulitan dan tantangan berbeda tapi pasti selalu ada. Jadi berhentilah berpikir bahwa hidup akan lebih indah besok ketika sudah menikah, atau besok ketika sudah punya anak. Hidup itu selalu indah mulai dari sekarang, dengan atau tanpa keinginan yang terwujud itu. 
Asal kita selalu terhindar dari perbuatan buruk yang Allah tidak senangi. Seperti memakan bangkai teman sendiri --alias ghibah-- kemarin ya saya habis ditraktir makan sama teman, yang dengan antusias dari malam secara per…

October in Bogor

Sebuah kutipan dari Bude Sumiati dua hari lalu, Bude Sumiati yang selalu jenaka menggelitik nan hadeh. Katanya.. "sedang menguatkan diri tuk mau jatuh cinta lagi" yang langsung saya quote tweet pakai emoticon terbahak. Tidak lama kemudian menyusul sebuah mention dari kawan SMA saya, berkata "why is this reminds me of you.." sambil tertawa. 

***
Oktober --baru saya sadari-- ternyata banyak sekali mengandung permulaan. Misalnya, ini adalah Bulan saya di wisuda, lima tahun yang lalu. Tepatnya 22 Oktober 2015 dan saya masih ingat betul kecemasan saat itu tentang jenis karir seperti apa yang hendak saya tempuh. Saya ingin yang bisa jalan-jalan, tapi juga memperjuangkan lingkungan, tapi tidak terlalu konservatif hingga tertutup pikirannya melulu tentang perlindungan. Dijawab tunai oleh Allah di bulan berikutnya, November, tanggal 3 saya bertolak ke Pangkalan Bun oleh ajakan seorang rekan yang baik sekali, dan on the fifth of November, saya masih ingat betapa mangkelnya ke…

A Wednesday

I don't feel like 'live' today. Tidak biasanya, padahal kalau sehari sebelum sesi online, saya sangat semangat mempersiapkan ini dan itu, mencatat setiap detil yg harus saya sampaikan supaya tidak ada yang terlewat. Sekarang, saya malah baru mulai mengirimkan link ke peserta pukul sembilan malam, dan bikin presentasi untuk opening satu jam setelahnya. 
Mungkin trauma.. mungkin saya memang tidak sekuat itu menghadapi omongan orang. Sesi terakhir berlangsung sangat meriah, semua yang datang antusias, dan sesi kali ini pun jumlahnya hanya sedikit berkurang dari sesi sebelumnya yang artinya ya masih sama banyak juga.
Seperti hilang selera makan, tapi makan ayam bakar sambil facetime dikadik abege dua itu habis juga. Seperti enggan skincare, tapi lihat nanti habis nulis tulisan ini akan tetap skincare-an atau langsung tidur. Niatnya sih langsung tidur.Seperti kehilangan separuh semangat, pada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Mungkin saya sebal dengan sistem pencernaan yang te…

Bogor.. for some reason

Maybe father was right after all. This town has something, one that makes it feel like home and stranger at the same time. Maybe I can’t appreciate it that much because I live here and the only way to have a strong feeling about places, is when you are away from it.
I realized it today, as I decided to take a walk after a two hours of exhausting online session. Though I did nothing. The walk was.. well.. the walk. The magnificent view of Mount Salak was covered by thick grey cloud, I love it at shiny days, tho. Mount Salak is breathtaking even from my block street. 
“Hey, look! You can see Mount Salak from here” I told a friend who was giving me ride home. “Yeah, like I never saw it before” he replied, sarcastically. I laughed. Yea, he was right. There’s nothing to be amazed for. It’s just a regular view for us who live around.
After one realization or two.. now I decided to stop wanting to get out of here. I must admit.. even I am not brave enough to do what I said I wanna do. I don’t ha…

The Relationship I Love

Dari menelusuri jejak Astrologi, saya menemukan string theory. Dari string theory, saya menemukan minimalism. Dari minimalism, saya menemukan hubungan antara ruh dan cahaya dan entitas Allah. 
Dari satu pikiran ke pikiran selanjutnya, semua bermuara pada Sang Maha Pencipta, padahal saya tidak sedang mencari-Nya. Setidaknya tidak seperti enam tahun silam saat saya tersesat di Saigon. Tapi dengan ke- Maha Murah-Nya, saya bisa kembali. Menemukan jalan yang saya jatuh cintai, pelan-pelan mencoba berbenah diri, merapikan hati dan memulai kembali.
Tidak ada kata yang bisa mewakili rasa syukur terhadap ilmu yang Dia beri. Dari satu video youtube, ke artikel-artikel panjang, lalu ke buku-buku yang pada suatu waktu saya desperate mencari buku di masa pandemi lalu seorang rekan dengan santai menyarankan sebuah situs buku yang saya sebut 'perpustakaan' digital. Ya, karena saya hanya pinjam saja buku-buku itu, nanti kalau saya suka pasti saya beli.
And then things are started to fall into pl…

The Scientific Secret of Perfect Timing

This is the book I read this week, I haven't finished yet, but there is something interesting here.
“composer Pyotr Ilich Tchaikovsky would typically awaken between 7 a.m. and 8 a.m., and then read, drink tea, and take a walk. At 9:30, he went to his piano to compose for a few hours. Then he broke for lunch and another stroll during the afternoon”“writer Joyce Carol Oates operates on a similar rhythm. She “generally writes from 8:00 or 8:30 in the morning until about 1:00 p.m. Then she eats lunch and allows herself an afternoon break before resuming work from 4:00 p.m. until dinner around 7:00.”48”
“Novelist Gustave Flaubert, who lived much of his adult life in his mother’s house, would typically not awaken until 10 a.m., after which he’d spend an hour bathing, primping, and puffing his pipe. Around 11, “he would join the family in the dining room for a late-morning meal that served as both his breakfast and lunch.” He would then tutor his niece for a while and devote most of the a…

The Bitter Sweet of Du'a [This is a long, deep, and elaborated post]

It hurts to know that one thing that can make you the happiest person on earth, is also the same thing that make you the sad the most. 
Tapi kalau bukan karena sakit hati, perkataan yang menyinggung perasaan, atau segala bentuk ujian perasaan lain, kita mungkin tidak pernah tahu manisnya mengadu pada Sang Maha Kuasa. Saat semua keluh dan tangis ditumpahkan hanya pada Sang Maha Mendengar, dan di sanalah kita adukan semua kesedihan dan ketakutan, saat itulah kita tahu bahwa kita ini hamba yang lemah dan tidak punya apa-apa.
Saya sejujurnya ingin menghapus postingan sebelumnya yang there's no such thing as a mentor. Karna saya tahu betapa besar kans tulisan itu terbaca oleh orang yang bersangkutan, yang dulu pernah membuat saya menjadi anak kecil paling bahagia karena semua pintanya dituruti. Sekaligus membuat saya menjadi sangat sedih sekarang-sekarang ini oleh pergumulan yang tidak bisa dinalar. Tapi saya putuskan untuk membiarkan tulisan ini selama beberapa waktu ke depan, karena i…

Aku suka dinding kosong

"Kenapa, kan sama dengan CUB?" ujar Bu Ela beberapa hari yang lalu setelah ku sampaikan betapa beratnya jika harus pindah ke CUA. Bu Ela, direktur keuangan yang merangkap HRD kantor adalah salah satu orang terdekat ku di kantor sekarang ini yang bisa kuajak berbagi cerita. 
Sejak pandemi semakin membuat bisnis menjadi tidak menentu, board direksi memutuskan untuk menyudahi kontrak rumah Jl Ciremai Ujung No 17B atau yang kusingkat menjadi CUB dan menjadi istilah populer. Rumah itu milik Bu Ela, berdampingan dengan kantor kami yang kusebut CUA. Bedanya dengan CUA, CUB adalah rumah kosong yang seperti masih baru. Karena sejak kami pindah dua tahun yang lalu, semua dinding di cat bersih dan tidak ada bekas paku-pakuan. 
"Aku suka dinding kosong, Bu.." ujarku pelan. Bu Ela maklum dan mengiyakan. Dia pun punya perasaan yang sama terhadap rumah lama dan rumah baru. Seperti sudah tersentuh banyak orang, begitu ungkapan yang dia gunakan untuk menggambarkan CUA.
Bulan November …

Coffee and Repeat

Kopi adalah alasan saya menunggu pagi. Satu-satunya rutin yang masih bertahan sejak sebelum pandemi. Barusan saya baca buku tentang the perfect timing, ternyata sebaiknya kita tidak meminum kopi langsung setelah bangun tidur, melainkan harus memberi jeda terlebih dahulu. Jeda tersebut untuk menyiapkan tubuh memproduksi hormon cortisol (or something.. I should check again tomorrow), supaya efek kafein nya lebih bisa berfungsi. Jika hormon itu belum terproduksi, akibatnya nanti kita akan mengalami insensitifitas terhadap kafein, sehingga dosis yang dibutuhkan akan terus bertambah.
Saya hanya memperbolehkan diri saya untuk minum 250 ml kopi setiap hari. Hanya lebih kalau deadline benar-benar mepet, tapi jarang sih sekarang saya kayak begitu. Maka, pagi lah satu-satunya waktu saya bisa bercengkrama merasakan efek pahit-menyegarkan dengan aroma yang-memanjakan. Halah.
Untuk itu saya selalu antusias menyambut pagi. Karena ada kopi yang bisa saya nikmati. Itu juga salah satu alasan kenapa pua…

Why Music is Forbidden?

There is one thing I still don't understand about my quest into religion: Music.
Some of the strict scholars say it's haram, some others don't recommend it to us if we wanna fill the brain with The Quran, but other scholars even request music during their youtube live.
I mean.. I still find it beautiful but at the same time intruding my mind if I try to memorize one ayah or two. But why is it beautiful? Like it touches and moves our soul.
"When you're close to tears remember,Someday it'll all be overOne day we're gonna get so highAnd though it's darker than DecemberWhat's ahead is a different colourOne day we're gonna get so high..." High - Lighthouse.
Especially this one, one that I always play over and over again whenever I feel like at the dead end.
"Don't you think it's time you startedDoing what we always wanted,One day we're gonna get so high'Cause even the impossible is easyWhen we got each otherOne day we're go…

Mean

Ada orang mengatakan hal buruk pada saya hari ini. Membuat pagi yang super sibuk tadi menjadi semakin gelap dengan apa yang dia ucapkan. Saya jadi lupa segalanya karena isi kepala saya hanya tentang luapan emosi dari kalimat yang dia tuliskan. Kalau kata Mega, bikin ngilu. Iya, ngilu di hati ucapannya itu.
Ingin sekali saya balas dengan singkat namun kejam, jika mau, saya bisa lebih tajam dari itu. Tapi apa gunanya, kan saya ingat pernah baca kutipan bijak, jika kamu beradu argumentasi dengan rekanmu, kamu menang atau kalah tetap tidak akan baik hasilnya untukmu. Jadi saya memilih diam, walau sakit bukan main. Saya beristighfar minta ampun sama Allah karna mungkin ada juga pernah ucapan saya yang menyerempet hati seseorang sedemikian rupa, dalam interaksi yang lalu-lalu, dan inilah balasan saya di dunia.
Selang satu jam berikutnya, datang sebuah pesan dari teman lama yang laaama sekali tidak berkabar, tapi masih saling terkoneksi di sosial media. Isi pesannya, dia meminta gambar design…

When you’re physically exhausted

Dan hal sesimpel youtube mix aja bisa bikin baper.. karna muter lagu2 yg udah lamaaa ga pernah didenger lagi dan sekarang muncul lagi dgn setangkup memori yg udh berusaha dikubur. Sekuat tenaga melawan perasaan, skincare-an seperti biasa, dan bangga karna bisa melawan tangis demi keutuhan lapisan skincare.. tapi lalu bobol juga pertahanan setelah chatting dengan kakak kelas yg bercerita tentang polah ketiga anaknya yang membuat ramai di rumah.
Bukan memori yg kutangisi. Semua itu sudah kututup gelap lelap. Apalagi rindu rindu tai kucing. No bukan itu.
Mungkin karna jadwal lagi luar biasa menggila, dan ku semakin merasa kubutuh teman tuk bicara. Yang bukan sekedar teman karena teman tidak ikut merasa bersama. Tangisku hanya tumpah jika pikiran mulai bertanya pada-Nya. Aku masih kuat kan ya, Ya Allah?
Dan itulah kenapa Dia masih membiarkanku sendirian. Karna ku masih sanggup.
*** Bogor, 5 Oktober 2020

miiim mim

Age 28 and still wake up washing the bed and its bedsheet. Semalam sengaja tidur dgn bedsheet dan piyama yg baru disetrika karna kusuka yg harum-harum gitu. Padahal lagi period day one. Ku mikirnya kan udh gede ya masa masih bocor.. toh selama ini jg ga pernah bocor..
Dan bener aja dong. Bocor.
Ku terlalu takut nanti punya pasangan bakal interfering my weird satisfaction onto clean and empty things, tp ga pernah berpikir apa jangan2 nanti aku yg interfering his clean and empty sheet. 
Nggosok bekas bocor pagi ini sambil practicing meditation breathing berulang kali biar ga kesal sama diri sendiri. (Sambil janji nanti kalo punya anak remaja kudu dikasih perlak di bawahnya).
Kasurku ternoda juga akhirnya hiks. Ini kayak waktu kompor putihku tertetesi kunyit muda dan gamau hilang. :( Sedihhh

Rindu Gorontalo dan Semua Isinya

Kemarin grup call dengan sepupu-sepupu di Manado dan Gorontalo.. dan untuk pertama kali setelah sekian lamanya bisa dengar lagi kata lala mulu atau makang puji dari om-om yang sukanya ngeledek.
:')
Aku rindu Gorontalo dan lautnya yang biru, pasirnya yang putih, makanannya yang impossible.. aku rindu Gorontalo dan celoteh ramainya yang ga jelas apa intinya,.




Foto ngambil dari instagram, karna malas nyari2.. takut nyasar di tumpukan folder. Foto diambil hanya dengan kamera hp, tanpa edit apalagi filter.Karena Gorontalo memang sebagus itu sih..
***Bogor, 3 Oktober 2020Semoga Dia (My Master, My Allah), masih kasih ku kesempatan balik ke sana lagi.. walau entah kapan :')

Too Busy to Die

Pagi tadi saya bangun sambil tertawa, karena ada yang lucu entah di mana saya lupa (instagram atau twitter). Yang jelas hati saya ringan sambil menjalani rutinitas pagi yang coba saya bangun sejak ingin berdisiplin anti tidur jilid dua club.
Brewing coffee itu jelas.. how could I not if coffee is the best part of morning. Apalagi saya baru menemukan varian kopi enak sekali -tidak baru bagi dunia tapi baru bagi saya- karena selama satu tahun saya dengan konsisten hanya membeli satu varian dari toko yang sama yang bungkusnya tidak pernah saya buang entah disimpan untuk apa: Arabika Wamena. Sekarang, saya mulai beralih ke Arabika Aceh Gayo. Saya bukan coffee freak yang tahu rasa-rasa aroma dan campuran bla-bla-bla. Saya cuma tahu saya butuh kopi untuk bikin kenyang pagi hari, karena saya pasti malas makan, dan saya hanya bisa mengkonsumsi kopi dari biji asli dan bukan kopi campuran dalam sachet (stomach-acid-wise). Brewing method saya juga gak wah-wah amat. Gak pakai kettle yang kayak bel…

Minggu Berhenti Menunggu

Di dalam setiap doa, saya selalu mencoba membiasakan diri untuk "berbicara" dengan Tuhan saya. Karena hakikatnya doa itu bukan cuma sebagai sarana meminta, tetapi juga untuk mengadu. Doa bukan seperti customer service yang kalau kita hubungi hanya untuk menyampaikan apa yang kita mau.
Belakangan, saya mencoba bertanya tentang satu hal, yang seringkali saya jawab sendiri juga dalam satu monolog yang saya sebut dengan doa. "Ya Allah, please tell me what I have to do so differently that will help me change my life?" Bukan karena saya ingin merubah nasib atau apa.. hanya rasanya - sepertinya - ada sesuatu hal lain yang lebih besar yang harusnya saya lakukan dan untuk saat ini terasa seperti sedang stuck. 
Kamu pernah tidak merasa seperti doa mu terjawab? Biasanya dengan cara apa? Pikiran yang tiba-tiba melintas? Obrolan acak yang datang tanpa direncanakan dan membahas apa yang kamu pinta? Ya.. saya juga. Bahkan kadang saya ge-er kalau habis berdoa, buka youtube, dan vid…

Penonton Hujan

Sore tadi saya sempat mendapati hujan angin dari rumah. Angin yang datangnya dari arah Timur (or so), yang membawa air hujan mengguyur sampai ke teras. Biasanya hujan turun secara vertikal, tapi sore tadi dia turun secara diagonal melalui area terbuka teras saya yang tidak dihalangi kanopi. Semisal dia datang dari arah Barat, teras saya pasti tidak akan basah kuyup.
Setiap kali hujan, saya memang selalu menyempatkan diri duduk di teras. Sekedar menatap langit abu-abu, atau rumput yang tergenang, atau percik air di tembok replika konstantinopel saya. Sore ini, demi melihat air hujan yang mengguyur sampai ke teras, kursi dan lantai teras basah kuyup, tanpa berpikir panjang saya langsung mengambil jas hujan dan memakainya untuk duduk di kursi depan.
Angin dingin berhembus kencang, bahkan batu taman pun sampai terbang terbawa ke teras. Saya sempat beberapa kali diguyur limpasan air hujan, yang saya syukuri dengan nikmat. Bukan apa-apa, ini untuk sekedar mengingatkan saya, bahwa dulu.. di k…

Dear Kid,

One day, you may trust people. You trust them with all your stories, and they turn into the people who hurt you the most. Or you trust them to give their best critique and it tursn out to be the that burnt you the most.So you decided to never share anything with anyone ever again.But you know what, Kid? You always have The Almighty. You always have Him no matter how many times you have forgotten Him. He answers all your prayers, He hears everything including the things that you don't hear because they talk behind your back.Life is rough like that. Sometimes you go great, you go big, and only one tiny thing can ruin your glorious moment. Remember what killed King Namrud? One powerful leader died because of a fly. A fly, Kid.. can you imagine that?That is why you never turn your back from The Almighty. Because you can't. He is your only way out when everything seems impossible.Remember, He loves you, always. ***Bogor, 22 September 2020Paham sekarang aku kenapa artis gampang dep…

The Best Lesson in 2020

Somehow, it feels like.. this house doesn't love me anymore. There are things that made me think that way, and maybe Pak Cecep was right.. maybe this house is sick of me already.***Dua minggu lalu, pulang dari sepedahan, turun dari gojek dengan tangan bawa kresek isi mangga 2 kilo, dan di kepala sudah terbayang mau langsung bikin smoothie mangga pake gula dan es batu. Udara panas, badan keringetan, paling enak ngadem di dalam rumah, bikin smoothie, lalu mandi.Ternyata.. pintu rumah ngadat. Saya sudah tahu dari beberapa hari sebelumnya -dan sudah berniat untuk ganti apanya kunci itu tapi belum kesampean, karena niatnya mau sekalian pas manggil tukang biar dia kerjain yang lain juga- ternyata dia ngadat sampai gak bisa dibuka. Sambil istighfar saya terus mencoba membuka kunci yang kerasnya kayak kepala anak remaja. Gak bisa juga sampai sepuluh menit kemudian saya jalan ke pos satpam, manggil Mang Odoy minta tolong dibukain pake tenaga cowok.Mengecewakan, Mang Odoy seperti gak terla…

My Mudik Story

Lol.Judulnya jadi basic banget gitu.. 'My Mudik Story'. Ya karena saya mau menyimpan cerita mudik kali ini, dengan segenap hati.***Bermula dari scrolling foto dan video pas Idul Adha.. dilanjut dengan keinginan untuk membeli-belikan hadiah untuk keluarga. Untuk Tante Hany, Tante Ulan, Nenek dan Eyang. Tante Hany dan Tante Ulan (yg kupanggil Euteu) agak gak susah karena mereka masih muda, masih punya banyak keinginan. Sementara untuk Nenek dan Eyang.. berhari-hari ku mikir apa yang bisa ku belikan buat mereka. Eyang lagi suka minum Hydro Coco, waktu Idul Adha stocknya banyak banget. Tapi pas kemarin saya tanya, ternyata sekarang udah ganti jadi Pocari Sweat. Rencananya pingin belikan sekardus Pocari Sweat sebagai bentuk perhatian seorang cucu pada Eyangnya. Tapi, masa Eyang dibelikan, Nenek gak dibelikan. Masalahnya, Nenek udah gak pingin apa-apa lagi.. lalu saya teringat kata Tante Hanny jelang Idul Adha lalu
"Kak si Nenek teh geus kolot, hoyongna ngarumpul..' atau ku…

5 Years Cycle

Umm...Umm..Alright.Okay.Now..***
Yep. I have to do that because if you read this blog from the website, (I don't know why), the first lines are always missing. I always see my life year by year, each year I learned different lessons. I learn simple lessons in hard ways because I'm too stubborn to be taught softly. Life should teach me that hard, indeed.Looking back five years ago, I was as clueless as I am now. I had a job, of course, that was enough to feed me while I'm working on my graduation. As to fill the time, to distract my terrified mind about the unknown reality I was about to face, I watched movies a lot. I watched an unhealthy amount of films a day, talk shows, interviews, you name it. Until one day, the door was opened. Somebody texted me, offered me a job, I said yes, I left my boyfriend old job, and walked into a brand new life. Which.. I still livin until now. (by the way, grammarly is so annoying).My current life, my PRESENT life, is not much of a differen…

The best banana cake in the world!

A cup of flour, a pinch of salt, maybe add some banana, or egg, or sugar, whatever, mix them altogether until they look pale, like a dead people pale. And bake them until they brown. But that’s not the best part yet, no no.
The best part is.. after I put them in the oven, I wash all my baking utensils, clean the kitchen, and get the washing-cleaning-things done! Langsung berasa tua akutu. Kalo dulu tiap bikin kue mungkin nunggu ramadan dulu itu mixer baru dicuci.
Lol

Days after long weekend, is the toughest

In my previous post, I said I have a serious plan for the long weekend and it involves mothery things: watching Garfield.And yep, I am now on Episode 57 (but Episode 52-54 are missing) and still laughing. The laziest cat with a very simple life goal who loves to torment the mailman and have a very deep love for bear doll named Pooky. He hates Nermal, has a love-hate relationship with Oddie, but always around when Oddie needs help. I love you, Garfield. Days after long weekend is the toughest, you know. It was started with three meetings on Monday (one online and two offline), and terrible news from home on Tuesday (may my uncle find his peaceful way to eternity), followed with a heavy headache on Wednesday, and no coffee Thursday which makes me sick like a very ill person (sicker than headache-sick). But.. Garfield helps, or so I guess.

The effect of watching Tom Holland's interview for 2 days straight.

If I have children, I wanna have four boys, because they'll be supportive and yet hating each other at the same time, and my first or second boy will be as snobby as Tom Holland or Chris Hemsworth but will be the glue to the family.I watched his interviews because I like to observe how confidence he is, being a young man between all these legends. Also, he made me realize how young 24 is..,

The outside world and I

The pandemic has turned me into a very calculated person. I need at least five reasons so that I could go out and see the world, I should at least, finished three tasks at one go if must I step outside the house. Well, I've been doing that for almost two years actually, but pandemic has doubled the effect.As for today, I walked out of the house just to send a package. Somebody stole my money yesterday so I couldn't use the pick-up service as they only required cash and my only cash was exactly on the right amount before some of it was missing. I managed to tick five plans on my list as I deliver the package into the counter. Even more, I could buy four peeled pineapples (wasn't that awesome) on my way home (and the driver was so kind he didn't mind stopping by).Outside world and I used to be a very best friend, but not anymore. People change, so I guess friendship too.

My very serious plan for long weekend.

I have planned a very serious thing to spend this very long weekend, and it involves mothery thing.You know.. some of us might think.. 'well I wanna be a mom', but some others -the optimist realist ones- will think 'well, I should prepare to be a mom' even before she knew who she'd be married to. Woman got to put their best confidence as their makeup, including this one.Motherhood is a scary thing because you never learn how to do it, you only can observe from experience and people around you, but there's never really a standard to that. People do things differently, even to wrap or not to wrap is a debate-discussion between moms. It will be easier if motherhood came with a checklist like those certification schemes we all knew. But it didn't (or maybe shouldn't).So I decided to do some preparation, as I am very optimistic that one day with God's willing, I will be a mom. Since I have way enough time to prepare, I couldn't let my child down to …

The cost of having something you really want to, but you don't need.

This lesson comes from the branded bags and shoes I bought a couple days ago. They were at a discount price, but still.. you know.. brand.. I was so happy when I saw them, happy when I made the payment, and happy to see the tracking progress as the first thing that I checked each day when I woke up. As they arrived.. I was so burst in excitement that I try so hard to calm my self. But then, I opened the wrap, the case, then the box.. and it suddenly appears, nothing as I expected. From that day on, I promise my self, to never again buy something branded online. It just didn't work that way. I don't get the same satisfaction as I had when buying them offline. I know it sounds old school, but believe me.. I online buy most of the things in this house including sugar, salt, and flip-flops.So a thought hit me.. This is exactly what you get when you get something you don't need. Because when you need something, you know what you want, you know exactly how to use them, and when…

When you love something too much..

I love the Sea, but I don't feel like living by the Sea let alone owning a house near it. Maybe when you love something too much, you don't wanna spend too much time around it. Because you know, feelings fade and you don't wanna lose that kind of love. ***Agustus 2020,Habis nonton Whisky Galore, Harriet, dan Atonement. Itu semuanya banyak lautnya aku rinduuuuu

About being single..

The art of living alone and got ignored in most of the whatsapp groups I've been in with many other experts is to learn how to talk to my self. Most of the time, in person or in Whatsapp groups. So the solution to that is.. blogging. Blog is always the answer. Except for this blog of mine supposedly be educational, but it's not, and never were.

I cook this at 21.33

The recipe is simple: leftover chicken, leftover sambal, add one tomato and some brown sugar, mix it all together, jadilah ayam balado. Because I cant eat balado without brown sugar and tomato, and I always have leftover sambal from rice boxes that people sent me. Also, I never get to finished my chicken, yang tiap kali dikirimi nasi box isinya ada ayam dan pastiii ga habis, all wrapped neatly in my fridge waiting for their turn.
And now it is.  Ayam balado ala orang yg lagi ga bisa berfungsi secara normal. Balado yg gula merahnya segambreng is luv!

The Safa and Marwa to My Zamzam

Seperti berlari di tengah teriknya gurun pasir, dalam haus, letih, dan hanya bermodal harap menemukan air pada satu titik di antara Bukit Safa dan Marwa. Mengejar fatamorgana, dari Safa ke Marwa kembali ke Safa dan seterusnya. Padahal titik air tersebut, tidak berada di keduanya.

Mungkin itu juga analogi untuk yang sedang berada dalam pencarian apapun di dunia. Tentang karir, pendidikan, jodoh. Allah ingin kita terus berlari dengan penuh harap meski letih dan sepertinya tampak mustahil. Terus berlari, mencari, sampai nanti Dia sendiri yang akan memancarkan mata air tersebut. Mata air yang tidak pernah surut, dan yang akan menghidupkan sebuah negeri yang tandus menjadi negeri yang makmur. Di sana kelak lahirlah manusia paling mulia di muka bumi.

Karena Allah ingin kita belajar, bahwa hidup ini bukan cuma tentang keinginan yang kita pegang. Ada tujuan jangka panjang yang perlu disusun dan dirumuskan. Keinginan itu sifatnya hanya perantara, jika keinginan itu sudah tercapai, lalu apa? Se…

About a Pray

Doa pasti terjawab. Entah itu jawabannya iya, tidak, atau nanti di akhirat dalam bentuk paket-paket hadiah yang bikin semua orang berharap doanya tidak pernah terjawab saja di dunia.

Kalau ada doa yang sampai sekarang belum terjawab, belum terlihat wujud 'tidak' nya tapi 'iya' juga tidak kunjung terjadi, maka bisa jadi itu adalah 'iya yang tertunda'. Dan dalam sebuah 'iya yang tertunda' itu ada perjalanan tentang menemukan dan ditemukan. Perjalanan itu tempat memungut bekal, yang kelak akan berguna untuk menempuh perjalanan yang lebih panjang lagi.

Karena hidup kan tidak selesai sampai ketika doa terkabul. Orang yang berdoa ingin menikah, hidupnya kan tidak selesai setelah dia menikah, ada lebih banyak lagi keinginan dan cobaan yang harus dia tempuh. Untuk bisa survive melalui itu semua, maka dia harus dipersiapkan betul sesuai dengan keinginan dia. Kenapa kata-kata terakhir itu saya miringkan, karena lagi-lagi itu tergantung dengan jenis hidup seperti …

Solusi ketika merasa kurang termotivasi

Mungkin karena masih dalam suasana post-event, atau mungkin karena belum benar-benar dapat asupan bergizi karena masih malas masak, yang jelas hari ini saya benar-benar tidak ada motivasi untuk produktif. Bangun tidur, solat, tidur lagi, pun setelah bangun tidak langsung bersih-bersih seperti biasa malah langsung buka laptop dari kasur. Kerjakan to do list pertama dan kedua, trus laptop ditutup lagi, lanjut tidur. Walau tidak bisa tidur. 
Bahkan saya sempat melihat ulang tulisan di laman ini. Sungguh sangat banyak ya.. rasanya seperti satu babak tersendiri sejak tahun 2017 sampai sekarang, karena sekarang saya tengah mempertimbangkan menghapus blog ini seperti yang saya lakukan dengan blog lama hsuciandari.com setelah putus dari si mantan. Tulisan-tulisan lama itu bener-bener bikin malu. Kalau kamu orang baru, dan baru mau mulai lihat-lihat blog ini, mulai dari tulisan di Bulan Juni 2017 saja ya. Terus berhenti sampai di sana. Karena kebawahnya sangat tidak bermutu. Ini pelan-pelan say…

Tulisan Cinta di Feedback Form

Sejujurnya setiap kali habis bikin event, yg paling mendebarkan adalah buka form feedback. Isinya pasti macam2. Untuk bisa buka, aku mesti nunggu beberapa hari dulu, cooling down dulu, workout., makan enak.., trus pas baca komen2 nya juga sambil nahan napas. Makanya aku kalo ikut event, yg paling ga oke sekalipun, ga berani kasih komentar pedes walau form nya no name. 🙈 yg kena mental soalnya.
*** Bogor, Agustus, sore-sore. Tadi hujan makanya lumayan bisa berani buka feedback form. Alhamdulillah ada yg marah-marah

I am not responsible for..

I’m not responsible for the posts that I wrote in the past.
If it is sad, it wasn’t me. It it is stupid, well.. yea it could be me. Saya cuma mau menyalurkan isi otak, supaya tidak butek, dan karena teman bicara sekarang sudah mulai mengalami kelangkaan. 

A day off on Monday

Why workout if you have house to declutter, and pile of clothes to iron. I am so proud of my self that I done the ironing thing since 12 PM to 11 PM ! Only stop to lunch (steamy things like dimsum and tofu), prays, and dinner (3 slices of pizza). Nyetrika sambil nonton Eat Pray Love, marathon SNL, dan 2 episodes of Surah Yusuf from Bayyinah Institute.
Haha funny how I unsubscribed Netflix back in April just to switch it to Bayyinah TV but only after 2 months I switched it again to youtube premium because Nouman Ali Khan made a series about Surah Yusuf for the entire Ramadan and I think what’s the point of subscribing bayyinah but watching him live on youtube, but then after ramadan, I couldn’t keep up with the entire series of surah yusuf and marathoning SNL instead. Now I’m more of SNL than bayyinah institute subscriber.
Lol.
Anyway. Tomorrow is Tuesday which I’ll treat like Monday. Lookin for another surpriisee

The Quest and The Surrender

All my life, I've been taught to be selfless. To be a devoted child, to not just thinking about my self. Which then led me to a struggle just to love my self. I was the kind of girl who would sacrifice my college exam just to join a fundraiser team for flood victims. I was willing to spend the sleepless nights just so our expedition journey could go well and had success. 
Today, after a series of events, I need to re-adjust my self before going back to my usual life; work. Setelah training berakhir, ada Idul Adha yang mengharuskan jalan jauh, saya rasa butuh waktu untuk membenahi hidup sebelum mulai lagi dengan hal-hal baru yang akan saya buat ke depan. Untuk itu saya ambil cuti hari ini, yang mostly digunakan untuk nonton film dan nyetrika. 
In order to live well, one should eat well. Saya juga mulai memperbaiki isi piring saya yang mulai kacau belakangan ini terutama sejak persiapan pelatihan. Tidak lagi bikin juice serasa sudah bertahun-tahun dan kemarin baru bisa melipir ke supe…

Archived

Show more