Chubby girl, loving life

No matter how skinny I am, my cheek could never go any flatter. So yep, I always consider my self as a chubby girl, and now I'm so in love with my Sunday. Karena semua pekerjaan upik abu sudah selesai sebelum tengah hari, dan kubisa baca buku sepuasnya tanpa interupsi apapun and I can't help but to write this down before continuing the chapters.

Buku ini disebut sama temen waktu video call-an kapan tahu, yang langsung kubaca. Dan semua yang dituliskan di sini, hampir semuanya mewakili perasaan dan pikiran-pikiranku yang mbikin ku sampe sekarang bacanya sambil senyum-senyum sendiri.

I no longer care about travel the world, mau ke Italia, Paris or whatever, selama tujuannya cuma lihat-lihat doang kusudah tidak tertarik. Tapi buku ini tidak cuma menceritakan bagian jalan-jalannya saja, justru lebih fokus ke bagian hubungan antar manusianya, teman, mantan, strangers,, makanan, mental health...

Sungguh, buku ini adalah buku yang bikin ku ambil cuti cuma biar bisa nyelesein baca nya tanpa harus merasa bersalah.

Eat, Pray, Love. (wkwk iya baru baca sekarang. kemarin belum ngerti begini2an)

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua