Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Zona Nyaman Minimalist

2019 datang dengan harapan-harapan baru yang dikulum setiap insan. Meskipun tidak ada yang benar-benar baru dari pergantian tahun. Hanya hari yang berbeda, di tanggal bulan dan tahun berbeda. Bukan berarti akan membawa perubahan yang berarti dalam hidup, sifat atau kebiasaan seseorang. Beruntung bagi kami yang beragama Islam, momentum perubahan diri bisa kami dapatkan secara sukarela maupun terpaksa di bulan Ramadhan. Meski terpaksa, akhirnya pasti akan baik juga jika dijalani dengan baik. Kadang memang manusia itu harus dipaksa untuk bisa menyukai suatu kebaikan.
Banyak orang berkata, tuk meninggalkan zona nyaman. Tepat di tahun ini, saya mulai mendefinisikan ulang apa itu zona nyaman. Karena ternyata tidak ada juga zona yang benar-benar nyaman. Makna dari “zona nyaman” seringkali diartikan oleh para pegiat alam liar, petualang, pencari jati diri, sebagai rutinitas hidup di perkotaan, berpindah dari kantor ke rumah, pada jadwal yang sudah di set dengan rapih. Padahal.. apakah itu sebe…

Mungkin Nanti

“Kita menghilang saja”“Kemana?” Tukasku cepat, hal-hal misterius memang selalu membuatku antusias. “Entah” ujarmu sambil mengangkat bahu, memandang lurus ke depan. Aku mengikuti arah pandanganmu.
Benteng tua berdiri kokoh di hadapan kita. Tegak seolah tidak pernah tertembus peluru meriam ratusan tahun lalu. Bau tanah basah sehabis hujan mengisi ruang terbuka, yang kita hirup dalam-dalam.
“Kita pindah ke satu kota, tanpa mengabari sanak saudara. Toh mereka tidak akan bertanya. Cukup kabari orang tua, dan berpesanlah untuk tidak memberitahu pada siapa-siapa” ujarmu setelah hening beberapa saat.
Aku memenuhi rongga dengan aroma tanah basah. Mencoba berpikir tenang, jangan terlalu antusias.
“Ide bagus..” ujarku pelan “aku sudah muak dengan semua di sini. Kebohongan yang sama, pembenaran yang sama. Ketidakdewasaan yang mengungkung dan menuntut ku untuk selalu menjadi anak kecil” tanpa sadar aku mengepalkan tangan. Geram.
Kamu mengalihkan pandangan ke arahku. Menatapku dengan tatapan lembut yang …

Celebrating Two Years of Minimalism

Minimalism adalah entry point bagi saya menemukan apa yang saya yakini sekarang. Saya hanya ingat awal Januari 2017 lah pertama kali saya mendengar kata ini, dari obrolan kopi sore hari bersama Ka Bukhi dan Ka Dee. Waktu itu, kami sedang sangat antusias untuk berbenah diri menuju kehidupan yang lebih dewasa.

Singkat cerita, kami pertama kali dipertemukan di Ubud, Bali pada pelatihan Rural Enterpreneurship. Lepas dari situ, kami menjadi teman akrab yang bertukar cerita tentang banyak hal karena latar belakang kami yang berbeda. Kami bahkan membuat grup obrolan sendiri yang isinya hanya kami bertiga (dan ngomong-ngomong saya punya tiga lagi grup bertiga lain, yang membuat saya berpikir, ternyata group of three itu efektif sekali ya).

Sebentar lagi akan genap dua tahun saya mengenal minimalism, meskipun prakteknya baru berkisar 1,5 tahun yang lalu. Saya tidak langsung mempraktekkan minimalism ketika disodorkan teknik ini oleh Ka Bukhi. Hanya mencoba untuk menelusuri, membaca, dan menonto…

Dah Senin lagi,

Kata sahabatku, kalau kamu akan menghadapi hari buruk, ingat-ingat rencana baik yang akan kamu lakukan. Misal, ingat besok besok mau ke mana, sudah beli tiket ke mana.. biar kamu hepi. Ndak sedih-sedih lagi. Tapi.. barusan entah dari mana, rasanya aku pingin batalin satu dari tiga perjalanan itu. Pingin aja. Gak tau kenapa.
Trus aku denger ceramah di youtube, katanya berdoa tuh selain sabar, juga minta tuk kelapangan dada. Pakai doa yang Nabi Musa panjatkan tuk hadapi Firaun. Ngadepin Firaun aja pake doa itu. Apalagi ngadapin orang-orang biasa yang tabiatnya jauh dibanding Firaun.
Jadi aku mau inget-inget doa itu juga. Sambil inget-inget perjalanan yang mau aku lakukan. Doain aku ya gais. Semoga bertemu jodoh di tengah jalan. 

A Little Glimpse of Wish

Aku harap, siapapun yang menjadi pasanganku kelak, tidak akan keberatan pada hal-hal berikut  ini:Aku mengedit video terus-terusan, tidak makan, (mungkin) tidak masak, tidak mau jalan-jalan, dan cuma menghabiskan waktu bergantian di kasur - meja kerja - meja kopi bersama laptop.Aku terus mengambil gambarnya selagi kita bepergian, di mobil, di pesawat, di motor, di kapal, di kereta, di manapun dalam mode apapun, zoom in, zoom out, portrait, landscape, tertawa, cemberut, makan, (tapi tidak lagi tidur because that’ll be mine and only), because I love him so much. Aku masak makanan-makanan aneh yang kutemui di setiap perjalanan; terong kecap seperti di Nunukan, ikan asam seperti di Banjarmasin, sambal manis pedas asam seperti di Merauke, dan resep-resep aneh yang punya kans besar tuk gagal yang kutemui di youtube. Kuharap dia tidak keberatan jika satu diantara sekian masakan itu gagal yang artinya, ada uang kita terbuang (tidak) sia-sia.Dia tidak keberatan jika aku tidak berbicara sama se…

A Tale of an Itchy Bitch

Aku benar benar tidak tidur malam ini. Dua tahun kusimpan sekaleng bedak gatal yg utuh tak tersentuh, lalu habis dalam semalam. Bahkan jik boleh, ku tuangkan pula isi kaleng itu ke kulit kepala, melumuri rambutku yang sempurna. Merahnya sudah sampai di wajah, telingaku sudah seperti baru habis mendengar suara iri dengki. Merah membara. Aku tidak tahu kalau rutinitas bulanan bisa separah ini pada satu waktu. Aku ingin berasumsi bahwa ini hanya alergi biasa. Tapi aku sudah tidak mengkonsumsi makanan laut sejak dua-tiga bulan lalu.
Tapi tunggu dulu.. Mungkin ini efek dari udang kecil di bakmi goreng yang kumakan dua malam lalu? Sungguh, Jangan pernah meremehkan ketidakpatuhan bahkan dalam lingkup sekecil apapun. Efeknya mungkin tidak terlihat saat itu, Tapi kelak akan muncul
Jika masih ada di dunia ini laki-laki yang senang memainkan perasaan perempuan, Berdoalah agar kelak perlakuan itu tidak kembali pada keturunannya, Tidak pada anaknya, Tidak pada cucunya
Bukankah di dunia ini semuanya hanya ten…

Datang Bulan

Menjelang rutinitas bulanan, seperti tidak cukup sakit kepala dan muntah muntah, sekarang ditambah dengan gatal di sekujur badan. Tengah malam kutaburkan bedak di seluruh tubuh, seperti mandi bubuk. Lalu kalian masih mau suka-suka memainkan perasaan perempuan? Laki-laki macam itu pantas lah di museumkan. Bersanding dengan Firaun si pembunuh bayi. 

Kzl

Ada orang menyebalkan, tukang cari muka. Saya pikir orang seperti itu sudah langka, ternyata masih ada. Jauhi dia. Segera. Atau rusak semua amal ibadah, karena gibah.

Adalah Cinta

Ada dua masa, di mana menulis menjadi terasa mudah: saat sedang jatuh hati, atau patah hati.
Adalah cinta, yang membuat dunia menjadi lebih berwarna. Melambungkan angan, memimpikan indah. Adalah cinta, yang membuat Adam merasa sepi di Surga yang tanpa tepi.
Aku beruntung pernah mengalami keduanya, dan memetik pelajaran di sela-selanya. Allah seperti sedang menyiapkanku untuk menghadapi satu anugerah yang selalu ku damba. Maka Dia hadirkan cinta yang semu, bahagia yang palsu, lalu Dia tarik semua itu hingga berlalu. Menyisakan remuk, hancur dan sendu. Lalu Allah hadirkan cinta. Dalam teka-teki yang tidak pernah bisa aku tebak. Datang dengan indahnya, namun hanya hening yang bisa ku sapa. Kita begitu dekat, namun dinding pemisah itu begitu tampak nyata. Tidak bisa lagi kutebak apa yang dia rasa. Membuatku berpasrah, memasrahkan hati dan takdir hanya pada Dia yang kuasa.
Waktu berlalu, aku semakin sadar bahwa revolusi Bumi tidak berpusat pada diriku. Aku berhenti mengaitkan semua kejadian, …

A Note to Remember

Entah nanti akan berakhir bersamamu atau tidak,Aku bersyukur pernah mengenalmu dan jatuh hati padamu. Karena dari situ, Aku bisa keluar dari cerita cinta yang salah, Menemukan diriku, Dan mencintai Tuhanku lebih dalam.
Terimakasih telah pernah menjadi cuplikan cerita dalam hidupku, Menjadi nama yang kuperbincangkan dengan Rabb ku, Membuat ku menemukan tujuan baru; yaitu untuk merasa dicintai oleh orang yang mencintaiku,
Berkatmu aku belajar tuk memaknai kata-kata Tuk diam jika tidak perlu banyak bicara Tuk mencintai hening jika sebelumnya ku selalu mendominasi ramai,
Darimu aku belajar tuk jujur pada diriku sendiri, Untuk benar-benar mengatakan hanya yang aku rasakan, Untuk berhenti menyelubungkan perasaan. Darimu aku belajar tuk berkata tidak, tanpa memberi alasan Aku belajar tuk bilang ‘tidak peduli’ hanya jika ku benar-benar tidak peduli Darimu aku belajar, bahwa tidak semua orang punya cukup waktu untuk memperhatikan apa yang kita sembunyikan yang kita ingin orang lain temukan. Rumit bukan?
Karena…

Adalah Rumah..

Tau apa yang paling membahagiakan selepas hidup dari airport ke airport lantas menginjakkan kaki kembali di rumah?
Adalah melepas semua kain yg menempel di tubuh, dan melemparnya sembarangan ke berbagai sudut.

13 Days of Sweetness

Jadi laki-laki sebaiknya jangan suka menyakiti perempuan. Perempuan sudah mengalami sakit rutin, tanpa perlu kalian sakiti. Setiap bulan, menstruasi datang bagai siksaan. Ada yang sakit kepala, sakit perut, ada yang sampai muntah-muntah, bahkan ada yang sampai pingsan. Itu terjadi setidaknya satu minggu sebelum datang bulan. Belum lagi emotional pain yang melanda; perasaan sedih tiba-tiba tanpa ada alasan, mudah tersinggung, mudah merasa tersingkirkan, merasa tidak dipedulikan, kesepian tanpa alasan.. dan hal-hal yang sulit dijelaskan lain, yang mungkin menurut kalian sepele, tapi tidak bagi kami. Biasanya itu terjadi satu minggu atau tiga hari sebelum datang bulan.

Pada saat harinya tiba, ketika gumpalan darah keluar dari vagina, pada saat itulah kami tahu bahwa emosi cengeng yang kami rasakan kemarin adalah karena ini, sama sekali bukan karena kami lemah, tapi karena perubahan hormon semata. Rasa lega akan datang untuk sementara waktu, membuat kami bisa sedikit bernapas nikmat. Tapi…

Mengenal Surga

Hari ini terus terang saya tidak bisa melanjutkan cerita. Story of a Stubborn Love, sudah sampai di tahap yang tidak saya sangka-sangka. Saya tidak pernah melakukan sesuatu sampai selesai, sebelumnya, dan Story of a Stubborn Love pun belum bisa dibilang selesai, tapi minimal dia sudah mendekati dan membentuk sebuah alur cerita.

Saya memutuskan untuk menonton video-video perjalanan, vlog dari anak-anak muda yang melakukan perjalanan serupa dengan karakter yang saya buat. Yang justru membuat saya mendadak menjadi sedih tanpa alasan. Ya, hari ini saya merasakan sedih luar biasa, dan yang lebih menyedihkannya lagi, saya tidak tahu kenapa saya sedih.

Mungkin saya kesepian? Well, tidak juga. Karena hari ini saya pergi ke kampus, (setiap kali diutus menjadi bridesmaid, yang saya lakukan pertama kali adalah kembali ke kampus. Bukan apa-apa, itu karena satu-satunya penjahit yang saya percaya di kota ini, tinggal di sekitar kampus). Setelah bertemu Si Ibu, saya merasakan lega luar biasa, karena…

Kalau Kamu...

Kalau kamu pernah menangis sendirian, di ruang kerja yang sepi dari celoteh yang biasanya ramai,. yakinlah  bahwa Allah Maha Melihat.
Kalau kamu pernah diperlakukan tidak adil, dan merasa terhina sebagaimana kantung plastik yang dilempar dari jendela mobil,. yakinlah bahwa Allah Maha Adil.

Kalau hatimu pernah sakit, tersakiti oleh ucapan yang memang dimaksudkan untuk menyakiti perasaanmu, yakinlah bahwa Allah Maha Penyayang.

Dia dengan segala kuasa-Nya, akan menggantikan setiap tangis yang kau simpan diam-diam. Dia dengan segala kelembutan-Nya, akan memberimu bahagia yang selalu kau idam-idam. Masalahmu tidak seberapa dibanding kehebatan-Nya. Mudah saja bagi-Nya memberi apapun yang kamu inginkan. Asalkan engkau bersabar.

Maka sabarlah sayang..
Setiap yang ada disini memiliki ajal. Sedihmu pun memiliki ajal. Perasaan tertekanmu memiliki ajal. Semakin sulit itu terasa, semakin dekat kau dengan penghujung masalah. Cahaya akan terbit, jika malam telah melalui gelap pekatnya.

Bertawakal ha…

Mencintai Karena Allah itu....

Dulu, sewaktu masih pacaran jaman dinosaurus masih hidup, saya sering bertanya tentang satu hal.. hal yang saya lihat ada pada beberapa teman di sekitar saya, namun saat itu tidak ada pada saya. Hal tersebut adalah 'bagaimana cara mencintai karena Allah". 

Saat itu saya mencoba, tapi gagal dan sudah pasti akan gagal. Bagaimana caranya saya mencintai pacar saya karena Allah, the so called 'dalam ketaatan', saat sedang ingkar. Yang saya jalankan adalah hal yang Allah larang, bagaimana ceritanya saya mencintai dia karena Allah. Dan saya tidak menemukan ketentraman di sana.. hingga akhirnya kami berpisah.

Di tahun di mana kami memutuskan berpisah itulah, saya seperti me-restart pengetahuan saya tentang hidup. Saya pikir saya tahu, dan ternyata yang saya ketahui hanyalah sedikit sekali. Saya pun masih penasaran dengan bagaimana caranya mencintai karena Allah.. seperti apa rasanya, dan bagaimana mengaplikasikannya?

Lalu saya bertemu dengan beragam cerita, dengan orang-orang…

Tahap demi Tahap

Cita-cita saya sederhana. Saya hanya ingin menjadi seorang ibu rumah tangga, yang dicintai oleh suami dan dijadikan sahabat serta panutan oleh anak-anak. Sejak dulu saya tidak pernah bermimpi akan berkantor, nine to five, dan mengejar karir. Saya hanya ingin menjadi seorang penulis, dan ibu rumah tangga.

Tapi tahapan yang harus saya jalani, justru berbanding terbalik dengan salah seorang sahabat saya yang sejak dulu memimpikan untuk menjadi wanita karir. Waktu kami duduk di bangku SMP, saya dan sahabat saya ini pernah menuliskan apa yang ingin kita lakukan setelah usia melewati dua puluhan.. saya menulis 'menikah di umur dua puluh dua' dan dia menulis 'menjadi wanita karir dan baru menikah di usia dua puluh lima atau dua puluh tujuh' .. well.. turns out.. dia menikah di usianya yang ke dua puluh dua memasuki dua puluh tiga, dan saya.. di usia yang sebentar lagi dua puluh tujuh.. masih juga.. well.. 

Tentu saya meyakini pasti ada maksud dibalik ini semua. Sampai akhirny…

Cerita Pasir dan Ombak

“Apa yang paling kau takutkan di dunia ini, wahai Pasir?” Bertanya sebuah ombak sembari menggulung pelan.
Suara gemericik indah tercipta saat tubuhnya bertemu dengan Pasir halus di tepian pantai. Pasir halus.. yang ditanya terdiam sejenak. “Sepertinya tidak ada..” jawabnya pelan “mengapa kau bertanya demikian, wahai Ombak?” Sang Ombak sedang menjalankan tugasnya, bergerak mendekat dan menjauh dari sang pasir bersama dengan irama angin.  “Aku ingin tahu, apa yang sahabatku paling takutkan.. agar aku bisa melindunginya dari itu” ujarnya bijak. Ombak memang selalu terdengar bijak. Setidaknya bagi Pasir yang selalu mengaguminya.
“Ah.. ada satu hal yang sangat kutakutkan!” Seru Pasir setelah diam sesaat “aku takut ditinggalkan..” “Ditinggalkan?” Ujar Ombak heran. “Ya. Aku takut ditinggal pergi. Sejak dulu.. aku sudah dipisahkan dari mereka yang mencintaiku. Angin menerbangkanku ke tanah-tanah asing, bergabung dengan siapapun yang dia kehendaki. Aku tidak mengenal mereka. Mereka pun tidak m…

Balancing Self Love and Responsibility - The act of Minimalism

Ada dua kemampuan penting yang harus -dan akan- seseorang pelajari selama ia bertumbuh sebagai manusia. Dua kemampuan ini mesti dimiliki dalam kadar yang imbang, dan keseimbangan keduanya tidak ditentukan berdasarkan umur, melainkan pengalaman dan kemauan untuk belajar (experience and willingness to learn). A wise man once said, 'when it hurts, observe! Life is about to teach you something'. And here is what I learn, from the series of pain that I had these past months. 

The Orientation

Belakangan saya belajar untuk memahami cara seseorang memandang dunia dan lingkungan sekitarnya. Ada yang egosentris, menjadikan dirinya sebagai dasar patokan segala kejadian, dan sebaliknya (namun saya belum tahu istilahnya apa), namun kebalikan dari egosentris yaitu lebih memikirkan dan mengutamakan orang lain untuk dijadikan sebagai dasar patokan.

Misalnya saja orang yang berlaku sesuai dengan keinginan, dia bisa menolak ajakan seorang teman hanya karena dirinya sedang tidak ingin kumpul-kump…

Sedikit Lagi

Dia akhirnya beranjak
“Aku pamit,” ujarnya sembari meletakkan sehelai undangan Dia diam tak bergerak Matanya nanar menatap lembaran yang tergeletak.
*** Dia.. dia.. juga dia Satu persatu mereka pergi Dengan atau tanpa pamit pun tetap pergi Mengulurkan tangan pada jemari yang lain Uluran yang dulu pernah tertuju untuknya, Namun ragu tuk ia remas
*** Pada jumawa ia bertanya Adakah ini hukuman karna tak mau membuka ruang Padahal bukan enggan yang ia pegang, Ketakutan masa silam yang tak ingin lagi dia kenang Lalu semua pergi Uluran demi uluran pun ditarik kembali Tak menyisakan seutaspun untuknya berdiri Dia hanya bisa duduk dalam diam dan sendiri Bertanya pada sang semilir yang membisik
*** Wahai jiwa yang tengah menengadah Salahmu terlalu kecil jika dibandingkan ampunan-Nya Tidak ada yang mustahil bahwa semua kan indah Bukan karenamu mereka berpindah Tapi Dia yang mengaturnya untukmu mengularkan kisah
*** Wahai cahaya yang tengah redup Jika mereka tak memilihmu tuk menjadi pendamping h…

Pada Sebuah Bukit

Pada sebuah bukit dia bertanya Bukankah sudah begitu awalnya?
Ia dipisahkan jauh dari rumah, Oleh karena tabiatnya yang kerap membuat terluka Alih-alih diberi pengertian yang lumrah, Ia justru dijauhkan. Bagai penyakit menular, begitu batinnya
Bumi berputar Waktu bergulir
Si anak kecil kini mengerti, Semua orang ingin hidup dengannya Seorang cerdas, baik, dan juga kaya raya
Alangkah sayang seribu sayang, Ia tidak mengerti caranya membagi ruang
Ia menikmati kesendirian Sebab hatinya masih mengingat pahit Kala ia harus melangkah menjauh dari rumah Keluarga Sahabat Pada usia yang masih terlalu dini untuk mengenal sepi
Kini, Pada sebuah bukit ia menangis Takut jika kelak kan ditinggal lagi Takut tuk menjatuhkan hati Jika pada akhirnya mereka juga akan pergi
—- Nunukan, 060918 Genap sudah arah angin di pulau ini

Diam!

Diam!
Sahutku pada waktu yang terus berputar Pada bumi yang terus bergetar Pada roda yang enggan bergerak ke belakang
Pergikah sepi jika lelah menghampiri? Jika jangkar mulai berlabuh Adakah sandar ku pada-Mu
Ah aku tak peduli! Bukankah tidak pernah ada yang benar-benar peduli? Berhenti! Kataku pada satu hentak kaki
Jika ingin kamu mati, Sambutlah dia yang paling pasti menanti

Fight!

"Lihat aku, sayang..
Yang sedang berjuang.. 
Menunggumu, datang..
Menjemputmu pulang.." -Anji-

***

Saya suka sekali lagu itu. Dalam sehari bisa saya putar lebih dari tiga jam on single repeat hanya karena saya senang nadanya, iramanya, dan liriknya. Tapi tidak setelah saya bawa lagu itu ke suatu tempat di Kalimantan, di mana saya harus menggunakan musik untuk mandi -selain air- supaya pikiran saya teralihkan dari kondisi kamar mandi yang.. yahh..  I used the song to distract my mind from thinking about the dirt below the floor, and it turns out to be the song that reminds me to the dirt below the floor. Euw. So I stop repeating the song. 

Berjuang.. ada banyak macamnya. Dan hal yang paling indah bagi seseorang adalah ketika dia diperjuangkan. Cintanya.. kebaikannya.. kesehatannya.. ketika ada orang yang mau memperjuangkan orang lain, maka dunia seakan tidak penting lagi. Dia sudah punya segalanya, dan itulah yang terpenting.

Saya menulis ini, terinspirasi dari orang-orang di se…

Go!

When the sound doesn’t fit anymore
Here I’m writing to you a goodbye I maybe annoying I might have hurt But we left it all behind
Hush now.. Silence cry No returning back for what has already gone Move forward That they said Why you stay?
Quiting is not always an option Its not always pretty in motion You see people turn their back and move on You should too.
Go some place, Meet some friends, Its not the life that you’ve signed up for Redefined!
As for me.. This is a goodbye. I am moving forward and I’m not looking back Guess I haven’t thank you enough For giving me the lessons I need to learn
As for now I quit.
***
How often do you hear people wanna quit but they didn’t? Got too stuck up with responsibilities and all the invisible tied. I do. I want to. But first.. I have to clean up the mess. I have to pack the desk. And leave a good trace. It’ll end eventually. Why don’t we start now? Before its too late and the rope is getting tighter.
First cleaning is to the person I was once ma…

Ruh and Human Intelligence

Do you believe in soul? If you do.. then do you believe in soul mate? Do you believe that the soul fight for each other?
I used to believe in vibes, in frequency. The energy that traded between two souls, whose meant to be together. And maybe I wasn’t wrong, but I understand now that the souls.. knew each other. They communicate to each other. They recognise each other. Maybe.. (please if somebody knows the theory about this, let me know where to find the book), maybe the way soul communicating to each other is what we call as vibe, or energy. 
There’s this talk that I watched twice (or more), from Nouman Ali Khan with titled ‘Allah is Light upon Light’. I was in search of Allah, when I found this talk. I wasn’t doubting His existence, but I want to know Him more. I want to hear more about His Ar-Rahman, and Ar-Rahiim through youtube videos. But I found this instead. 
In this talk, Nouman Ali told us what is Allah. He is Light upon Light. His light is different than the light that we have …