Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2021

I still remember

  I still remember the heat as we landed on the airport. The crowded small room where people from different land in and out of that small town. I still remember the heat.. as if the Sun is just above our head. I remember that day I asked you a question.. 'why the clouds here or anywhere in this Island, seems closer than the clouds in Bogor?' and you follow my direction, staring at the sky, after a while you say.. 'I don't know. But I'll find the answer someday,'  in your slow and soft voice. I didn't say anything after that, just capturing that moment in my head, while silently staring at the Sky.  I still remember this trip.. one that I beg to be included. My ex was just married, and right after that news emerged, you called me and ask me nonsense. Something we both laughed at over the phone. I don't know if you knew, I was almost in tear that time,, until I heard your voice and everything seems to be just okay after we hang up.  I still remember the co

Rainy Night in Bali

  Tulisan ini aku buat dengan sengaja sebagai pesan tersembunyi, untuk orang yang pernah kenal denganku.. dulu. Aku cuma mau bilang, maaf. Maaf kalau aku dulu terlalu berlebihan. Kamu benar. Gumamanmu benar. Aku saja yang terlalu egosentris. Merasa diri pusat semesta. Kamu benar bahwa aku berlebihan dalam berperasaan. Berlebihan saat melihat Halimun yang terbentang hijau. Dalam pembelaanku, saat itu aku sedang kacau. Baru 32 jam berlalu setelah aku mengakhiri hubunganku dengan dia. Sebuah keputusan yang aku ambil dengan yakin.. sesaat setelah aku mengenalmu. Maaf kalau dulu aku terlalu sering bercanda. Sejujurnya aku tidak suka bercanda. Aku tidak suka orang yang tidak pernah serius dalam hidupnya. Tapi aku salah tingkah. Diam dan dinginmu selalu buatku salah tingkah. Aku sering jadi berlebihan jika salah tingkah. Saat itu, aku belum mengenal yang namanya kontrol diri, kontrol emosi. Aku justru menemukan semua itu.. mencontoh itu.. dari kamu. Yaa.. walaupun kamu tidak sesempurna itu ju

Three Miles a Day

  Morning air breezes as the warm sunlight touches my skin. I start to walk confidently in this empty street. Alone with my running shoes and a black tote bag filled with my wallet and book. I only know one place to go; beach. The same destination I have visited daily since the first day I arrived in this part of Bali. I never found a decent place to read, not as long as I walked this cobblestone path. But I keep carrying my book just in case, maybe one day I get lucky and find a nice shade with the sound of waves swirling back and forth.  I like this so much. I like the idea of me living in a vacation style for months. All I had to do is work from nine to six, Monday to Friday, and strolling to the beach in between my work schedule AND on the weekends. I never get tired of blue sky and sea. Those two are the reason why heaven is so tempting and kept me away from the things I desire; sins. Even though.. I'm not sure how long will I like it. I no longer that person who is anxious ab

Best Days Ever

  Seminggu setelah pindah ke Sanur, saya memutuskan bahwa ini adalah satu minggu terbaik yang pernah terjadi selama kurun waktu pandemi ini. Sanur dan airnya yang tenang, ombaknya yang halus, lautnya yang biru.. menjadi tempat yang paling direkomendasikan oleh orang-orang di kantor. Mungkin karena kami memang lebih banyak bekerja dengan laptop sehingga butuh tempat yang tenang ketimbang tempat dengan musik hingar bingar seperti di area terbenamnya matahari sana. Atau mungkin juga karena kami orang-orang yang cukup berumur, sehingga tidak lagi berminat untuk jejingkrakan menghabiskan waktu menikmati curah keringat dari orang asing. Apapun alasannya, tapi memilih Sanur sebagai tempat untuk tinggal, berdekatan dengan pantai, adalah pilihan terbaik yang saya ambil saat ini. Sedikit banyak tentu saya membandingkan.. membandingkan dua hal adalah hal yang sangat natural pada otak manusia. Saya membandingkan hidup saya jika terus meniti karir di kantor lama, bersabar dengan segala polah, mungk

Hygge: Enjoying Life's simple pleasure

  Menyederhanakan sesuatu bukan urusan sederhana, justru sebaliknya. Rumus matematika sederhana diperoleh dari proses berpikir yang teramat rumit, dan bukan dari proses berpikir orang yang nonton tiktok empat jam sehari (red; saya). Proses penyederhanaan apapun selalu harus melalui jalan paling rumit, sulit, yang sering kali bikin menyerah di tengah jalan. Hygge adalah sebuah kata dari Bahasa Denmark, kata yang tidak sengaja saya temukan dan saya suka sekali. Waktu saya tahu ini adalah Bahasa Denmark saya makin suka lagi. Sejak lima tahun lalu saya memang terobsesi dengan kultur Danish (terlebih sejak nemenin rekan yang pernah mampir ke Bogor dan saya temani kemana-mana waktu itu. Sekarang dia sudah punya anak satu, masih bayi pula.. terharu banget betapa cepat waktu berlalu..) eh malah nostalgia. Hygge adalah sebuah cara menikmati hidup dari hal-hal sederhana yang kita temui sehari-hari; keberadaan keluarga, teman, tubuh yang sehat, tempat tinggal yang nyaman,. prinsip hidup yang menj

Twenty-Nine

  So many people accomplished different things in their twenty-nine. My Mom, for example, she has one stubborn  daughter and one son, and move to a new life far in the Eastern side of Indonesia when she was twenty-nine. I can imagine now how stressful that was.. Merauke dulu gak sama kayak sekarang. Jalan utamanya saja kecil.. setelah beberapa tahun kita tinggal di Merauke baru tuh ada yang namanya lampu lalu lintas. Yang sewaktu itu resmi terpasang, dijadikan objek wisata oleh warga setempat.  Aaand that brought me.. here. Alone in a new city.. yang kupikir akan menakutkan pindah ke sini sendiri dan untuk kerja pulang (ketimbang biasanya hanya untuk liburan). Kerja dari pagi sampai sore, berharap sorenya bisa melepas penat dengan melihat ke pantai, ya walaupun pernah tapi ternyata tidak bisa sesering yang diharapkan. Toh tetap saja aktivitas terbaik selepas ngantor adalah nonton Netflix atau Lapor Pak. But I make new friends here. Orang-orang baru yang saya kenal dan menjadi teman. Wa

Dwiwarna

  Are you a morning person or a night owl? Do you prefer Sunrise or Sunset? Beach or forest? Why are you here?  *** Hal pertama yang paling penting untuk ditanyakan sebelum memilih untuk tinggal di Bali adalah Why . Kenapa? Kenapa mau tinggal di Bali? Apa masih ada pilihan lain selain di Bali? Kalau masih ada, kenapa Bali? Karena ikut-ikutan saja? Fomo ? Karena mumpung murah? Apa? Ini penting karena niat adalah landasan dari segala perbuatan #amin. Pondasi ini harus kuat, karena kalau tidak kita akan gampang goyah di tengah jalan. Bali tidak seindah video vlog youtuber kaya cuy. Kalau sekarang, memang ada banyak alasan kenapa kita harus ikut mencicipi rasanya tinggal di sini, salah satunya ya karena mumpung harganya lagi murah, atau juga untuk mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian negara. #akusayangpemerintah #akusayangSandiagaUno. Kamu harus punya alasan mu sendiri dan itu haruslah kuat. Soal tujuan boleh fleksibel, mengikuti arah angin dan arus ombak. Asalkan ala

90 Days of Re-Rooting

  In order to determine where to live for the next month, I need to breakdown my purpose on why I came to Bali in the first place. This is what I called: re-rooting. I wanna be flexible in where I'm going, as long as my root is deep enough to keep me safe. And I have to write this whole thing down, so I could remember this struggle one day when I'm having a hard time in decision making (again). I see this phase as a 90 days of trial. A bookmark for new beginning, and I have to reinvent my self in order to jump to another stage of life --whatever it might be. Therefore, in this 90 days, I have to live in a new city. As a greedy person --who claimed to be a minimalist-- I don't wanna spend this 90 precious days of mine settling down in just one place. But I also don't wanna have any regret and live in a some weird place with crowded strangers passing through my door. I'm being very picky when it comes to my comfort level. First and foremost, I came to Bali to experien

Between Sunrise and Sunset

  I love both Sunrise AND Sunset. I love the Sun, in fact, I LOVE everything the Sky has to offer. The moon.. the stars.. the planets.. the kites.. yep, even the kites. Now I have to make another decision, because I like to complicate my life, that's all. Whether to stay or to move. If stay, my current place is actually located near where the Sunset is. But I never visited, except for a few times, dan itupun yang jauh dan bukan deket kost sini. If I move, I could have a place near the Sunrise, even if I have to walk around 15 minutes or so.. I don't know how to make this decision, so I went home, order a bubble tea mix with red beans, grass jelly and everything, watch Netflix. WHY bother with places near beaches if all I wanna do is lay on my bed all day and watch Netflix.. -_- I mean.. maybe I'll choose to move. Sunrise is a better thing to chase. I barely have time for Sunset, my work schedule is now mostly crowded in the afternoon due to time-zone differences. If one day

Catatan Hari Ini

  Kita akan selalu dipertemukan dengan jalan yang setara dengan level energi kita saat ini. Semua cerita yang kita lalui, sudah disusun rapi untuk bertemu dengan diri kita yang sesuai dengan cerita tersebut. Tidak ada yang kebetulan, karena semua memang bagian dari sebuah rencana besar. Jika sekarang rasanya masih terlalu absurd untuk ditebak arahnya kemana, pasti suatu hari nanti pun kita akan mengerti. What is my endgame? Bahkan kita sendiri pun sebetulnya hanya bisa mengikuti alur, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah senantiasa mengatur level energi kita, dan memilih jalan yang akan kita lalui. Memilih adalah cara kita menentukan jalan cerita, tapi kita tidak bisa mengatur pilihan apa saja yang kita punya, kita hanya bisa memilih dari jalan yang sudah ada.  Saya pun ingin mengingat hari ini sebagai hari yang luar biasa.. karena ini hari pertama saya bertemu langsung dengan line manager saya, diajak makan siang dengan singkatnya, benar-benar tipe perempuan yang tahu cara menye

[Fiksi] Cringe

  I miss you, you know.. Come back to me. I'm different now, I'm not that person anymore.. *** Aku pun geli melihat diriku sendiri di masa lalu. Saat bertemu dengannya kemarin, pada satu garis pemisah masa.. kami berdiri berhadapan, bertukar pikiran. Diriku yang dulu, benar-benar menjijikkan. Aku paham jika kamu tidak mau pergi dengannya. Tapi aku janji, sekarang aku tak seperti itu lagi. Maka maukah kau kembali padaku? Kita coba ulangi lagi masa yang lalu, dengan identitas kita yang baru? Berkenalan, memulai kembali semuanya dari awal..  Please say yes. *** Bali, 6 Oktober 2021 Boss

My pattern

Omg I just realised this pattern:  yg atas terjadi di tahun 2011, berakhir di 2016 yg bawah terjadi di 2015, berakhir di 2021 Should I be scared...

[Fiksi] 5 Minutes before Monday

  Perempuan itu menghembuskan napasnya, kencang. Memekik tertahan mengeluarkan sesak yang sedari tadi tertahan. Akhirnya ia bisa mendapat ruang tuk menyendiri, mengeluarkan air mata yang sudah tidak sabar ingin mengalir. Ia menjatuhkan tubuhnya di lantai, berlutut, menutup wajahnya dengan telapak tangan yang sudah basah. " God...." erangnya sesak. Ia ingin meminta ampun, ingin meminta tolong, tapi hanya kata itu yang sanggup ia ucapkan di tengah derai tangis yang tak sanggup ia bendung. God..  *** Orang dewasa hanyalah anak-anak kecil yang tengah bersembunyi. Mereka tidak pernah benar-benar tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, apa yang sebenarnya sedang mereka cari. Mereka hanya mengikuti arus, beraksi, berpura-pura mampu mendeskripsikan dunia.  Anak-anak yang sedang bersembunyi itu.. sebagian besar dari mereka justru tengah menanggung luka batin yang tidak sempat disembuhkan. Ah hanya begitu saja, untuk apa dibahas.. berpaling dari tanggung jawab untuk menuntaskan masala

Sometimes

  Sometimes, the only apology we need, is the one that comes from our parents. Sometimes, we don't want them to fix our problems, we just want to hear them saying "sorry we make life difficult for you, we thought it was the best for you" Sometimes, that is enough.  *** Bali, 5 Oktober 2021

This isn't fun anymore

  Who am I kidding.. solitude sucks! Solitude hanya menyenangkan kalau kita tinggal di tempat yang familiar. Kalau tinggal di tempat baru, rasa kesepiannya benar-benar nyata. Entah ini cuma saya saja yang terlalu mellow, karena banyak sebetulnya orang yang merantau jauh ke kota orang, ke negeri orang, sendirian, dan tidak punya siapa-siapa. Saya hanya pindah sepelemparan batu dari rumah.. tapi sebegini curhatnya >.< Yah.. kemampuan orang kan beda-beda ya. Daya tampung seseorang terhadap pain atau beban juga beda-beda. Mungkin kapasitas saya cuma segini, dan makanya saya ditempatkan pada posisi seperti ini. Supaya memperbesar kapasitas, bertumbuh, beradaptasi, dan kalau kata dua orang teman saya semalam.. "biasakan saja dulu sendiri.."  Upaya saya mencari kosan dekat pantai sudah mulai menuju jalan buntu. Tempat yang saya kira sempurna, ternyata jauh lebih menyeramkan dari bayangan saya.. Kuta benar-benar seperti kota mati, beda dengan Canggu. Jauh beda. Sungguh saya in

A Flash

  When your life is flashing before your eyes, and you knew right at that moment that you'll be gone soon.. what would you see? Do you picture her? Do you have a vivid image of them? What is it?