Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2020

The Man Who Invented Christmas

"I say a lot of things that are nonsense when I'm working. You know how ideas took possession of me. You knew I was like this when you married me"

Catherine nodded. Her eyes began to fill with tears.
"Yes.. I did. But you have.. no idea what it's like to live with you. To always walking on eggshells, trying to guess your mood, to knew which of your commands are whimp and which aren't and sometimes I.. I feel your characters matter more to you than your own flesh and blood" she sobs.
There was a pause between Charles Dickens and his wife, Catherine before he said..

"I am who I am.."
"and who is that? It as if there's two of you. One who is kind and gentle and the secret self that none is allowed to know or question"

***
Pojok kamar, habis isya tanggal berapa lupa yang jelas Hari Senin.
Catherine Dickens teach me tonight, on how to be a patient wife of a great man. The great woman behind great man, eh? You mean.. great tears?




Doaku Usahaku

Ni mau kuceritain tentang pergelutanku semalam, berjuang melawan PMS.
Jadi saya ni setiap kali PMS pasti ada keluhan; sakit kepala dan muntah-muntah. Keluhan ini tidak muncul kalau saya lagi banyak kegiatan yg melibatkan aktifitas fisik (mobilitas tinggi pakai kendaraan tidak terhitung). Seperti misal waktu diajak naik tebing di Raijua, itu bikin menstruasi jadi lancar. Kalau lebih banyak duduk apalagi rebahan kayak sekarang, ya pasti keluhan itu muncul.
Sakitnya bukan main. Kepala pening sejak sehabis magrib. Berat seperti digelantungi rindu yang tak kunjung tunai. Peniing sekali, mau nonton film saja tidak selera. Akhirnya saya paksakan untuk berkegiatan. Mulai dari cuci piring, cuci dapur, bersihin sayur 2 ikat kangkung 1 kg timun dan 2 buah lemon, bikin juice, lalu cuci piring lagi, bersihin lantai dan bersihin wastafel. Setelah itu kepala mulai terasa agak ringan tapi si sakit kepala ini masih ada. Lepas solat isya, saya ajak kepala tuk minum juice sebentar, sebelum cuci muka dan t…

Minggu Pagi Bahagia

Oh I’m so proud of my self! It’s my second attempt of bersihin ampela and I did it!!!
No drama, no bleber, nothing! All clean!  Waktu pertama kali coba bersihin ampela ku pingin nangis rasanya liat kuning2 berceceran di wastafel. Jiwa clean and health ku berontak dan akhirnya kubuang semua. Padahal kusuka sekali ampela tapi masaknya peer banget!!
Hari ini.. berbekal tiga video dari youtube, dipelajari baik-baik, di rewind berkali-kali dan kubisa!! Bersihin tanpa kuning nya keluar sama sekali. All packed perfectly di dalam selaput tipis yang Allah cipta, sama sekali tak tersentuh pisau. Aku.. bangga!! :’)
Oh if everyday can be this satisfying!
*** Dapur, cuci tangan 2 kali pake sabun, pake sanitizer, padahal bersihin ampelanya pake sarung tangan plastik yg langsung dibuang gapake dicuci, 28 Juni 2020.

Brooklyn..

It was a movie from 2015 about a young girl who leaves home in Ireland to find a job in New York. Long story short, she fell in love with someone, got married, before she comes back to Ireland to accompany her grieving mother. There when she met another guy, an Irish, handsome and rich guy and started to have her heart torn between two.

Film ini terlalu emosional tapi saya tidak menangis sampai di menit ke 140, saat adegannya menampilkan suasana pantai yang sepi. I dreamt of lying on the beach this morning and it felt real. Saya bangun sambil bersyukur karena masih bisa merasakan pantai dan menikmati pemandangannya walau cuma di mimpi.

Homesick memang payah, di awal film menceritakan kepayahan gadis muda Saoirse Ronan itu melewati homesickness. Saya jadi ingat masa-masa saat saya begitu merindukan rumah, merindukan mama, pulang dengan sekarung penuh cerita yang ingin saya bagi dengan antusias. Masa-masa itu berhasil saya taklukan, yang justru kelewat batas. I have numbed that feeling …

The kind of mother who...

“What I grew up watching in my household was a mother who would receive her husband’s love and affection whenever he thought to offer it, but would then step aside and take care of herself whenever he drifted off into his own peculiar universe of low-grade oblivious neglect. This is how it looked to me, anyway, taking into account that nobody (and especially not the children) ever knows the secrets of a marriage. What I believed I grew up seeing was a mother who asked nothing of anybody. This was my mom, after all—a woman who had taught herself how to swim as an adolescent, alone in a cold Minnesota lake, with a book she’d borrowed from the local library entitled How to Swim. To my eye, there was nothing this woman could not do on her own.”

Excerpt From: Elizabeth Gilbert. “Eat, pray, love: one woman's search for everything across Italy, India and Indonesia.” Apple Books. 

***

I wanna be that kind of mother.

***
Bogor, 22 June 2020

when you..

When you revisit old movies or songs, you’ll see deeper meaning to any of the lyrics or conversations. Suddenly even a little move have meaning.
I just realised that Begin Again was about a woman who fight for her partner’s career, lift him up, support him, and criticize him in a much supportive way, to ends up with nothing. Oh yea I get that part actually.. what I just understand is.. how struggling it is to buy coffees for the partner when she has everything to be part of his world other than just coffee buyer. Ups sorry again.. she wasn’t just a coffee buyer if you know what I mean.. but she did it once on the first scene.
Well. Now if you’re single and you have every money you need in your pocket, but you fall in love with someone who just can’t figure his self out and you started thinking that you wil support him, lift him up, you’ll help him with all pages to read, you’ll negotiate the contract for him and be his forever support... girl you might wanna think about that more than t…

Memecahkan Kode Semesta

Pret!

Semesta gak ngirim kode-kode. Kamunya aja yang kebanyakan mikir.

"Some people think a great deal too much. Of that I'm Certain" -Mary Poppins-

***
Weekend berakhir sudah, dan besok kita sudah akan kembali berhadapan dengan Senin. Apakah kamu siap? Tentu saja? Oh belum? Ya sudah.

***
Sudah siap tidur, skincare sudah, nyalain diffuser sudah, kamar sudah berbau aroma terapi yang bikin ngantuk-ngantuk sedap, kasur sudah dikebut (punten ngebut kasur Bahasa Indonesianya gimana deh), sudah pakai lotion, sudah sisiran, dan pas naik ke kasur..... eh.. kaos kaki tidur satu-satunya yang tersayang tercinta masih tertinggal di jemuran. Untuk ke dapur lagi, kaki yang sudah dicuci dan dilap berulang kali di keset ini harus akan menginjak lantai lagi.. oh tidak. Jadi mending ambil kaos kaki baru dari dalam laci, dan mulai dipasang.

Uwh rasanya beda!
Kayaknya bentar lagi juga akan dicopot ini.

***
Mau nonton Begin Again dulu sebelum tidur. Jadi sepertinya selera film saya berhenti d…

imagine life like this

Seharian cuma makan doang, not even bother to cook karna dikirimi tetangga nasi tumpeng.Nonton, haha hihi dengan teman. Malamnya diffusing oil, wewangian terapi, sambil main game, kalo bosan main game switch ke nonton film.
Life’s good, when you know how to enjoy the hole.
*** Bogor, but I still wanna get married one day

Is a beautiful Sunday

I wake up this morning with pain in my shoulders. Gils baru nyetrika dengan durasi 1,5 film kemarin efeknya langsung berasa pegel di bahu. Umur emang ga bisa bohong ya. But my heart is warm. Jadi ku bangun dengan masih ngantuk solat subuh seperti biasa, yang gak biasa adalah habis subuh langsung mandi. Entah kenapa tiap weekend pasti semangat mandi pagi, bersih-bersih rumah, ulik apapun yang bisa dibuat sarapan,. kalo weekday hmm..

The warmth in my heart ini sumbernya dari sisa obrolan semalam. Hangout dengan teman-teman SMA, bicara tentang apa saja. Seperti rutinitas malam mingguan bagi kita yang memilih untuk tidak kemana-mana. Makanya walaupun badan sakit, ku tak apa.. dan yang terlintas di pikiranku cuma dua: what to eat and what to watch. Indah bukan? Selagi belum ada tanggungjawab yang mengikat semisal membuatkan sarapan buat suami, ku habiskan pagi scrolling film di laman unduh film ilegal. Bye Netflix, sekarang kusudah tahu caranya download film dari internet.

***

Pernikahanny…

Make a New Start

Seperti awak kapal yang berlayar berminggu-minggu, berteriak lantang saat menemukan daratan. Seperti itu juga perasaan kita setelah menemukan apa yang selama ini kita tunggu.

***

All we have to do is believe. 

***

Saya lagi demam Narnia. Kalimat pertama di atas, saya tulis setelah menit ke 15 film Narnia ke-tiga saya tonton. Mereka berlayar, lalu bertemu daratan. Caspian yang tampan dengan sigap mengambil posisi, bersiap berlabuh. Oh tuan.. begitu bahagianya saya dua hari ini, terhanyut bertualang kembali di negeri yang menjadi angan semasa kecil remaja.

***

Bukankah setiap orang menginginkan sebuah awal yang baru? Saat hidup tidak lagi sama, tidak lagi semenyenangkan pada mulanya. Saat beban bertambah berat, dan orang tidak seperti yang dulu di kenal. Pikiran untuk pergi ke kota atau negeri yang baru, memulai hidup dari awal, berkenalan dan beradaptasi, menjadi pikiran penghibur yang bisa sedikit memenuhi rongga kosong di dalam hati.

Tapi tentu kita tidak bisa semudah apa yang diperton…

Masya Allah Tabarakallah

Aku punya deadline baru, yg baru disampaikan sore ini dua jam menjelang selesainya jam kantor. Sebenernya gak baru-baru banget siih. Kusudah bisa menebak kalau akan jadi begini akhirnya. Jadi ku ambil wudhu, istighfar yang banyak, sambil terus memohon kelapangan hati dan dijauhkan dari dosa ghibah.
Kupunya deadline baru. Dan aku.. Berencana besok mau masak sambal goreng kentang ati ampela dan opor ayam. Hihi
*** Bogor, bodoamat tanggal berapa

Another Dear Diary Kind of Post

"Oh my God. Hilma, you are in serious trouble"

"It's not you, it's him."

***

By the time I write this post, I am still not in really good state of mind, but I try to cope with work until miracle happened.

***

3 Hari Lalu.

Saya bangun tidur. Lagi-lagi solat subuh kesiangan. Rasanya banyak sekali yang harus dilakukan hari ini tapi entah mulai dari mana, dan tidak ada semangat apalagi motivasi untuk menyelesaikannya.
Saya ke dapur, berdiri diam di sana sambil berpikir, mau makan apa pagi ini. Ternyata keranjang cucian sudah mulai penuh, saya putuskan untuk mencuci baju. Memindahkan baju ke dalam mesin cuci, menekan tombol dan pergi meninggalkan dapur.

Saya ambil sapu, mulai membersihkan lantai, kemudian kembali ke dapur, mengambil donat beku untuk di defrost. Lantas kembali ke kamar bersembunyi di bawah bantal. Itu berlangsung berulang. Masak, kemudian ke kamar. Kerja, kemudian ke kamar. Makan, lalu ke kamar.

Malamnya, saya menelpon Hera yang sedang berulang ta…

New Normal, Digital Transformation in terms of Eyeliner

I have two moods tonight, and I wanna share both into two different posts.

***
Memang kesepian itu aib dan seringnya orang, saya juga, suka malu dan tidak mau kalau sedang kesepian. Pelampiasannya macam-macam, sebabnya pun juga macam-macam. Tapi jangan diartikan kesepian dengan hanya karena dia tinggal sendirian, masih single, atau hidup di hutan belantara. Namanya manusia tetap bisa kesepian walau sudah menikah, punya anak, rumah mewah, tinggal di kota besar dan tidak pernah sendirian. Itu. Wajar.

Masalahnya, kesepian yang tidak diakui itu efeknya bisa bermacam-macam. Ada yang jadi orang menyebalkan, ada yang jadi pendiam, dan ada yang jadi doyan belanja. Saya? Tiga-tiganya. Saya jarang sih belanja, tapi baru kemarin dan hari ini habis check out di dua tempat berbeda, yang akan saya ceritakan juga.

Lantas bagaimana mengusir rasa sepi?
Pandemi ini benar-benar membuat saya paham akan banyak hal. Saya paham bahwa seseorang bisa menggawangi sesi online, bangun tidur baik-baik saja, lanta…

this is insecurity speaking

Everytime I finished a session, hosting, moderating the talk, in English or in Bahasa, I always feel like bury my self under the ground.
I dont wanna do these things anymore. I dont wanna speak in front of public I wanna hide in my cold and dark room closed all doors and windows nothing not even light to enter. I wanna disappear

help

It doesnt matter how many times I speak in front of public, I’m still nervous when I have a seesion tomorrow. God I cant sleep. My stomach is waving like an ocean I miss the most

Question Mark

So who are you,.?
I hope you're doing well, living a good, happy, healthy life.
I hope it's gonna end soon.
And the time when Allah says "okay, fine, now you both can reunite" like how He made Adam and Hawa reunited on Earth, will happen in not for so long.
Please don't take any longer steps.
I'm tired of waiting, though I still have as much strength as I need to stand on my own feet, but please..
Don't take too long.

***
Bogor, 15 Juni 2020
Ulang tahun Hera, tapi gw yang happy. First, abang grab yang kupesen pagi2 di tengah meeting yang panas. Abangnya baik dan sangat kooperatif, diminta buang struk dia mau, tanpa diminta pun dia ngirim foto kue nya, dia bahkan ngasih ucapan ke Hera secara langsung dan via chat melalui gw.. ku sangat terharu.
Malemnya video call sama Hera, dan ada bocah yang kesenengan nunjukin semuuaaa buku dan mainan yang dia punya sambil sesekali lari-lari keliling rumah muter-muter sambil nyanyi.
:')

And so it goes...

So it's gonna be halfway through 2020 by tomorrow. Bestfriends' birthday is three days in a row starting today and I still have no idea what to give them. I usually know what to give since the month started.

What have you done?
What have you learned?
Is there any skill upgraded during this trial time?
Is this as blessed as you posted?

I. Don't. Know.

I live.. that must be something, right? At least I'm alive.

***
I finally get to see the outside world today, and IN THE EVENING! I never saw lamps that much before.. I was so happy that I forget to send a side job quotation until 9 pm (done by 9.30 and decided to send it anyway. I hope the client still happy dan gak ilfeel dan tetap pakai jasaku. Plis pake jasaku, aku masih pingin beli buah segar tuk dibikin juice).

***

And so it goes..
I revisited old songs this morning, play it out loud.

Belum juga kah kau menyadarinya,
Aku lah yang pantas, untuk kau cintai,
Di bawah langit biru aku bersumpah
Diriku tanpamu,
Apa artinya cint…

Hi.. You

She came back!
To me, she was just walked passed through me. With an exquisite smile and light on her face.
Kata Cika, mungkin karena ini sudah mau hari ke-40, jadi dia sudah akan benar-benar pergi.
Tapi seingat saya dari ceramah-ceramah tentang kematian yang pernah saya dengar, bahwa orang yang sudah meninggal tidak akan pernah kembali ke alam manusia.. so maybe what I saw wasn't her, tapi saya pernah juga dengar dari sebuah ceramah, bahwa kalau orang baik itu punya privillege untuk berpamitan untuk terakhir kalinya. Karena mereka se-tenang itu dalam menghadapi pertanggung jawaban, makanya sempat untuk bersapa. Yang gak sempat itu kalau yang terlalu sibuk dengan siksa kuburnya.. Wallahu'alam..

But I did see her. Dia berjalan anggun melewati saya, pakai jilbab hitam, wajah putih bersih, dan senyum dikulum khas senyumnya. Saya tahu.. ini lebih berat lagi bagi teman-teman saya yang sangat dekat dengannya. Beda dengan saya yang sulit berinteraksi terlebih jika tidak berada dalam …

Lonely Old Man

"Apapun pilihan hidup yang lu pilih sekarang, pastikan jangan sampe bikin lu jadi lonely old man nantinya." Pesan saya pada seorang kawan yang mengaku ingin membujang seumur hidup. Silakan, saya bilang, tapi seorang laki-laki tua yang kesepian itu sangat menjengkelkan.

Makanya dari sekarang, jangan pilih pasangan karna paras. Cantik itu memudar. Atau karna harta, karna hidup itu naik turun anak perempuan yang terbiasa hidup berkecukupan akan sulit mengatur nafas jika suatu waktu harus berkekurangan.

Cari teman hidup yang bisa jadi teman. Yang bisa diajak bicara tentang apa saja. Yang mengerti ceritamu, bahkan mengerti perasaan yang terkandung dalam ceritamu. Cari yang sepaham. Itu saja dulu, mungkin cukup untuk jadi bekal awal sebagai pondasi utama. Ke depan, cerita kalian akan jauh lebih panjang, berliku, naik turun, akan banyak yang kalian hadapi. Jika sepaham itu tidak di dapat, kedepannya sudah kepalang panjang jalan yang ditempuh, bisa-bisa kalian hidup bersama tapi mas…

Rosemary

She is pretty, she is genius, freakishly smart, but she is lonely. Nobody seems to get her. She always wanted to be like ice cream. Because,. you know.. people like ice cream. She couldn't get people to like her, she couldn't get along with anyone. No fruits, no veggies, can befriend her. One that she thought will be her perfect match is chicken. But when chicken gets home, cooked deliciously with traditional spices, rosemary couldn't be around him anymore. She's feeling guilty so she took a step back.

After all, she misses her home. The place where she could fit perfectly. A nice meat grill with simple seasoning, not too oily nor too spicy. She had her place, which she left. She knows she couldn't get back there ever again. She knows there's no place in her old home for her. But she couldn't stand the solitary life. She needs people who understand her, who knows how genius she is, how she could memorize every little detail because she had a perfect memory.

A Wednesday in the life of a confuse woman.

It's eleven past fifteen by the time I wrote this post.
Time flies so fast I barely leave the chair (only change position, when I work I used the chair in the bedroom as I do my scholarship application, I used the chair in the main room).

Life.. is getting to be more familiar right now. Sleeping, wake up, playing games, breakfast, working, clean the house, work again, cook for a little, eat, then work again.. all till afternoon when it was five pm. I only leave the chair three times; to clean the house, to eat, and to pee. Until the work is over and I finally get to rebahan.

So, what now?
Is it gonna be this way, but I believe this must end in some way.
I never doubt the door that He could open for me, but I need to do something. I learned to cook, check. I learned to bake, check. I learned to maintain the house, check.

I sing a lot today. In my room, with the speaker, with video clips I used to love, all run from morning non-stop till afternoon (only stop for a couple minutes whe…

Online Fatigue

Dibalik kemudahan pasti ada kesulitan.
Orang pesimis-realis yang bijak pasti sepakat, bahwa sesi online, semudah apapun itu pasti menimbulkan kesulitan-kesulitan lain yang baru dan masih harus dicari tahu bagaimana mengatasinya.

Bangun tidur main game dulu, lalu bikin sarapan, masih sempat cuci piring bekas sarapan, baru mandi dan siap-siap sampai setengah jam sebelum acara dimulai, hanya bisa dilakukan jika menjadi host sesi online. Kalau sesi offline, dari subuh pasti sudah srudag srudug milih baju dan dandan, loncat ke mobil trus lanjut tidur padahal kelasnya baru mulai jam dua siang.

Meskipun bisa bercelana pendek sambil ngoceh di depan laptop, sesi online bisa dibilang membuat otak berhenti berfungsi. Selepas sesi, alih-alih membuat sertifikat atau kembali mendesain pertemuan selanjutnya, saya malah membalasi chat satu persatu, membuat mailblast untuk semua orang, dan memoderasi akun media sosial dengan foto-foto dan meluncurkan kebahagiaan-kebahagiaan yang tertangkap kamera.

Leb…

Cerita Hari Ini

Lagi nyuci piring sudah kepikiran mau nulis apa.. bahkan kalimat intronya pun sudah tahu.. kata per kata.Beres nyuci piring lanjut ke lain-lain, bersihin kompor, lantai, and all..
Begitu selesai semua.. lupa tadi mau nulis apa. Jangankan kalimat intro, topiknya aja lupa.
*** Heavy headache again today. You know.. period. Tapi saya berhasil tidak minum obat. Bangun tidur mata masih merah, berencana beberes nyapu ngepel nyetrika masak dan ternyata yang terwujud cuma nyapu ngepel, bonus nyuci kamar mandi.
Baru di sore hari kepala mereda, setelah facetime denga Caca itu juga. My Taurean sister yang kok kayak jadi kakak gitu buat saya.. cuma nanya mau makan apa di facetime.
*** Sangat gabut. Sembari menyusun kalimat per kalimat utk disampaikan ke atasan besok.. Duh rasanya kayak mau mutusin cowok.  But am always good with ending a relationship. Tak usah diragukan lagi lah itu.
*** Jadi apa nih yang oke hari ini? Well.. video chat with an old friend, perdana nyobain pake hangout yang ternyata sangat me…

Berjalin Berkelindan

Saya pikir, kalau malam ini masih bisa nulis, berarti tulisan ini memang seniat itu.

***
Wise man once said, life is a scattered dot. It's never random at all.
Tuhan kita kerap memberi panduan dengan teka-teki, supaya manusia-Nya berpikir, berakal, dan mau memahami. Salah satu teka-teki yang Dia beri, adalah dengan 'acaknya' susunan ayat di dalam Al-Quran. Yang hanya jika kita lihat dan telaah lebih dalam, susunan acak itu ternyata saling terkoneksi satu sama lain, membentuk pola bangunan utuh. Seperti titik-titik yang tersebar, saling berjalin berkelindan satu dengan lainnya, hanya bagi mereka yang memiliki ilmu.

Seolah ingin mengatakan bahwa, hidup juga demikian. Satu kejadian dengan kejadian lain seperti acak dan tidak saling berkaitan. Tapi lama setelahnya barulah kita tahu, kenapa itu semua terjadi.

Salah satu teka-teki di dalam Al-Quran yang berhasil dipecahkan dan disambungkan scattered dot nya adalah di Surah Sad lihat di sini.

Malam ini, setelah hangout online jil…

In time of pandemy, if you can't be kind, at least have a bit heart.

If I die tonight in my sleep and this gonna be my last post..
I hope then people will start to realised the importance of mental state at work.

***

Before I continue, kumau cerita kelanjutan dari postingan sebelumnya;
Goreng risol, makan risol, sampai lima belas menit sebelum jam dua belas malam. Kuputuskan untuk tidur bentar di depan laptop yang masih menyala berharap lima belas menit kemudian akan terbangun dengan suara-suara. Ternyata ku baru bangun jam 00.23, 7 menit sebelum sesi berakhir. Sesi yang paling ditunggu lenyap begitu saja hanya gara-gara 'ah tidur lima belas menit lah'. Ngegampangin.

***

Ini tulisan curhat. Skip aja kalau malas dengan hal curhat.

***

Mental health is real. Bukan mengada-ngada dampaknya, bahkan bisa se-mematikan covid jika jatuh dan ditangani oleh orang yang salah. Tapi, masih banyak orang yang abai dengannya. Padahal simple saja sebetulnya, kalau tidak bisa bersikap baik, ramah, dan perhatian, setidaknya tahu batas.

Di tengah pandemi seperti in…

Food is Us!

My Frequently Asked Question adalah: kok bisa sih Hil males makan? atau kok bisa sih gitu doang kenyang? atau Aku kalo stress maunya ngunyah, kok kamu nggak sih..

First of..
Jangan gampang percaya pada postingan di media sosial. Itu semua hanya masalah framing. Sebagai seorang penggemar indomie pakai nasi yang kalau posting foto indomie hanya indomie nya saja, saya paham betul framing sudah menjadi bagian dari hidup kita selama bertahun-tahun sejak instagram muncul ke permukaan.

Kalau ditanya kenapa saya malas makan? Saya juga gak tahu, dari kecil memang sudah begitu. Tapi apa saya memang tidak suka makan? Jangan salah, kalau sedang craving saya bisa makan nasi rendang sebungkus habis tanpa sisa bahkan sebutir. Kenapa badan saya kurus terus? Saya memang pernah gemuk, dan sejujurnya sejak itulah saya kapok.

Sejak saya kapok punya badan gemuk, saya menjadi lebih concern terhadap makanan. Mulai pergi ke gym dan menghitung kalori sebagai bentuk diet yang saya anggap sehat. Apakah berhasil…

Toxic People #1

What kind of leader would send an instruction by 8pm and an hour after, and its not even related to the job only for his fun agenda with his old friends.?But that happens. Deal with it.
*** Bogor, June 3rd 2020 Udh ngantuuk parah sampe nutup laptop batalin ikut sesi malam.. sebelum tidur tengok hp mendidih lagi darah. I need to live the type of life in which i dont have to deal with those kind of people. Or else I’ll spend more money on medication than food.

Money Matters

People don’t usually share their financial issue, right? Not to colleagues, not to friends, families, BESTFRIEND, not even to the parents. Or maybe some people just lucky enough to have other human beings other than their spouse to share it with, but most people.. including me, don’t have one.
Saya bahkan tidak mengikuti topik-topik pengelolaan keuangan seperti yang ramai di media sosial. Bukannya apa, mereka itu pakai metode fear marketing yang bikin overthinker macam saya makin rawan depresi. Saya lebih banyak belajar mengatur keuangan dari sahabat atau teman yang memang concern soal itu, dan following jouska. Rasanya lebih bisa aja hati saya menerima celotehan dan saran dari mereka ketimbang dari tulisan berderet-deret yang saya baca tapi pikiran saya kemana-mana.
Akhir-akhir ini saya merasa orang-orang jadi semakin pendiam. Banyak yang kemudian menarik diri lalu menghilang. Interaksi di media sosial tidak seramai biasanya, dan kelas-kelas online bersertifikat semakin laku keras. Kap…

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help.

This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years.

I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life.

It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk to m…