Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2020

Ujian datang pada yang paling dicintai oleh hati

Allah menguji hamba-Nya dengan apa yang mereka paling cintai.
Nabi Ibrahim dengan putranya; Nabi Ismail.
Nabi Yusuf dengan ketampanannya; digoda sang majikan.
Nabi Muhammad dengan kejujurannya; beliau dianggap gila, padahal sebelumnya diberi julukan Al-Amin alias orang yang paling terpercaya.

Tadi juga kunemu di surat At-Taubah, ayat (berapa lupa) tentang orang yang enggan pergi berperang. Lalu Allah berkata yang kurang lebih artinya, kalau engkau lebih mencintai keluargamu atau rumahmu dibanding Allah dan Rasulnya, maka tunggu hingga balasan Allah datang menimpa.

Lagi-lagi jadi ingat BCL. Lalu kuberpikir.. berarti memang Allah masih sayang banget sama keluarga mereka. Ini cara Allah menyelamatkan mereka dari siksa yang lebih panjang lagi. Kan setelah hidup di dunia selama 50-60-70 tahun, kita masih akan menghadapi tiga alam kehidupan lagi yang lamanya masing-masing bisa sampai ratusan tahun.. setelah ini kan Alam Kubur itu lamanya sampai Hari Kebangkitan. Kaum Nabi Nuh yang sudah rib…

Menangis semalam tapi bukan Audy

Iya semalam kunangis,
Kayaknya bikin training ga pake nangis tu kurang gigit.
Nangis.. nangis.
Sampe gak mau buka whatsapp sampai pagi.
Bangun jam empat dengan muka bengkak
Mata cuma bisa kebuka setengahnya.,
Setelah matahari terbit sempurna kutidur lagi
Bangun lagi muka udah agak beres dikit,
Ku duduk, bangun, dan nyeduh kopi.
Goreng donat, taburin gula halus.
Sambil duduk di depan sepiring donat dan segelas v sixty
Ku mikir..
Semalam.. yg ditangisin tuh.. apa?
-_-

sedikit cara bertelanjang jiwa

dapat teguran dari pihak luar,
peserta belum mencukupi, target untuk dikejar tinggi.
banyak permintaan, tapi yang bisa memenuhi tidak ada.
minta tolong sana sini, semua orang sibuk dan permintaan tolong ku bagaikan angin lalu.
komunikasi makin memburuk, grup whatsapp jadi ajang menyalahkan pihak sana sini tanpa mau berbenah diri

katanya kalau hujan adalah waktu mustajab untuk berdoa,
Ya Tuhan,
aku minta kepala yang lebih dingin dari biasanya, hati yang lebih lapang dari biasanya, dan otak yang bekerja lebih cerdas dari biasa. Dan semua itu bisa kubuat, tanpa menyakiti hati siapapun (kecuali yang sudah nyakitin duluan dan gak pernah minta maaf).


Still.. Gilbert

I cant think of anything


Oh dear Anne,

I love it when Anne says she should know what’s in Gilbert’s heart, instead of just assuming.
I cry when Diana against her parents who yelled at her because she wants her own future to be hers.
I understand how family, raising kids, married, social status, are long become burdens for humanity, but we could never escape from it.

I was Anne, with a parents.
That’s what I kept saying to my heart, and seeing how excited she is to go to college, and I remember it feels like yesterday I was just a new college girl with whole new life to discover, and yet.. it was ten years ago already.

Time flies,

And Marilla said.. “tell me everything”

From Anne I see that the most wonderful thing that could ever happened after a wonderful adventure is having someone to talk about it. I didn’t have anyone to talk about my Raijua trip until a client came and she killed the time asking about my trip. I wouldn’t tell everyone about it because they won’t appreciate the feeling that I try to tell. So I chose to tell it only to those who ask.. only two people as I recall. Mom doesn’t count. She always despised such a trip. Dangerous she said. Unappropriate she said. I better write it here than telling people. And I realised.. how lonely it is.
So I understand one thing.. one that I kept asking my self about my last relationship., ‘why did I fall for him in the first place?’ The answer is.. because he asked me.. on one long journey to Sentarum Lake, he asked me through short message.. a text.. ‘how do you feel about the journey’ he said.. and that’s when I thought he was the one. I almost think I’m an idiot, falling that easy. He might be …

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

#16 Dee [Fiksi]

My wedding is in a few months and I had to wonder.. was I really in love? Seeing Rain and Biru last night, picking up their cloths and their stuff to spend the night in the hospital, to see how they carefully prepare every meals for their son, and how they monitor the baby and the nanny every minute and hour... I have doubt that I my self would ever do that much to another person.

I wonder..
Was I ever really in love? At least one like Rain and Biru had between them. The love to take care, to protect.. all I know is, whenever I fell in love,. It must have something for me. I always put my self first. My first boyfriend was.. well how should I say.. a mistake. But he benefited me so much that I couldn’t go to school without him. I wasn’t in love with him but I’m getting used to be with him. Until the need for his service is over, my love for him also gone.

Probably that’s my karma, when I finally fell in love without reason, and that guy didn’t love me back, instead he was just being nice…