Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2017

The End of New Beginning

Here comes July. Perfect time to begin a journey. 30 days challenge? You name it. Minimalism is a principle and it applied differently to everyone. Bukan berarti dengan menjadi minimalist kita bener-bener gak boleh punya benda apapun yang berlebihan. Tidak.Bagi saya, minimalism adalah memanfaatkan sepenuhnya benda yang dimiliki, sambil mengeliminasi benda-benda yang tidak begitu memberi fungsi pada kehidupan kita. Bukan berarti tidak boleh punya sepatu lebih dari tiga pasang, atau punya ponsel lebih dari satu. Tapi bagaimana memanfaatkan semua benda itu semaksimal mungkin, tanpa ada yang hanya sekedar jadi pajangan.Mungkin iya ada juga, minimalist ekstrim yang benar-benar hanya memiliki beberapa pasang baju, satu pasang sepatu, dst. As for me, the journey to become minimalist is to find inner peace in life. And peace won't come while you still comparing your life to each other. Comparison is a thief of joy, remember? ***First of July.. Let us all begin. Today for a better tomorrow…

To Let Go

The Art of Let Go

The basic principle of minimalism is to let go.Letting go of something that used to be part of our life is never easy. But what if that something doesn't add value anymore, and just weigh you down?In everyday life we hold onto something that we expect to be last forever. New shoes. New clothes. New friends. Only time reveal what is truly we need and what is just.. A memory.***Sejak mengalami kegagalan dalam urusan hubungan - love life - saya belajar memahami dan merelakan sesuatu yang benar-benar saya cintai dan saya pertahankan. Tentu saja sulit. Melibatkan banyak pengalaman bodoh, kelakuan tolol - yang saya sesali kemudian - serta tidak terhitung berapa banyak phone call acak hanya untuk mengusir sepi.Change is painful. Yang biasanya ada teman bicara, sekarang ponsel sunyi tak berdering. When there was always someone to turn to during the bad day, now that we have to deal it our self. Tapi dari situ lah justru saya menemukan banyak pintu-pintu lain yang satu persatu mengarah pad…

Expecting the Unexpected

Yang menjadi trigger bagi seseorang untuk merubah hidupnya seringkali adalah pain. Pain does change people. If you get enough pain, you'll understand.Hard times.. are often considered as pain. For the number of struggle lead us to the time with our self, hoping, wishing and waiting.But nothing will grow without pain and difficult time. Even the seed needs to crack the coat open to be a beneficial plant. ***Masa sulit seseorang seringkali terjadi di fase-fase akhir yang juga adalah awal. Ketidakpastian yang selalu menghantui, membuat gelisah dan cemas tidak karuan. Saat ini saya sudah bekerja di sebuah perusahaan konsultan yang bergerak di bidang Sustainability. Umur saya baru menginjak dua puluh lima tahun, dan saya cukup puas dengan apa yang sudah saya raih hingga saat ini.Tapi lima tahun kebelakang.. Disaat saya baru saja menginjak usia dua puluhan, ada kekhawatiran besar yang jawabannya baru datang lima tahun kemudian. Hari ini. Tentang masa depan, tentang karir dan pekerjaan, …

How I Found Minimalism

Seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya, saya mengenal prinsip ini bermula dari kawan yang merekomendasikan buku Marie Kondo berjudul The Life - Changing Magic of Tidying Up. Sejak itu, saya mulai browsing disana-sini mengenai prinsip decluttering dan akhirnya sampai pada Joshua & Ryan pada salah satu topik Ted Talk.

Minimalism is stress relieving. Tanpa saya sadari, selama ini saya sudah dikelilingi terlalu banyak benda yang saya simpan sejak lulus SMA dan kuliah. Buku dan diktat kuliah, bingkai foto beserta beberapa foto yang dicetak untuk kenang-kenangan, kado-kado perpisahan semasa menjelang kelulusan, semua tertumpuk di dua - tiga box container yang selama bertahun-tahun hanya diam di pojokan tanpa pernah digunakan.

Saya tidak pernah tahu bahwa benda-benda itu meng-absorp energi positif sampai saya mengeluarkan nyaris setengahnya.

I decluttered everything I could eversince. My digital life, friendships, commitments, work life, everything I purged felt like another weight…

The Minimalist

Did you find that life.. is getting more complicated lately? 
Bunch of stuff. Clutter in the house. Busy schedule. too many food wasted. Restless mind.  When we're too busy with the job, our mind wander from one task to another, yet we forget to live the day and let it slipped away. All the things inside our mind is just the unfinished task from work, or the anxiety of how life will be tomorrow.  Kegelisahan, kecemasan, stress, dan bermacam pikiran lainnya yang seringkali membuat kita sulit beristirahat. Study says that penyakit yang timbul pada fisik seseorang, kebanyakan disebabkan oleh gangguan emosi yang berkepanjangan. Itulah kenapa penting sekali bagi seseorang menjaga inner peace dan menjaga hidup tetap seimbang antara learning and earning, earning and happiness.  *** Bagi pekerja, tentu tingkat kecemasan dan kegelisahan tertinggi ada pada tugas-tugas yang seolah tidak ada habisnya. Bertumpuk pekerjaan, deretan email untuk dibalas, dokumen-dokumen untuk di review, dan telepon…