Skip to main content

Posts

Twenty-Nine

  So many people accomplished different things in their twenty-nine. My Mom, for example, she has one stubborn  daughter and one son, and move to a new life far in the Eastern side of Indonesia when she was twenty-nine. I can imagine now how stressful that was.. Merauke dulu gak sama kayak sekarang. Jalan utamanya saja kecil.. setelah beberapa tahun kita tinggal di Merauke baru tuh ada yang namanya lampu lalu lintas. Yang sewaktu itu resmi terpasang, dijadikan objek wisata oleh warga setempat.  Aaand that brought me.. here. Alone in a new city.. yang kupikir akan menakutkan pindah ke sini sendiri dan untuk kerja pulang (ketimbang biasanya hanya untuk liburan). Kerja dari pagi sampai sore, berharap sorenya bisa melepas penat dengan melihat ke pantai, ya walaupun pernah tapi ternyata tidak bisa sesering yang diharapkan. Toh tetap saja aktivitas terbaik selepas ngantor adalah nonton Netflix atau Lapor Pak. But I make new friends here. Orang-orang baru yang saya kenal dan menjadi teman. Wa
Recent posts

Dwiwarna

  Are you a morning person or a night owl? Do you prefer Sunrise or Sunset? Beach or forest? Why are you here?  *** Hal pertama yang paling penting untuk ditanyakan sebelum memilih untuk tinggal di Bali adalah Why . Kenapa? Kenapa mau tinggal di Bali? Apa masih ada pilihan lain selain di Bali? Kalau masih ada, kenapa Bali? Karena ikut-ikutan saja? Fomo ? Karena mumpung murah? Apa? Ini penting karena niat adalah landasan dari segala perbuatan #amin. Pondasi ini harus kuat, karena kalau tidak kita akan gampang goyah di tengah jalan. Bali tidak seindah video vlog youtuber kaya cuy. Kalau sekarang, memang ada banyak alasan kenapa kita harus ikut mencicipi rasanya tinggal di sini, salah satunya ya karena mumpung harganya lagi murah, atau juga untuk mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian negara. #akusayangpemerintah #akusayangSandiagaUno. Kamu harus punya alasan mu sendiri dan itu haruslah kuat. Soal tujuan boleh fleksibel, mengikuti arah angin dan arus ombak. Asalkan ala

90 Days of Re-Rooting

  In order to determine where to live for the next month, I need to breakdown my purpose on why I came to Bali in the first place. This is what I called: re-rooting. I wanna be flexible in where I'm going, as long as my root is deep enough to keep me safe. And I have to write this whole thing down, so I could remember this struggle one day when I'm having a hard time in decision making (again). I see this phase as a 90 days of trial. A bookmark for new beginning, and I have to reinvent my self in order to jump to another stage of life --whatever it might be. Therefore, in this 90 days, I have to live in a new city. As a greedy person --who claimed to be a minimalist-- I don't wanna spend this 90 precious days of mine settling down in just one place. But I also don't wanna have any regret and live in a some weird place with crowded strangers passing through my door. I'm being very picky when it comes to my comfort level. First and foremost, I came to Bali to experien

Between Sunrise and Sunset

  I love both Sunrise AND Sunset. I love the Sun, in fact, I LOVE everything the Sky has to offer. The moon.. the stars.. the planets.. the kites.. yep, even the kites. Now I have to make another decision, because I like to complicate my life, that's all. Whether to stay or to move. If stay, my current place is actually located near where the Sunset is. But I never visited, except for a few times, dan itupun yang jauh dan bukan deket kost sini. If I move, I could have a place near the Sunrise, even if I have to walk around 15 minutes or so.. I don't know how to make this decision, so I went home, order a bubble tea mix with red beans, grass jelly and everything, watch Netflix. WHY bother with places near beaches if all I wanna do is lay on my bed all day and watch Netflix.. -_- I mean.. maybe I'll choose to move. Sunrise is a better thing to chase. I barely have time for Sunset, my work schedule is now mostly crowded in the afternoon due to time-zone differences. If one day

Catatan Hari Ini

  Kita akan selalu dipertemukan dengan jalan yang setara dengan level energi kita saat ini. Semua cerita yang kita lalui, sudah disusun rapi untuk bertemu dengan diri kita yang sesuai dengan cerita tersebut. Tidak ada yang kebetulan, karena semua memang bagian dari sebuah rencana besar. Jika sekarang rasanya masih terlalu absurd untuk ditebak arahnya kemana, pasti suatu hari nanti pun kita akan mengerti. What is my endgame? Bahkan kita sendiri pun sebetulnya hanya bisa mengikuti alur, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah senantiasa mengatur level energi kita, dan memilih jalan yang akan kita lalui. Memilih adalah cara kita menentukan jalan cerita, tapi kita tidak bisa mengatur pilihan apa saja yang kita punya, kita hanya bisa memilih dari jalan yang sudah ada.  Saya pun ingin mengingat hari ini sebagai hari yang luar biasa.. karena ini hari pertama saya bertemu langsung dengan line manager saya, diajak makan siang dengan singkatnya, benar-benar tipe perempuan yang tahu cara menye

[Fiksi] Cringe

  I miss you, you know.. Come back to me. I'm different now, I'm not that person anymore.. *** Aku pun geli melihat diriku sendiri di masa lalu. Saat bertemu dengannya kemarin, pada satu garis pemisah masa.. kami berdiri berhadapan, bertukar pikiran. Diriku yang dulu, benar-benar menjijikkan. Aku paham jika kamu tidak mau pergi dengannya. Tapi aku janji, sekarang aku tak seperti itu lagi. Maka maukah kau kembali padaku? Kita coba ulangi lagi masa yang lalu, dengan identitas kita yang baru? Berkenalan, memulai kembali semuanya dari awal..  Please say yes. *** Bali, 6 Oktober 2021 Boss

My pattern

Omg I just realised this pattern:  yg atas terjadi di tahun 2011, berakhir di 2016 yg bawah terjadi di 2015, berakhir di 2021 Should I be scared...