Skip to main content

Posts

Hai, 5 Tahun

Hai, 5 tahun..  Begitulah cuitan saya pagi ini saat bangun tidur yang ke-tiga kali.  *** "Hari ini aku lima tahun, Bu.." saya berbicara pada Bu Ela siang tadi. Kami sedang duduk bersama enam orang lain di ruang belakang kantor CU17A, menikmati makan siang yang disajikan dari tetangga sebelah yang baru pindah. Ruangan ini, ruangan pertama saya secara resmi berstatus karyawan. "Oh ya? 1 Desember? Wah selamat.." Mata saya menatap lekat wajah cantik perempuan berusia empat puluhan itu, namun pikiran saya melayang pada kali pertama saya mengenal kantor ini. *** Adalah Kak Ex yang membawa saya ke sini, merekomendasikan saya pada seorang manajer yang menawarkan sebuah project lapangan. Saat itu saya masih tingkat akhir, dan tengah menyelesaikan penelitian skripsi. Tapi tawaran itu tidak saya tolak, walaupun pertama kali ikut meeting rasanya deg-degan bukan main. Nyaris membatalkan keikutsertaan, hanya karena saya terlalu gugup mendapat pekerjaan mendadak dengan bayaran san
Recent posts

Monday

 Have you ever throw up and feel like your entire meal is leaving your body?  I do. And it feels like the feeling of abandonment which I knew so well back before high school..  *** Some people live day by day with very limited amount of money. Paycheck to paycheck, while some others can buy the world with their money. But everyone got their own struggle. Some may live in a small house but can enjoy their dinner gracefully, and some.. may have to think hard what to eat because nothing interest them anymore. I say, we shouldn’t compare our lives to others. We never know, what’s inside their closed door. *** Bogor; 30 November 2020 Mesen makan siang ayam bakar dibeliin ayam nasi padang bumbu rendang sambel ijo. Ya udah dibeliin kan ya ku makan. Malemnya gini. Keluar semua isi perut. Sampe dasarnya terkuras habis dan lemes. Isi perut aja ninggalin gue, hiks

Makase wa, so beken sanang hati

Iya, itu kalimat Yayuk saat terakhir kali kami video call ber-empat. Padahal selama video call dia jarang tersenyum, jangankan tersenyum, menggerakkan bibir pun susah. Wajahnya tirus, pucat, dan menahan sakit yang sangat dahsyat. Tapi setelahnya, kalimat itulah yang dia tulis di grup whatsapp yang dia buat untuk kami. Membacanya, darah saya berdesir oleh karena lega yang menyapa. Sejak saat itu, kalimat itu yang selalu saya ucapkan setiap kali bertemu, berkumpul, bercerita, dengan siapapun yang membuat saya senang hati.  *** Bogor, 30 November 2020, 00:01 Makase wa, so beken sanang hati, brings a different vibe than thank you for making me happy.  Juice yang mempersatukan :)

Kamu tidak bisa tidur? Kenapa?

 Mikirin apa? Tabungan? Penghasilanmu tidak memungkinkanmu untuk menabung? Bukankah rejeki setiap orang itu sudah ditakar dan tak akan tertukar? Kenapa resah? Bukankah Allah Maha Kaya? Tinggal minta semua pasti dikasih karena Dia Maha Mendengar, Mengetahui dan Maha Memberi. Ooh.. kamu sudah berdoa tapi belum diberi juga? Coba lihat gimana cara berdoa mu.. solatmu sudah benar belum? Sehabis takbir saat bibir membaca doa iftitah pikiranmu melayang ke mana? Ke menu makan siang atau ke makna doa yang sedang kamu baca? Eh gimana? Bukan mikirin tabungan? Trus apa dong? Mikirin pencapaian? Kenapa teman-temanmu pada sukses, punya pekerjaan yang mapan, bisa beli rumah, liburan, sedangkan kamu masih dengan gaji pas-pasan? Hmm.. Kenapa harus dibandingkan? Kenapa kamu harus punya apa yang dia punya?  Kan kamu tidak tahu konsekuensi seperti apa dibalik sesuatu yang orang lain miliki dan tidak kamu miliki. Bisa jadi kamu gak akan sanggup nanti menanggung konsekuensi itu. Coba lihat ke dalam dirimu s

Selamat ulang tahun, Ka Bukhi!

Ibu Ranah Bhumi, Yang pertama kali mengenalkanku pada teknik Marie Kondo. Jalan yang kemudian ku telusuri, membawaku jauh pada minimalism, dan kembali pulang tuk mengenal Islam. Yang membuatku semakin yakin bahwa semua perempuan adalah seorang Ibu, dengan atau tanpa anak biologis.  Yang membuatku terinspirasi, untuk mengerjakan apa yang kita yakini dengan sepenuh hati. Terima kasih karena sudah menginspirasi, Aku selalu suka mengelilingi diri hanya dengan orang-orang yang punya dedikasi. Karena hanya dengan begitu, ku bisa ikut bertumbuh ke atas dengan akar kuat menghujam menuju dasar Bumi. *** Bogor, (masih 28 November jelang dini hari, padahal sudah ngantuk sekali).

Love youu

Sampai kamu tahu apa yang kamu mau, jenis hidup seperti apa yang ingin kamu tempuh, dan mencintai dirimu sendiri sepenuh hatimu, sampai itupun kamu akan terus dipertemukan dengan cinta-cinta yang salah. Yang menghancurkan hatimu, membuatmu jatuh sampai lupa rasanya bangun lagi. Kamu terlalu sibuk mencari dan menunggu cinta dari orang lain, sampai lupa bahwa satu-satunya cinta yang kamu butuhkan adalah dari dalam diri sendiri. Bahkan kamu lupa, ada Dzat yang selalu mencintaimu, tidak peduli seberapa besar ingkar yang pernah kamu lakukan. Di Hari Jumat yang bahagia ini --Hari Jumat selalu istimewa, dengan warna matahari yang pasti berbeda-- saya doakan kamu dapat segera menemukan mu, dan mencintai mu. Karena ternyata, at the end of the day, cuma itu yang paling penting dan kamu butuhkan. Lainnya bonus. *** Bogor, 28 November 2020. 00.09 I love her, and I accept her.

The Wives of World's Greatest Leaders

Michelle and Barack Obama is the ideal couple for me., dua-duanya nulis buku, bisa kebayang bagaimana aktifitas keseharian mereka di rumah. Bangun pagi, siapin sarapan, ngobrol bentar, trus mereka duduk dengan bacaan masing-masing, menulis, sampai siang. Lalu mereka makan siang, habis makan siang leyeh-leyeh sambil bicara tentang apa saja, di halaman atau di mana, sampai jelang sore. Jelang sore kembali mereka mengeksplor dunia lewat video ted talk atau buku atau apapun, sampai tiba waktu makan malam. Dan seterusnya.,  Saya tertawa melihat ekspresi Barack Obama ketika Stephen Cohlbert membandingkan bukunya dengan Michelle yang sudah terjual sepuluh juta copy ( ten million copies, can you imagine?)  dan ditanya bagaimana dia bisa berkompetisi dengan itu. Yang dijawab dengan lucu, bahwa para publisher menjual bukunya dengan buku Michelle secara sepaket, so there's no way I can compete with that, ujarnya. Saya tertawa, sekaligus iri membayangkan perasaan Michelle yang punya sesuatu ya