Skip to main content

Posts

Children are not a means to your unfinished ambition

Just because you love a town you send them there to study so you can still have a connection to the town.Or just because you used to dream of becoming a doctor, you push them to be one.
Children are not yours. They’re their own person, with their own mission. You are just a means to their path, one that mutualy benefiting each other. You raised them well and in exchange, every good deeds that they do, are coming back to you. That’s all. As for the dunya part., they are their own man.
You will be forever their parents, older, (supposed to be) wiser, and more experienced. But they also have their own thinking, maybe you won’t listen because what do the kids know, right? But try listen. If you wanna get the mutual respect, you should make them feel heard. Or they walk away forever.
Recent posts

Pada Hari Senin

Pulang ke rumah dengan kepala yang seperti dihujam samurai. Berat dan sakit sekali rasanya apalagi kalau abang gojek ngelewatin gundukan, ngerem aja sakit minta ampun apalagi dia gak ngerem. Saya hanya diam sepanjang jalan istigfhar dan berusaha menikmati pemandangan Bogor sehabis hujan. Kalau ada kubangan, dari jauh saya sudah pasang ancang-ancang, menahan kaki di pijakan dengan lebih kencang setidaknya untuk meredam sedikit hentakan. 
Tetangga seperti biasa sedang duduk di halaman rumahnya saat saya sampai. Menyapa sebentar, membicarakan hal-hal remeh tentang ikan dan harga-harganya, tentang kemajuan jualan ikannya, sedikit tertawa pada topik yang rasanya sangat domestik dan ditutup dengan 'tetangga gue juragan ikan' ujar saya yang dibalas 'tetangga gue juragan juice' katanya.
Saya benar-benar hanya ingin sendirian, berdua dengan pikiran. Tas saya letakkan sembarangan, langsung menyiapkan makan malam yang hanya sebutir alpukat dan tiga sendok gula merah, yang saya ting…

Gara-gara nonton 'A Sliding Doors'

Orang ketiga, perempuan lain yang muncul tiba-tiba, suami yang mendadak dingin tapi alasannya rahasia, anak-anak yang terlanjur dewasa dan mengerti artinya cinta, ikatan yang tidak bisa dilepas tapi dijalani tidak membawa bahagia.. if you think life is easier when you have what you don't have now, think again. 
Ada banyak kerumitan yang terjadi ketika seseorang memilih untuk berumah tangga, pun sama, banyak juga kerumitan yang ada bagi seseorang yang masih terus menerus sendirian. Dua-duanya punya level kesulitan dan tantangan berbeda tapi pasti selalu ada. Jadi berhentilah berpikir bahwa hidup akan lebih indah besok ketika sudah menikah, atau besok ketika sudah punya anak. Hidup itu selalu indah mulai dari sekarang, dengan atau tanpa keinginan yang terwujud itu. 
Asal kita selalu terhindar dari perbuatan buruk yang Allah tidak senangi. Seperti memakan bangkai teman sendiri --alias ghibah-- kemarin ya saya habis ditraktir makan sama teman, yang dengan antusias dari malam secara per…

October in Bogor

Sebuah kutipan dari Bude Sumiati dua hari lalu, Bude Sumiati yang selalu jenaka menggelitik nan hadeh. Katanya.. "sedang menguatkan diri tuk mau jatuh cinta lagi" yang langsung saya quote tweet pakai emoticon terbahak. Tidak lama kemudian menyusul sebuah mention dari kawan SMA saya, berkata "why is this reminds me of you.." sambil tertawa. 

***
Oktober --baru saya sadari-- ternyata banyak sekali mengandung permulaan. Misalnya, ini adalah Bulan saya di wisuda, lima tahun yang lalu. Tepatnya 22 Oktober 2015 dan saya masih ingat betul kecemasan saat itu tentang jenis karir seperti apa yang hendak saya tempuh. Saya ingin yang bisa jalan-jalan, tapi juga memperjuangkan lingkungan, tapi tidak terlalu konservatif hingga tertutup pikirannya melulu tentang perlindungan. Dijawab tunai oleh Allah di bulan berikutnya, November, tanggal 3 saya bertolak ke Pangkalan Bun oleh ajakan seorang rekan yang baik sekali, dan on the fifth of November, saya masih ingat betapa mangkelnya ke…

A Wednesday

I don't feel like 'live' today. Tidak biasanya, padahal kalau sehari sebelum sesi online, saya sangat semangat mempersiapkan ini dan itu, mencatat setiap detil yg harus saya sampaikan supaya tidak ada yang terlewat. Sekarang, saya malah baru mulai mengirimkan link ke peserta pukul sembilan malam, dan bikin presentasi untuk opening satu jam setelahnya. 
Mungkin trauma.. mungkin saya memang tidak sekuat itu menghadapi omongan orang. Sesi terakhir berlangsung sangat meriah, semua yang datang antusias, dan sesi kali ini pun jumlahnya hanya sedikit berkurang dari sesi sebelumnya yang artinya ya masih sama banyak juga.
Seperti hilang selera makan, tapi makan ayam bakar sambil facetime dikadik abege dua itu habis juga. Seperti enggan skincare, tapi lihat nanti habis nulis tulisan ini akan tetap skincare-an atau langsung tidur. Niatnya sih langsung tidur.Seperti kehilangan separuh semangat, pada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Mungkin saya sebal dengan sistem pencernaan yang te…

Bogor.. for some reason

Maybe father was right after all. This town has something, one that makes it feel like home and stranger at the same time. Maybe I can’t appreciate it that much because I live here and the only way to have a strong feeling about places, is when you are away from it.
I realized it today, as I decided to take a walk after a two hours of exhausting online session. Though I did nothing. The walk was.. well.. the walk. The magnificent view of Mount Salak was covered by thick grey cloud, I love it at shiny days, tho. Mount Salak is breathtaking even from my block street. 
“Hey, look! You can see Mount Salak from here” I told a friend who was giving me ride home. “Yeah, like I never saw it before” he replied, sarcastically. I laughed. Yea, he was right. There’s nothing to be amazed for. It’s just a regular view for us who live around.
After one realization or two.. now I decided to stop wanting to get out of here. I must admit.. even I am not brave enough to do what I said I wanna do. I don’t ha…

The Relationship I Love

Dari menelusuri jejak Astrologi, saya menemukan string theory. Dari string theory, saya menemukan minimalism. Dari minimalism, saya menemukan hubungan antara ruh dan cahaya dan entitas Allah. 
Dari satu pikiran ke pikiran selanjutnya, semua bermuara pada Sang Maha Pencipta, padahal saya tidak sedang mencari-Nya. Setidaknya tidak seperti enam tahun silam saat saya tersesat di Saigon. Tapi dengan ke- Maha Murah-Nya, saya bisa kembali. Menemukan jalan yang saya jatuh cintai, pelan-pelan mencoba berbenah diri, merapikan hati dan memulai kembali.
Tidak ada kata yang bisa mewakili rasa syukur terhadap ilmu yang Dia beri. Dari satu video youtube, ke artikel-artikel panjang, lalu ke buku-buku yang pada suatu waktu saya desperate mencari buku di masa pandemi lalu seorang rekan dengan santai menyarankan sebuah situs buku yang saya sebut 'perpustakaan' digital. Ya, karena saya hanya pinjam saja buku-buku itu, nanti kalau saya suka pasti saya beli.
And then things are started to fall into pl…