Skip to main content

Posts

Serahkan hatimu dan hatinya hanya pada Dia

Masih ingat setahun lalu, kali terakhir turun ke lapangan utk penilaian area bernilai konservasi tinggi dan kawan-kawannya, saya mengalami emotional pressure yang sangat dalam. Bagi orang yang tidak bisa bersikap biasa saja terhadap situasi penuh emosi, field assessment rasanya seperti neraka. Saya hanya bertahan kurang lebih tiga tahun sebelum memutuskan untuk berhenti selama setahun. Dan hari ini, kali pertama saya mulai turun lapangan lagi setelah setahun menata diri memperbaiki emosi.
Pagi tadi sekitar pukul tiga saya terbangun oleh pesan text di layar ponsel yang cukup membuat kening berkerut. Singkat cerita, teman sekamar memutuskan untuk pindah kamar dan karena saya sudah tidur saat dia kembali, jadi dia pergi dengan membawa seluruh barang-barangnya dan mengunci pintu dari luar. Demi keamanan saya tentu saja.
Ditinggal pergi seperti itu nampaknya biasa saja ya. Tapi lain cerita kalau pagi itu saya bangun dengan badan tidak karuan, efek kabut asap membuat tenggorokan dan hidung sa…
Recent posts

[Fiksi] Libur

Tira, ibu rumah tangga dari keluarga kelas menengah ke bawah biasa, sedang sibuk menyiapkan segala keperluan suaminya yang akan berangkat ke luar kota demi mengemban tugas sebagai seorang abdi negara. Baju-baju pilihan ditumpuk di sisi kanan, celana di sisi kiri, pakaian dalam, dasi, baju santai, semua disusun rapi sebelum dilipat kecil-kecil agar muat di dalam koper.
Sepanjang malam Tira sudah menyusun dalam pikirannya baju mana saja yang akan dia kemas. Warnanya, pasangan celananya, dan printilan lain semacam sabun, pasta gigi, shaving cream, obat-obatan. Pikirannya sibuk mengemasi barang-barang agar semua bisa langsung dia lakukan di pagi hari. Tentu setelah memasak sarapan, menyiapkan bekal untuk si bungsu, membersihkan rumah, dan menyiapkan kebutuhan suaminya pagi itu.
Tira sudah biasa melakoni perannya sebagai ibu rumah tangga biasa yang tidak bekerja. Sebelas tahun menikah, dan kota terjauh yang pernah dia sambangi hanyalah Yogyakarta. Itupun hanya tiga hari, karena budget mereka…

[Fiksi] Hello, Stranger!

Tugas kuliah makin lama makin menumpuk. Aku sudah kehabisan keluh kesah untuk menggambarkan betapa aku benci rutinitas ini. Kalau bukan demi orang tua yang sudah rela-rela membayarkan uang kuliah, dari kemarin aku pasti sudah hengkang dan melamar jadi pramusaji restoran pizza. Huh! Kenapa juga harus ada perkuliahan sebagai standar kecerdasan seseorang. Aku sebal.
Aku menyusuri tumpukan buku di perpustakaan yang berdebu. Layar monitor pencarian mengarahkanku ke rak ini, rak yang asing untuk aku kunjungi. Sulit sekali membaca kode-kode yang ditulis kecil-kecil itu. Aku harus memicingkan mata, memiring-miringkan kepala, seperti detektif yang sedang meniti barang bukti.
Brukk! Setumpuk buku berjatuhan tepat di belakangku. Seorang mahasiswa terlonjak kaget, kami beradu tatap. Detik itu juga, jantungku seperti berhenti. Ya Tuhan.. he’s the one. Keyakinan konyol itu datang seketika, seperti adegan soap opera, aku sudah memutuskan untuk jatuh cinta.
Seorang pemuda berkulit gelap, bertubuh tinggi …

Little Girl and The Wind

“I wanna leave..” said a little girl with a tiny voice. Her eyes wide open filled with fears.“But.. where to?” The Wind swirled by when he says “you have nowhere to go” “Somewhere far.. somewhere new..” the little girl is almost cried, “somewhere with stars, where I dont have to be alone” “You’re not alone here. You have me” The Wind swirls and twirls. “Yes, but you barely here. You go places and come back after a very long time” The Wind silence, for he has no answer to that. He knew that he could stay, if he would. “The world is unsafe out there” The Wind finally says.. But the little girl doesn’t hear what he says. She packed her stuff and tried to stand up. She wanna leave She wanna find a friend, or a family. One that will never leave her ever. She wanna meet the stars, She wanna see the sea She’s leaving The little girl is leaving

Ekonomi sedang lesu

Itu benar. Ternyata yang terjadi di film Default itu bisa saja sedang terjadi di kita sekarang. Mana kan Indonesia sudah bebas dari IMF. Capek juga kalau begini terus. Tapi kalau ekonomi sedang lesu, respon kita jangan ikut lesu. Tetap putar otak sekreatif mungkin untuk bisa bertahan hidup. Ayo ayo ayo chop chop!

Kelindan Pikiran

Aku takut.Jari yang kemarin teriris, hari ini berdarah lagi karena aku memaksa mengganti sprei demi mengusir mimpi-mimpi buruk. Sudah lama aku tidak mempraktikkan decluttering sebagai cara menghilangkan energi negatif di rumah ini, makanya aku belakangan sering mimpi buruk.
Tapi aku takut. Aku tahu Tuhanku tahu sampai kapan aku bisa kuat menahan ketakutan-ketakutan ini sendirian. Makanya aku berusaha untuk kuat dan tidak malah semakin menakut-nakuti diri sendiri. Walau suara-suara di dalam kepala berkata sebaliknya.
Sepi itu menyenangkan, Sendirian itu istimewa. Tapi aku tidak ingin keasikan Hingga lupa dengan tujuan
Aku perempuan Tugasku adalah menjadi teman, pendamping, sekaligus pelayan Bantah aku jika memang kau benar, tapi ini pendapat yang tidak bisa ditawar. *** Bogor, besok Senin

Tempatnya Masa Lalu itu, dibelakang!

Bahayanya gak ngapa-ngapain seharian itu sangat fatal. Akibatnya bisa melipir kemana-mana, termasuk stalkingin akun instagram istrinya mantan. Bukan bermaksud untuk membandingkan, apalagi untuk iri dengki mereka sudah menikah, No No Big No. Sungguh hanya sebuah keisengan semata saking udah bingungnya mau membunuh waktu dengan cara apalagi. Udah capek ketawa gara2 Vincent-Desta dari pagi.
Kesimpulan dari hasil stalk akun instagram istrinya mantan adalah; ternyata mantan saya menikahi seorang perempuan yang kelakuannya PERSIS dengan saya waktu dulu, semasa kita pertama kali pacaran. Berarti polanya dia berulang. Ya Allah amit2 jangan sampai pola saya berulang.
Tapi saya yakin pasti tidak. Karena selain sudah 100% move on dari dia, saya juga sudah 100% move on dari karakter saya yang itu. Makanya frase I’m not that person anymore, ngena banget di hati saya. Makanya (juga) saya berusaha berjarak dari kehidupan masa lalu saya, karena tidak ingin bersapa dengan orang-orang yang masih mengangg…