Skip to main content

Posts

What Bali did to me, (after two months)

  The Sun has raised when I opened my eyes. 08.30, this is what happens if I get my period on holiday. Nothing could ever force me to wake up early. Not even the temptation to see the Sunrise by the beach. Bali made me realise about one thing that I love. One thing that I hold so dearly, even when I was a kid. I love sleeping. Yep. I love sleeping so much. It's not a joke, like the depressed meme you saw on the internet. I love my time when I can crawl onto my bed and do nothing, well maybe reading or watching, but still.. not a productive type of activities. I wouldn't sacrifice my sleeping time for anything.. when I was a kid, I calculate my daily hour just to see how long till I get back to my bed again. Two months after staying in this city, I finally embraced the fact that I am.. lazy. Or maybe not. Just because you love sleeping doesn't mean you're lazy. Living alone in this city made me realize how easy life was when you surrounded with your family. To be raised
Recent posts

Istirahat yang tenang,.

  Baru saja saya meenelusuri berita tentang kecelakaan Vanessa Angel dan Bibi Adriansyah seminggu yang lalu. Setelah satu minggu saya baru mau menonton berita-berita mereka, karena kalau baru kejadian suka ada berita aneh-aneh semacam 'firasat' atau yang instan-instan mengandalkan 'ramalan'.  Semakin lama, analisa dari berita kecelakaan biasanya semakin mendalam, dan malam inilah, selepas enam jam ngulik satu hal yang sama sehari ini, saya memilih rehat dan menonton video wawancara mereka bersama pasangan favorit saya saat ini; Ussy-Andhika. Saya membayangkan kelak si anak laki-laki yang menjadi legacy mereka ini, dirawat oleh kakeknya yang bijaksana, tumbuh besar jadi laki-laki hebat sesuai namanya, yang doa-doanya mengalir terus untuk Vanessa dan suami. Saat jenazah mereka dimasukkan ke dalam liang yang sama, pikiran saya mengingat ceritanya tentang hidup, tentang hujatan dan masalah, tentang penjara dan penipu,. hidup itu capek ya. Hanya itu yang bisa saya simpulkan

I still remember

  I still remember the heat as we landed on the airport. The crowded small room where people from different land in and out of that small town. I still remember the heat.. as if the Sun is just above our head. I remember that day I asked you a question.. 'why the clouds here or anywhere in this Island, seems closer than the clouds in Bogor?' and you follow my direction, staring at the sky, after a while you say.. 'I don't know. But I'll find the answer someday,'  in your slow and soft voice. I didn't say anything after that, just capturing that moment in my head, while silently staring at the Sky.  I still remember this trip.. one that I beg to be included. My ex was just married, and right after that news emerged, you called me and ask me nonsense. Something we both laughed at over the phone. I don't know if you knew, I was almost in tear that time,, until I heard your voice and everything seems to be just okay after we hang up.  I still remember the co

Rainy Night in Bali

  Tulisan ini aku buat dengan sengaja sebagai pesan tersembunyi, untuk orang yang pernah kenal denganku.. dulu. Aku cuma mau bilang, maaf. Maaf kalau aku dulu terlalu berlebihan. Kamu benar. Gumamanmu benar. Aku saja yang terlalu egosentris. Merasa diri pusat semesta. Kamu benar bahwa aku berlebihan dalam berperasaan. Berlebihan saat melihat Halimun yang terbentang hijau. Dalam pembelaanku, saat itu aku sedang kacau. Baru 32 jam berlalu setelah aku mengakhiri hubunganku dengan dia. Sebuah keputusan yang aku ambil dengan yakin.. sesaat setelah aku mengenalmu. Maaf kalau dulu aku terlalu sering bercanda. Sejujurnya aku tidak suka bercanda. Aku tidak suka orang yang tidak pernah serius dalam hidupnya. Tapi aku salah tingkah. Diam dan dinginmu selalu buatku salah tingkah. Aku sering jadi berlebihan jika salah tingkah. Saat itu, aku belum mengenal yang namanya kontrol diri, kontrol emosi. Aku justru menemukan semua itu.. mencontoh itu.. dari kamu. Yaa.. walaupun kamu tidak sesempurna itu ju

Three Miles a Day

  Morning air breezes as the warm sunlight touches my skin. I start to walk confidently in this empty street. Alone with my running shoes and a black tote bag filled with my wallet and book. I only know one place to go; beach. The same destination I have visited daily since the first day I arrived in this part of Bali. I never found a decent place to read, not as long as I walked this cobblestone path. But I keep carrying my book just in case, maybe one day I get lucky and find a nice shade with the sound of waves swirling back and forth.  I like this so much. I like the idea of me living in a vacation style for months. All I had to do is work from nine to six, Monday to Friday, and strolling to the beach in between my work schedule AND on the weekends. I never get tired of blue sky and sea. Those two are the reason why heaven is so tempting and kept me away from the things I desire; sins. Even though.. I'm not sure how long will I like it. I no longer that person who is anxious ab

Best Days Ever

  Seminggu setelah pindah ke Sanur, saya memutuskan bahwa ini adalah satu minggu terbaik yang pernah terjadi selama kurun waktu pandemi ini. Sanur dan airnya yang tenang, ombaknya yang halus, lautnya yang biru.. menjadi tempat yang paling direkomendasikan oleh orang-orang di kantor. Mungkin karena kami memang lebih banyak bekerja dengan laptop sehingga butuh tempat yang tenang ketimbang tempat dengan musik hingar bingar seperti di area terbenamnya matahari sana. Atau mungkin juga karena kami orang-orang yang cukup berumur, sehingga tidak lagi berminat untuk jejingkrakan menghabiskan waktu menikmati curah keringat dari orang asing. Apapun alasannya, tapi memilih Sanur sebagai tempat untuk tinggal, berdekatan dengan pantai, adalah pilihan terbaik yang saya ambil saat ini. Sedikit banyak tentu saya membandingkan.. membandingkan dua hal adalah hal yang sangat natural pada otak manusia. Saya membandingkan hidup saya jika terus meniti karir di kantor lama, bersabar dengan segala polah, mungk

Hygge: Enjoying Life's simple pleasure

  Menyederhanakan sesuatu bukan urusan sederhana, justru sebaliknya. Rumus matematika sederhana diperoleh dari proses berpikir yang teramat rumit, dan bukan dari proses berpikir orang yang nonton tiktok empat jam sehari (red; saya). Proses penyederhanaan apapun selalu harus melalui jalan paling rumit, sulit, yang sering kali bikin menyerah di tengah jalan. Hygge adalah sebuah kata dari Bahasa Denmark, kata yang tidak sengaja saya temukan dan saya suka sekali. Waktu saya tahu ini adalah Bahasa Denmark saya makin suka lagi. Sejak lima tahun lalu saya memang terobsesi dengan kultur Danish (terlebih sejak nemenin rekan yang pernah mampir ke Bogor dan saya temani kemana-mana waktu itu. Sekarang dia sudah punya anak satu, masih bayi pula.. terharu banget betapa cepat waktu berlalu..) eh malah nostalgia. Hygge adalah sebuah cara menikmati hidup dari hal-hal sederhana yang kita temui sehari-hari; keberadaan keluarga, teman, tubuh yang sehat, tempat tinggal yang nyaman,. prinsip hidup yang menj