Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

The Dialogue from Within

It takes courage to tell the truth. And whatever it is you're hiding.. I wish that one day, you'll find a way to tell it. 

***

Jangan remehkan the power of a good word. You may never know how deep a word bleed. Even though you got silent as an answer, never tired of spreading the good words. Berbicara yang baik, atau diam. Begitu pesan Rasul dalam ajaran Islam.

Karena hari ini, setelah mendung menggelayut sejak dini hari dan saya berangkat ke kantor kehujanan dan basah pukul sembilan, saya merasakan betapa terbantunya kalimat-kalimat baik yang dilemparkan oleh rekan-rekan melalui perpesanan singkat.

Mungkin sesederhana kalimat penyemangat agar bisa survive di hari ini seperti biasa, atau sesederhana pertanyaan singkat dari teman serumah yang sedang bertugas jauh di pulau seberang yang mengkhawatirkan keberadaan saya dan ancaman Badai Dahlia. Atau.. sesederhana ucapan selamat berakhir pekan, yang meskipun cuma bercanda.

Semua itu membuat saya berhasil menegakkan kembali sandara…

Mystery of a Woman

Sometimes, we sit on the couch, or the bed, doing nothing, staring at the closed door, and thinking about.. absolutely nothing. 

Woman, works in mysterious ways. God created them to complete man's life. A man who is lonely, even when he's in heaven. Even when he got perfect life, he got whatever he wants, God still feel obligated to create a Woman for him. 

Why?

And why being a woman is so complicated?

Like, one day you wanna move mountains and the other day you just wanna sleep all day. Like it's so easy ruining your life in a blink of an eye, and then rebuilding it up again for one night. You can be sad, and empty, but smile the brightest and none knows if you're pretending. But the other day also, you act truly to your heart, poker face, give no shit, and people still think you're fine. 

I don't know. It's just too confusing to write. 

Shout out to all women going thru the same shit of this confusing phase. Maybe in her mid twenties. or thirties. or forties. o…

Pay Less, Craft More

We've been waiting the entire life to be happy. Why won't we start today, fulfill the moment, and live life to the fullest?

Year end is coming, and as a newbie minimalist I should evaluate my self over and over again. 
I haven't declutter for the past two months. I got trapped into job, and I barely have no time for hobby. I am exhausted for no reason and still have so much work to do. 

Does it make me a failed-minimalist?

***

Before anyone put any judgment on me, I'll let the wind blow and move all the whisper out. Because I'm not living my life for other people. I'm doing this for me and my clarity. And it's so simple to be happy again after a frustrating days at work. 

One week in West Kalimantan, with limited signal and bunch of work, and ugly weather, I feel like drowning in the river of responsibilities. I have let go the dream I've kept for so long, I have releasing every ambition and live for nothing. Almost. 

Until I moved back to the town, having a s…

Menunggu

Satu menit, dua menit,
Sepuluh menit, lalu satu jam,
Yang ditunggu belum juga datang. Berulang kali kita meyakinkan diri sendiri, bahwa ini akan berujung. Dia akan datang, Dua jam, tiga jam,
Hilang entah kemana. Kita masih duduk di tempat yang sama. dengan sabar menghintung derai awan. Gelisah mulai datang, satu persatu menyapa menggoda.. 'Mungkin dia tidak akan datang. Mungkin penantian inia akan sia-sia. Mungkin kamu harus beranjak dari dudukmu dan mencarinya' Tapi tidak.
Kamu yakinkan dirimu untuk duduk menunggu. Karena demikian perintahnya, agar menunggu saja
Dia bilang dia pasti datang. Dia ada dan Dia yang menciptakan dia. Empat jam, lima jam,
Kembali hatimu gelisah. Kamu mulai lelah. Dan mulai ingin menyerah. Matamu terkantuk menahan perih, namun kau hibur hati agar tetap tenang di sisa hari. Dia akan datang, begitu bisikmu. Enam jam.. Sesosok muncul dari kejauhan.
Berdebar dada mu menatap bayangan yang mendekat.
Bahagiamu mulai buncah. Tenangmu mulai nyata.
Perla…

Clarity

Di setiap akhir hari, biasanya baru kita menyadari, tentang tujuan yang selama ini kita cari.Minimalist? Tidak bermimpi berlebih. Bagi mereka, menjadi berguna dan bermanfaat sudah lebih dari cukup. Sebagaimana yang Islam ajarkan, sebaik-baik orang adalah orang yang memberi manfaat bagi orang lain.Karena mengejar mimpi tanpa garis batas yang jelas, hanya akan membuat kita berlari tanpa batas. Sibuk mengejar sesuatu yang entah apa. Berada di suatu tempat namun pikiran di tempat lain. 'Menikmati' hanya menjadi slogan dalam tampilan sosial media. Padahal sebenarnya mereka tidak sanggup menikmati, dengan dada yang terus bergemuruh, pikiran yang terus berputar tanpa henti, dan jiwa yang selalu tidak tenang memikirkan esok hari.When we start to live the 'now' we'll see more than just a busy town upon us. More than just a house, more than just a road. We'll feel more, and in depth of that understanding, we recognize more.Mulai hidup untuk hari ini. Living life to the f…

Membangun Kembali Bangunan Runtuh

Setiap dari kita pasti punya sebuah bangunan, yang dibangun atas dasar kehati-hatian. Membuat orang yang beranjak kian dewasa kian waspada terhadap keputusan-keputusan yang hendak dia ambil. Bangunan itu dibuat untuk membentengi diri, dari sakit hati yang membutakan. Bukan depresi yang membuat orang bunuh diri, tetapi kesedihan dan kesepian.
Membentengi diri pemicunya adalah sakit hati, yang mengarah pada kesedihan. Kamu pasti mengerti jika sudah pernah sakit hati, bahwa kejadian serupa tidak ingin terulang lagi. Maka ketika itu terjadi, pelan-pelan secara otomatis hati akan membangun sebuah benteng pertahanan, yang menghalau jalannya luka untuk masuk kembali. 
Bisa dari kecewa karena pekerjaan, trauma bekerja dengan tipe orang tertentu sehingga benteng tersebut terbentuk untuk menghindari orang dengan tipe serupa. Tapi memang lebih banyak adalah karena urusan jatuh cinta. 
Sekali jatuh, kemudian ditinggalkan, lalu terluka dan membangun benteng yang berdiri kokoh. Tegap melindungi, agar …

Minimalism in Sunsets

Uang tidak bisa membeli senja. Saat waktu bergulir, seiring dengan perputaran Bumi yang kian menua, tidak ada arusnya yang bisa dikembalikan oleh karena tumpukan kertas yang harus diisi.
*** Senja perlahan bergulir, meninggalkan jejak jingga yang selalu menjadi favorit. Pemandangan terindah, dan ter-melegakan dalam setiap kunjungan lapangan yang saya lakukan di daerah ber-sungai yang mengharuskan saya menyusuri sungai-sungai demi mencapai tujuan.
Awal tahun 2017 saya habiskan dengan menelusuri sungai-sungai di Palembang. Selama sepuluh hari berkendara tanpa mobil, melainkan speed boat yang disewa untuk berdua.Setiap hari berpindah dari satu desa ke desa lain, menyusuri sungai dengan pemandangannya yang tak habis dalam semalam.
Menjelang akhir tahun 2017, kembali saya telusuri sungai.. namun bedanya kali ini di Kalimantan Barat.
Decak kagum pada hutan yang masih lebat di kiri dan kanan, teriakan antusias ketika ombak menyapa dan perahu terguncang, dan tawa lebar ketika berpapasan d…

Changing Colours

Dulu.. saya suka warna merah.
Sejak lulus SMA, dengan usia masih tujuh belas hingga memasuki semester awal kuliah, saya selalu memilih merah. Berani.. Kata orang.. Aries adalah Api. Dan Merah berarti Membara. Saya.. dan antusiasme berlebih, berusaha tampil mengunjuk diri.***Kemudian.. Saya suka toska.Atau jika sulit didapat, saya akan pilih biru muda -langit. Saat itu usia saya dua puluh satu. Nyaris lulus kuliah meski belum juga.Biru dan hijau toska, artinya tenang.
Saya ingin bisa tenang,Padahal waktu itu, belum bisa juga. Berusaha memadamkan api yang terus menerus gelisah ingin membakar.Bingung..Saya bingung dengan identitas. Entitas. Gelisah menunggu giliran, untuk mempresentasikan diri saya. Teman lain sudah selesai, sudah berjalan menuju panggung selanjutnya.Saat itu, saya masih menunggu giliran.***Usia saya dua puluh lima.Waktu kecil, saya pikir dua puluh lima adalah saatnya berumah tangga. Karena sudah terlalu tua. Ternyata, apa yang dipikir tidak selalu bisa benar. Mendekati …

Minimalist Wedding

Kenapa saya menambahkan tulisan ini, karena saya tertarik dengan cerita seorang peserta diskusi di Union Yoga sore kemarin, mengenai pernikahannya yang cukup unik. 
Bertemu dengan suaminya melalui telepon salah sambung, lalu lima bulan kemudian menikah, yang disiapkan dalam waktu dua minggu, dengan total pengeluaran dua puluh juta, dan menghadirkan empat ratus lima puluh orang. Wow!
Mungkin ini terdengar terlalu ekstrim bagi sebagian orang, namun saya suka prinsip yang ia sebutkan (duh maaf saya lupa namanya, nanti kalau sudah ketemu akan saya link kan akun instagramnya), ia bilang bagus atau tidak bagus, kita pasti akan dikomentari orang. Karena dalam hidup, kalau bukan ngomentarin orang, yang dikomentarin. Jadi saya tidak masalah mau diomongin di belakang. Pun dia bukan bermaksud untuk mengajak orang mengikuti jejaknya, hanya mau berbagi bahwa bisa loh, di jaman sekarang menyelenggarakan pernikahan minimalist, meskipun anak pertama. 
***
Saya pribadi masih merasa insecure dengan kon…

Muslim Minimalist

Universe works in mysterious way. Just like love. Kalau di post sebelum ini saya bilang 'sampai jumpa setelah Hari Jumat' sebetulnya saat itu saya tidak tahu apa yang akan terjadi di Hari Jumat atau setelahnya. Karena saat saya tulis pesan singkat itu, Sabtu saya masih kosong tanpa agenda. Dua hari setelahnya baru saya menemukan sebuah acara, Project Semesta namanya dan di saat yang sama seorang teman lama - enam tahun lalu terakhir kita bertemu - menyapa dan memanggil di sosial media.

Saya timbang-timbang, ketimbang memilih salah satu mau menghadiri yang mana (ajakan temu kangen atau berbincang minimalist dengan Project Semesta), maka saya putuskan untuk menggabungkan keduanya, dengan agak sedikit maksa.

***
Dari perbincangan sore tadi di Union Yoga, saya dapat menyimpulkan bahwa pada dasarnya orang-orang yang berkumpul untuk mendengarkan talk about minimalism, memiliki persoalan yang serupa. Semua berangkat dari pain, desperation, sadness, yang membawa pada keinginan untuk m…

No Post

Due to bad weather, cold and high pressure at work, there will be no post for these days. Hope you'll catch up with me later after Friday. I'll talk about it too. See ya,

Minimalism as Principle

Never let a day pass without happiness. Wasted days are the days we survived with clouds.Be the reason someone smile today. Be the one who shed some clouds out of the blue. Make at least one person happy by saying or giving.If you believe in communication, then you must believe that universe communicate with us. Through some vibration, as in physic also translated as: String Theory. Life is about exchanging energy. And energy is a material which cannot dissolved. It is eternal in its number, the number we give equals with the number of energy we receive.And if we want to be happy, first we must decide to be happy. When we can't help but sad, start to make another person happy. Its not hard. And never be expensive. It doesn't always require money. Just be there.. To the one in need. Listen deep. Happiness lies in all simple things on Earth. We don't need much, if we had a chance to look closer.

How to Impress People

We can't.I spent most of my early twenties trying to impress people I don't like, pursuing my self for a great movement, and ended up.. Nothing.We can never impress anyone in this world except the people who truly love us. Parents, siblings (maybe), best friends, spouse, or our kids.Don't waste too many efforts on people we barely know. Because once you let their opinion matter to you, that's when you let their existence ruin your life.Go out. See the sun. Feel your self. Enjoy your self. Do whatever to make you happy. Dont bother with what they say. Chose him if he makes you happy. Chose her if she makes you happy. Happiness is the last thing in the world we need, before leaving