Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2017

Perempuan Pendengki

Beberapa minggu belakangan, kantor saya sedang tertimpa musibah. Well, bisa disebut begitu, karena perempuan ini menghadirkan banyak sekali energi negatif yang mengakibatkan ketidaknyamanan. Beberapa orang menjadi tidak betah, dan selalu memilih tuk bekerja dari rumah.Yang dilakukannya sebenarnya sederhana: bertanya. Seperti Kaum Yahudi yang terus bertanya tentang sapi yang harus mereka bawa, hingga akhirnya menyulitkan diri mereka sendiri.Pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan sebetulnya masuk akal. Mengungkap sisi buruk kantor kecil kami yang selama ini aman tentram, meski banyak masalah. Kami tahu kami punya banyak masalah. Kami tahu kami punya banyak kekurangan, but who doesn't? Apalah kami dibanding perusahaan sekelas apple.inc, hanya setitik biji apel yang bahkan tidak habis dimakan ulat.Semakin ia mengajukan pertanyaan, semakin jengah kita dibuatnya. Bukan karena kita tidak punya jawaban, tetapi dia memaksa kita untuk mengeluarkan jawaban-jawaban yang sebenarnya tidak perl…

Choosing the Person who Spark Joy

When it comes to person.. I need to inhale a little deeper. I know.. Its the hardest part. Especially if you're choosing the one you'd like to marry. It takes thousand of consideration, blissful thinking (or paranoia.. Maybe), sleepless nights..You might worry by the fact that you will end up with that person forever. And by forever means.. Everyday, hour and minutes you spend, will be with him/her. This is scarry to some people who already find contentment in their singleton. Coupledom is terrifying and.. Weighing you down.But you know you can't forever be alone. In the end, your parents are craving for grand child. Your friends are getting more distant because they have their own family to mind. So you decided to start over, to build a relationship you always afraid of. To be open to some people and let the chance face you for once or twice. And then you're gettin more confused because the one you end up with is only spark joy for a couple months. The first beginning…

Holding On

Saya yakin setiap orang pasti memiliki keinginan yang ia pendam dalam diam. Bahkan untuk orang yang paling pasrah sekalipun, pasti memiliki satu atau dua hal yang ia ingini. Entah itu berupa benda, atau pengalaman baru. Yang jelas, manusia diciptakan sepaket dengan ego, ambisi, keinginan, dan kunci penanganannya.Tidak salah jika memilih menjadi minimalist tapi masih punya desire. Karena ada orang bilang, tidak punya keinginan adalah gejala depresi. The loss of desire is a sign of depression, meskipun kebenarannya masih diragukan.Pilihannya sederhana saja, apakah keinginan itu akan diwujudkan atau dilepaskan? Jika ingin diwujudkan, maka tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda. Dan jika memang anda ditakdirkan untuk mewujudkan keinginan itu, semesta tidak akan sedikitpun menghalangi. Percayalah jika itu adalah sesuatu yang telah lama anda ingini, anda pendam dalam hati tanpa pernah berani mengungkapkan, maka ini saatnya bagi anda untuk bergerak. Satu langkah lebih maju dari hari biasa.…

Ruang Bicara Seorang Minimalist

Kadang kita tidak sadar bahwa kita tengah diperbudak. Oleh ego dan ambisi yang tiada batas, tapi ketiadaan ego dan ambisi pun mustahil adanya. Karena manusia pasti diciptakan dengan ego, hawa nafsu, yang mengarah pada ribuan ambisi tuk dicapai.Rumah pun menjadi sasaran ego dan ambisi. Benda-benda yang tertumpuk di dalamnya, kadang melambangkan hal-hal yang kita ingin tunjukkan. Bahwa inilohsaya! Berlapis-lapis gambar dan hiasan memenuhi ruang dan dinding. Padahal ditengok pun jarang.Setiap kali saya main ke desa di Kalimantan atau Sumatera, jarang sekali saya menemui rumah yang penuh dengan hiasan seperti rumah-rumah di akun instagram vogue living (yang sering saya like). Rata-rata rumah orang Dayak atau Batak itu memiliki ruang kosong, luas, tanpa furniture kecuali satu buah rak televisi (jika ada televisi) dan satu set kursi (jika ada set kursi, tapi kebanyakan hanya hamparan tikar).Fungsional? Jelas. Ruang seluas itu biasanya ada di rumah-rumah kepala desa atau para petinggi, agar …

Minimalism in North Sumatera

Bangunan yang berdiri sejak empat generasi (bahkan lebih) itu membuat saya terdiam lama. Bagaimana.. Pikir saya.. Melengkungkan kayu sebegitu panjang? Hanya terpikir batang pohon dengan lingkar amat lebar lah yang bisa dibentuk dengan leluasa.Saya semakin sesak napas jika mengingat harganya sekarang. Jaman dimana serbuk kayu saja sudah melangit, apalagi kayu solid. Ditambah lagi, bangunan itu dibuat tanpa paku. Hanya teknik kait mengaitkan kayu dan pasak yang semakin memperumit proses pembuatan. Sekarang orang sudah jarang ada yang bisa membuat pahatan dan bentuk bangunan seperti di Sumatera Utara, rumah orang Batak yang terdiri dari satu marga per rumah. Ah.. Semakin mudah saja orang membuat rumah, untuk apa bersusah payah mengukir memahat jika ada paku tuk menyatukan. TOK!!***Jika menyempatkan diri masuk ke dalam rumah adat Suku Batak, anda akan mendapati ruang kosong tanpa sekat. Hanya ada satu ruang yang berupa lantai tambahan, dilengkapi dengan tangga dan dipan serupa kamar. Ya, …

North Sumatera

This is the only planet of our own. Keep it. Take a good care of it.

Quarter Life - Women

Sebuah telpon datang malam ini tanpa diduga. Dari seorang kawan lama, yg juga sama melajang. Entah untuk alasan apa, sepertinya semesta memang paling ahli dalam soal konspirasi. Karena saat ini saya banyak dikelilingi oleh perempuan-perempuan hebat, mandiri, dan berparas cantik tapi masih juga hidup sendiri.Mungkin karena kami berbagi resah yang sama sehingga kami bisa begitu kuat dan saling mendukung satu sama lain. Sama-sama tidak tahu bagaimana caranya mengakhiri ini. Sama-sama tidak mengerti apa sebenarnya yang kita ingini. Dan sama-sama tidak yakin akan jalan yang kita pilih. ***Marriage is overrated. The overwhelming feeling of joy that somebody created on the surface but its broken inside (it's true). Jika saya terdengar seperti orang yang anti menikah, ya salah. Saya tidak ingin anti terhadap apapun karena hidup selalu penuh kompromi. Saya hanya tidak senang ketika seseorang terlalu berlebihan dalam mempertontonkan kebahagiaannya dan menggunakannya untuk "menyerang&qu…

Scattered Dreams

Minimalism isn't about how little you own. It's about how content you feel with what you possess. Saya bisa pastikan, jika minimalism masih digunakan untuk membandingkan ego, tujuan awal kita mengalihkan diri dari consumerism yang membuat stress dan tidak bahagia, semakin menjadi stress dan tidak bahagia juga. Jika sekarang masih belum punya pekerjaan, bersyukur lah karena masih punya banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk kepuasan diri sendiri. Jika sekarang punya pekerjaan tapi tidak punya waktu luang untuk diri sendiri, bersyukurlah karena setidaknya sibuk itu lebih sehat ketimbang berdiam diri dan meresahkan masa depan.Apapun yang kita miliki saat ini, patut disyukuri karena sadar atau tidak.. Sebenarnya apa yang kita capai hingga hari ini, adalah wujud dari kumpulan-kumpulan bisikan penuh harap semasa kecil. Hanya dengan versi yang jauh lebih baik dari pada yang kita bayangkan.***Saya menghabiskan sebagian masa kecil saya berpindah mulai dari Manado (tempat saya lah…

Spreading the Love

Apakah jahat jika saya katakan, kehancuran bumi itu niscaya? Satu hal yang paling pasti di atas seluruh ketidakpastian yang sering terjadi di muka bumi. Kita tidak akan pernah bisa menghentikan pemanasan global. Pun tidak bisa menghentikan industrialisasi yang mengeruk perut bumi hingga ke dasarnya. Pada akhirnya bumi akan hancur. Gunung-gunung akan meletus bertebaran. Manusia akan lari tunggang langgang. Ibu yang sedang menyusui anaknya pun sampai akan lupa dengan anak yang sedang disusui. Sedahsyat itu kegemparan dan kerusakan yang akan terjadi. Setidaknya itulah yang dikatakan Kitab kami, Al-Quran. ***Apa itu artinya kita berhak diam saja?
Tidak perlu berbuat apapun karena toh pasti akan sia-sia?***Dalam Al-Quran pun disebutkan, betapa mulianya orang-orang yang menunaikan kebaikan di atas bumi. Kebaikan yang diberi akan setimpal dengan kebaikan yang datang kembali. dalam bentuk dan rupa berbeda. Manusia didorong untuk terus memupuk, memelihara dan merawat bumi serta seisinya. Sayan…

Mnimalist Millennial Talks about Sustainabilty

Kami adalah millennial yang bingung. Termakan berita di media bahwa bumi sedang sekarat, ingin melakukan sesuatu tapi nampaknya dunia tak butuh tangan kami. Jika diibaratkan bunga mawar, maka kami ini tengah menguncup dan hendak mekar. Sejak masih benih, kami selalu dibisikkan kalimat-kalimat menyemangati, bahwa kelak jika sudah besar, kami akan menjadi bunga yang berguna. Yang membahagiakan banyak orang ketika mekar dengan indahnya. Namun tepat ketika kami hendak mekar, matahari berhenti bersinar. Seolah berkata: takusahmekar, duniatidakbutuhparasmu. Iabutuh sari mu. Bekerjalahkamu. Bersusahpayahlah di ruangan sana. Pesonamutidaklagiditunggu. Keringatmulah yang kami mau.Lalu, ketimbang bermekaran dan memberi value bagi seisi bumi, kami berjalan beriringan menuju ruang ekstraksi. Yang penting sari, begitu kata matahari.***Di awal penulisan blog ini saya bercerita tentang dua perempuan muda, at their thirties tapi sudah sangat menginspirasi. Kami bertiga sepakat bahwa kami ingin melaku…

Circle of Joy

If you live a fulfilling life, you have plenty of friends to laugh with but not to talk with, you're exhausted but you don't know why.. I think all I can say is.. I can feel you. And no matter what I do, no matter how busy I am, I won't check my schedule if you call me that you need me. *** Punya teman bicara memang menyenangkan. Apalagi kalau mereka bisa mendengar sekaligus merasakan yang kita rasa, dan menyenandungkan lagu yang sama. Saya rasa, cukuplah teman bicara yang menjadi harta kekayaan seseorang yang tak ternilai harganya. Karena mereka tidak bisa dibeli, pun tidak bisa ditemukan dengan mudah. *** Sejak memutuskan untuk menjadi minimalist, saya juga melepas beberapa lingkaran yang saya rasa tidak lagi membawa kebahagiaan pada hidup saya. Tidak memberi value lebih dalam selain untuk 'berjaga-jaga'. The just in case condition yang selalu dipegang erat oleh manusia, yang takut akan perubahan. Bukan berarti saya memutuskan tali silaturahmi, karena jaman dulu …

Bicara Cinta diantara Merah dan Putih

Dalam nuansa merah putih yang berkibar dimana-mana pada hari ini, entah kenapa saya jadi tergelitik ingin membahas mengenai love life. Apasih, cintaitu?Sejak remaja saya selalu tertarik dengan penulis-penulis yang mendefinisikan cinta dengan cara berbeda. Puisi, novel, cerita pendek, saya suka sekali membaca cerita pendek di tabloid kesukaan ibu rumah tangga.. Yang pada jaman itu memang paling laku. Meski begitu tetap saja saya gagal paham dengan soalan satu ini. Dulu, saya pikir saya sudah tahu dan sudah merasakan gejolak hebat bernama cinta. Hingga Sang Waktu menyadarkan betapa hal itu bukanlah cinta melainkan kebodohan. If I repeat the cliché, mereka bilang cinta itu pengorbanan. Kesetiaan. Kasih sayang. Mereka bilang cinta itu sakral. Tanpa balas. Dan tulus.The idea of love is so tempting that people are get caught into it. So desperately looking for love or waiting for love. And when they do fall in love, they act stupidly foolish, less productive, and unpredictable. ***Saya sala…

Living a Peaceful Life

Tiga hari lalu saya mengunjungi sebuah yayasan panti asuhan. Membawa semua staff di kantor, untuk perayaan syukuran hari jadi perusahaan mungil tempat kami bekerja. Disebut mungil karena kantor kami ukurannya memang kecil, ala rumah minimalist. Pun jumlah staff nya hanya bertiga belas sudah dengan office boy. Tapi dengan jumlah tim seminimalist ini, kerja kami luar biasa produktif. Saya bisa akui itu.

Bermain bersama anak panti asuhan, dengan gap usia yang cukup jauh (mulai dari anak SD kelas 4, hingga anak kuliah semester delapan), benar-benar membuat saya ingin menangis. Saya sempat menahan air mata ketika di akhir acara, kami membagikan bingkisan, dan mereka berkeliling bersalam-salaman sambil menggemakan shalawat khas anak pesantren. Suara riang, bahagia, mereka terdengar merdu di telinga saya yang buta nada. Mereka adalah panutan minimalist bagi saya. Dengan sedikit yang dimiliki, tetapi dapat merasakan bahagia sebanyak itu. Jangan ditanya seperti apa latar belakang masing-masing…

Sorry, We Have No Room for Negativity

Simplify life with minimalism means more room, more space. But not negativity! Tidak ada hal positif yang bisa tumbuh dari jiwa dan pikiran yang negatif. As everything in this world always has two side: positive and negative, we can always point the flaw or.. we can always make it better. Orang yang negatif tidak akan pernah bisa menemukan damai di dalam hatinya. Dia akan selalu merasa segala nya salah. Segalanya berjalan tidak sesuai yang diinginkan. Dia tidak mau menerima bahwa alam punya cara sendiri untuk bekerja, sehingga ketika menghadapi suatu masalah, mereka akan sibuk menyalahkan orang lain dan keadaan.Orang negatif selalu suka play victim. Mereka berbuat seolah-olah apapun yang dilakukan orang lain merugikan mereka, tapi mereka terima dengan lapang dada (menurut mereka). Sayangnya, kita tidak bisa memilih dengan siapa kita bekerja. Ketika orang negatif harus menjadi rekan kerja kita, there is no way to escape but to deal with that. Untuk itu inner peace menjadi penting sekal…

Adult Responsibility

"Describe the ideal marriage partner!" Sebuahpertanyaanbergema di dalamruangsempitberukuran 2x3 meter itu. Sayahanyapunya 15 detikuntukmenyiapkanjawaban, dan punyawaktu 3 menituntukmemberijawaban. "The ideal marriage partner is the one who committed to each other. As the wedding vows are talking about being loyal until death do us part, so the commitment and loyalty is the most part of ideal marriage partner should have. And love. There should be love. Because love is.. Umm... Love is... Well..." Time's up.***I can't believe I'm doing this again. It's like the old time back in high school when I was in debating club, national competition, such a glorious time to me at such young age. My critical thinking is being used again and thanks to that moment, I find it not so hard to do the tests. I am so excited and it recalls my memory back to high school, where.. Everything are so different and.. Scarry.***Yeah its true that I never know a thing about lov…

At The End of the Tunnel

Setiap lorong pasti ada ujungnya. Sedih atau bahagia, pasti ada akhirnya. Itu sebab kita masih diizinkan untuk hidup dan menikmati setiap proses. Karena gelombang serta naik turunnya air permukaan, hanya ada ketika kita masih hidup di dunia. Kelak "di sana"... Hanya bahagia yg kita dapat.***Sudah beberapa hari ini saya tidak merasa sedih, terpukul, apalagi sakit hati. Pun ketika ada hal yang membuat kesal, saya singkirkan itu sekuat tenaga dengan menghibur diri bersama benda-benda yang ada di sekeliling. But none can deny nature law. When there's ups.. There must be down. Agar manusia bisa mengapresiasi keindahan dari atas, dia harus terlebih dahulu merasakan berada di bawah.Tidak ada hal yang lebih menyakitkan hati selain kenyataan yang terungkap belakangan. Ketika kita merasa berarti bagi seseorang, namun belakangan kita tahu bahwa dia hanyalah menghabiskan waktu. Hanya bercanda. Atau hanya sekedar.. Mencoba-coba. Mungkin bagi sebagian orang itu biasa. Dan kesalahanmul…

Contentment in Minimalism

Minimalism is about clarity. To simplify things in a complicated world. Tapi hati-hati dengan ego traps. Perasaan bahwa diri sendiri lebih baik dari orang lain. Bahwa diri sendiri lebih bahagia dari orang lain. Dan bahwa diri sendiri lebih sederhana dari orang lain. We cannot compare our happiness to other. A piece of cake, in the same size, will bring different level of happiness to two different kids. Ketika melihat orang lain tengah mempersiapkan masa depannya dengan rumit, tidak perlu menyela dengan berkata "ah terlalu rumit! Saya dong, sederhana"Simplicity has no measurement. One cannot compare their simplicity to others. Bisa saja pakaian seharga satu juta rupiah adalah sederhana bagi orang berpenghasilan seratus juta per bulan. We cannot judge someone if they're living a lavish or prudent life. ***With minimalism, we reach the stage of life in which we don't have to compare our self. Comparing is the thief of joy. Why bother if someone got the new car, if we c…

In the Midst of Emotional Day...

Saat ini saya tengah menemui satu soalan yang amat menguras emosi. Marah, kesal, dan kecewa, bukan energi yang baik untuk dirasakan, tapi sulit juga tuk dihilangkan. Kaitannya dengan rumah yang tengah saya bangun. Membeli rumah bukan lah sesuatu yang big a deal di hari sekarang ini. Banyak developer menawarkan harga murah, proses mudah, dan dibantu sana sini. Sekitar dua tahun lalu, saya memberanikan diri membooking satu unit di daerah Bogor (kabupaten). Pihak pengembang amat baik dan ramah, dan menjanjikan macam-macam kebahagiaan. Segala penawaran baik dibeberkan di hadapan saya yang sudah mulai tergiur. Hingga akhirnya mencapai kata sepakat. Pertimbangan saya saat itu adalah akses yang tidak terlalu sulit. Saya sudah mensurvei beberapa lokasi, dan dengan harga yang sedikit lebih mahal tapi tidak signifikan, saya bisa mendapat unit rumah yang mudah dijangkau dari jalan raya.Dua tahun berlalu, semua proses saya jalani pelan-pelan. Karena saya melakoni semuanya sendirian, sambil bekerj…