Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2021

New Girl, S6E16

  New Girl Season 6 Eps 14-15 made me laugh so hard, and Eps 16 made me fell in love. 'Officer Allison, will you be my partner for the rest of my life' 'Yes, officer Bishop' said Aly to Winston who wear bobcat costume to propose her.  New Girl is not the kind of series that I will hold on for long, I probably will forget watching this immediately after I finish, but.. the quirky jokes and weird conversation in it can make me laugh for three minutes straight.  Maybe if you need something to laugh to beside your life, you should try them. These are the weirdos you need for the moment. ***

Slow Living vs Selow Living

  I  know this blog has turned into a regular 'dear-diary-blog' lately, especially since pandemic, but I don't care because it helps me capture some moment which when I re-read it, my future me will be shocked and like 'wow, I've been that way since years ago..'. There are a true difference between slow living vs selow living. Not everyone will get this, so let me explain it to you. The word selow is actually slow with a little emphasize in the inserted e, to make it less serious. Selow means in total no hurry, do things slowly, don't care about the deadline, just enjoy and relax and care nothing about the world. Selow living is the kind of living that you live for yourself today, don't bother about the future, the past, or whatever comes in between. One just do what they want right here, right now. And I'm currently doing it. Kinda like it tho, especially after a long month of preparing a four days meeting. Eating yoghurt on bed, watching the entire

I am Finally Writing (one of the magical effect after tidying)

  I know it sounds common, because my problem is not about starting, it always been about finishing. I always wanna write a novel, but I'm bad at ending so I got stuck all the time for ten years now . And here I am, starting. For real this time. With whole picture of how it's gonna end. Also, I start using my Buku Catatan untuk Calon Penulis which I bought on twitter, and the note says  'Bogor, 4 Juli 2019. Dibeli sejak Juni, ditunggu hingga Juli, begitu tiba seminggu kemudian baru dibuka'  With my name and signature on the first page. This is a pre-ordered book, by Puthut EA and I still remember the great enthusiasm on twitter which provoke me to join the crowd. I must admit, I didn't remember having this one until decluttering. Because, there is nothing in it.. literally nothing. The book was designed for a writer to write, and I didn't know what to write because I only write temporary things like story plots, characters, names, and more names, which change a

Enjoy Friday like a True Minimalist!

  An empty, clean, and tidy house. Perfectly painted grey empty walls, Pile of pillows on the corner of the grey-bedsheethed-bed with fluffy bedcover rolled like a fluffy sushi, And, a marathon of funny series that makes you laugh like never before (during the week). If this is what my soul desire, then I’ll let her be. Maybe.. just maybe.. maybe this is what’s best for you. Unless you found someone who’s energy and soul match yours, you should enjoy the solitude. 

Sandar harap mu

  Kalau rasanya sendiri sekali, itu artinya Allah sedang mengeliminasi semua harap kepada selain-Nya. Itu karena Dia sayang, karena Dia tidak mau kamu kecewa. Karena Dia tahu, bersandar pada makhluk hanya akan menimbulkan patah hati. Dia tidak ingin hatimu patah, Dia yang paling tahu cara melindungimu dari tangis berkepanjangan. Mendekatlah terus, terus mendekat. Meskipun yang dulu kamu lakukan itu sangat buruk, tiada Dzat yang lebih pemaaf selain Dia. Kapanpun kamu datang, kapanpun kamu minta, Dia pasti akan menerimamu kembali dengan penuh sukacita. Karena demikianlah kasih sayang Tuhan pada hamba-Nya, tiada yang bisa menandingi, bahkan ibu kandungmu sendiri. Selama hatimu masih menggantungkan harap pada makhluk, selama itu pula Dia akan terus menyingkirkan harap itu. Hingga kamu sadar, bahwa tidak ada satu orang pun manusia di muka Bumi ini yang patut kamu jadikan sandaran.  *** Bogor, 28 Januari 2021

You did good. (No, you’re not)

  Dear anxious little mind, When the voices in your head won’t stop talking, and the mind won’t stop picturing the ideal event that should happened.. Allow your self to lie on your bed for two hours straight, staring at the walls. Allow your self to cry at the end of your prayer because  you can’t silence the voices. Call Him out loud. Call Him by His names. Only then you will realise that it’s only you and Him now. You and Him. You won’t find peace in a second you did your prayer. things are not designed to be that perfect. Nothing in this world was designed to be perfect. Especially your plan. When your confidence is crushed, swept away like sand on the beach, you have your right to be vulnerable. It’s okay to keep thinking about it, like an unresolved jigsaw puzzle. But remember this; Nothing in this world really matter. You just have to keep going, put the past behind and take the lesson with you.  You can always have tomorrow, to do better and make some improvement. Unless you die

Fa inna ma'al usri yusro

  Dia ingin bisa bekerja. Menjadi wanita karir, seperti yang dia impikan sejak remaja. Namun apa mau dikata, kini ia tak lagi leluasa. Ada dua bocah yang kini bergantung pada hadirnya. Setiap detik, menit, dan hari, ia habiskan hanya untuk memastikan semua kebutuhan mereka. Cukup tersedia nutrisi, cukup asupan ASI, tiada kurang walau sejentik jari. Dua bocah yang bermata indah, sejuk wajahnya jika dipandang, lucu tingkahnya kala bercanda. Juga seorang suami yang selalu siaga. Yang tahu caranya mencari rezeki, dengan tetap sambil berserah diri.  *** Dia telah memiliki hampir semua daftar mimpi perempuan seusianya, namun ia masih tetap menginginkan pekerjaan yang sepadan. Pekerjaan yang patut bagi dirinya yang telah menempuh pendidikan tinggi di universitas nan rupawan. Ia lelah terus menerus bekerja banting tulang, dengan bayaran yang hanya cukup untuk menuntaskan tagihan. Bulanan demi bulanan. Di sisinya kini ada sesosok bayi mungil. Mata bundarnya membesar setiap kali ia selesai mengh

When Things are Started to Fall into Places

  Pukul 23.50 dan saya baru selesai menulis profil wirausaha  untuk usaha yang baru saya rintis. Ada sedikit haru di dalam proses menulisnya karena saya merasa familiar dengan vibe yang ditimbulkan. Menjawab pertanyaan demi pertanyaan, sebagaimana dulu pada bulan-bulan seperti ini saya selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk lamaran beasiswa.  Sedikit banyak kini saya mulai berpikir ulang untuk meneruskan perjuangan mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri. Karena jika boleh jujur, sebetulnya saya sangat takut dan sangat tidak ingin pergi sejauh itu sendirian. I've been alone in half of my life, I don't wanna be alone for too long.  Reaksi yang saya dapat ketika memposting cuplikan percakapan dari staff Ditmawa IPB yang meminta saya memasukkan profil ini pun sangat meriah dan di luar dugaan. Ternyata, banyak yang memperhatikan usaha ini. Walau saya tahu tidak sedikit dari mereka yang juga punya sesuatu yang buruk di dalam hati, yang mereka sampaikan dengan ragam kritisi. Tap

Basic Thinking of Life

  The only reason why I love Disney and Marvel so much is because they're Jewish  using what they've been told from the Bible, or from whatever their ancestors has taught them. They use it in a way that even kids can understand. Their tribe is, well let's be completely honest here, special. They've been mentioned for so many times in the Quran, with their very special traits.  Pesan yang selalu mereka sampaikan dalam setiap film atau serial yang dibuat oleh kaum itu, adalah tentang soul. Tentang mengejar makna hidup, dan tentang kebaikan manusia. Sejatinya, itulah yang manusia butuhkan di Bumi ini. Karena tidak semua sempat memikirkan tentang arti, apalagi koneksi di dalam diri sendiri. Kebanyakan mereka yang beragama justru terperangkap ke dalam puzzle ibadah ritual, dan bahkan jauh lebih buruk dari itu; sibuk membenarkan ibadah ritual orang lain, atas nama menyebarkan kebaikan. Yaa, tapi memang penting juga sih itu. Sebutnya dakwah mungkin ya, yang senantiasa menginga

Berhenti Sejenak

  Pada hari ini, 21 Januari 2021, masih kita dapati banyak sekali berita duka. Berita-berita kepergian sanak saudara, dari teman yang kita kenal melalui sosial media. Satu persatu memajang gambar wajah muda belia, cantik jelita, tampan rupawan, yang telah dipanggil duluan. Apakah pandemi yang merenggut mereka? Atau sebab lain, dan semua atas nama ajal? Entah. Tidak perlu kita tahu sebab kepergian dari orang yang bahkan namanya pun baru kita dengar hari ini, tapi cukup jadikan sebagai pengingat, bahwa waktu kita pun semakin dekat. Belum habis sampai di situ, satu persatu berita bencana alam berdatangan. Banjir bandang di area pegunungan, gempa bumi, tanah longsor, angin puting beliung.. belum habis duka setelah kepergian mendadak sebuah pesawat yang hilang kontak dan ditemukan dalam kepingan, kini kita harus menyaksikan gambar-gambar rumah yang luluh lantak diterjang alam. Di sini, hari ini, di rumah ini, saya habiskan waktu seharian bekerja keras memeras otak. Dengan lantunan syahdu mu

Life after Tidying-Up: Meal Prep!!

Lol just kidding. This isn't meal prep. This is just repacking bebek ungkep biar praktis tinggal goreng. Now you have your kitchen tidy and everything has been put in order based on its categories. So you ready for the next step; meal prep!! Lol.  Not really. The truth is.. saya jadi malah makin malas masak karena tidak mau mengganggu keteraturan yang sudah tertata. Hahaha. Ini buruk, sungguh jangan ditiru. But if you do, kalau kalian merasa yang sama, well.. don't be too hard on yourself. Ikuti saja maunya apa. Nanti juga akan ada saatnya di mana kamu merasa, okay this is enough, the heck with it, I'll cook anyway.  Tapi memang dengan masuk ke dapur yang sekarang lebih rapi dan tertata dengan baik bikin kamu jadi lebih jernih melihat apa yang kamu punya di dapur. Bumbu-bumbu apa yang masih ada, bahan makanan apa saja yang bisa diolah, dan sedikit banyak kamu jadi punya keinginan untuk mengolahnya. Sore ini saya habiskan waktu menonton video-video youtube tentang meal-prep,

02.53

  Terbangun pukul 02.53, dan saya masih menolak beranjak. Udara dingin, kasur dingin, dan ini adalah hari kedua gak nyalain AC. Nikmaat sekali. Saya ingat tahun lalu, di awal tahun begini pernah ada 5 hari gak pakai AC. Hari-hari tanpa harus menyalakan AC memang sangat spesial bagi saya. Makanya begitu dikasih kesempatan bisa berdoa di sepertiga malam, saya agak ogah-ogahan. Eh ternyata dikasih hujan. Dalam seketika langsung bunyi suara hujan deras. Saya langsung membuka mata dan beranjak. Kalau ini sore, pasti langsung ke luar duduk di teras, menonton hujan. Saya suka hujan. Dikasih sepertiga malam, hujan pula.. adalah hadiah terindah untuk hari ini. Bisa minta apa saja, dan pasti dikabulkan. Maka saya minta supaya semakin dikuatkan dalam menjaga hati. Dan mendoakan dia yang belum jelas siapa orangnya, tapi saya yakin pasti dia juga lagi berusaha. Berusaha untuk jadi lebih baik, dan berusaha menemukan jalan supaya sampai ke sini. Saya minta pada-Nya, untuk melembutkan hatinya, mudah m

Why Decluttering will shape you into a new person?

  "Currently Decluttering, so I'm basically a new person" adalah tagline yang saya taruh dimana-mana. Di caption photo terbaru instagram, di bio twitter, dan kalau perlu di depan pagar rumah pakai cutting sticker. Kenapa saya selalu menyebut demikian? Karena teknik Marie Kondo yang menjadikan joy sebagai acuan, adalah jalan menuju seseorang itu mengenal dirinya dan apa sebetulnya yang dia definisikan dengan joy. Kadang kita terlalu terbiasa hidup dengan satu cara yang familiar, sampai kita sendiri tidak paham mengapa kita lakukan kebiasaan yang kita lakukan. Kenapa harus selalu mandi tiap pagi, padahal tidak kemana-mana. Kenapa harus solat setiap hari, jika Tuhan Maha Tahu dan Maha Pengampun. Teknik Marie Kondo, pertama-tama memperkenalkan seseorang pada apa yang sebetulnya dia senangi, dan membawa rasa senang ke dalam hati. Teknik ini sedikit banyak berkorelasi dengan connecting to the ruh seperti yang pernah saya tulis sebelum ini. Bahwa manusia dibekali dengan tiga asp

Day 7: Life After Tidying-Up

  Saya tiba di rumah lewat pukul sepuluh malam. Disertai dengan rintik lembut, dan obrolan abang gojek malam tentang aplikasi yang eror hari ini. Padahal saya tidak bertanya, tapi abang itu seperti menjawab pertanyaan saya dengan kesalahan sistem yang terjadi sore tadi. Kejadian yang kami alami berada di waktu yang sama, sama-sama tidak bisa berkomunikasi antara pengemudi dan penumpang, dari sisi saya sebagai penumpang, kami hanya diberi notifikasi gagal tanpa tahu bahwa jika mengulang pesanan, saldonya terambil. Dari sisi pengemudi, pesanan itu masuk namun tidak bisa menghubungi penumpang dan tidak bisa juga membatalkan pesanan. Kejadian sore tadi mengarahkan saya pada hal lain lagi, yaitu sebuah percobaan penipuan. Saya melapor ke twitter, lalu dibalas oleh akun serupa, yang tidak saya cek username nya. Dengan polosnya mengklik tautan menuju chat pribadi, dan diminta mengisi formulir keluhan. Harusnya saya curiga. Tapi kejadian sehari ini --ditelepon berulang kali oleh asuransi spam

Decluttering Day 6: Outfit and Playlist

  Eventhough Marie Kondo said that in this process, you shouldn't be hearing anything such music. Not even podcast. You can put a relaxing-un-vocal natural ambience like waterfall, or ocean, but nothing with human voice in it. Because you need to focus. You need to be able to hear yourself clearly and loudly. This is between you and yourself, to decide whether or not you will keep the stuff. As for me.. well.. my decluttering process is more of mine that Marie Kondo's. So I kinda mix it together between decluttering in cleaning.  I will take out all of my stuff from it's place, and then, I will clean the empty boxes before I start to discarding. And during this process -taking out the items and cleaning the spaces- I always have some music or podcasts or religious lectures with me. (And I found a gem; Music Travel Love, a cover duet of a brother, in places like nature and city.. their voice is amazing, their shot is brilliant, and their music.. man.. I love everything about

Decluttering Day 5: Facing My Biggest Fear

  Sejujurnya tadi malam saya nyaris tidak bisa tidur memikirkan jigsaw puzzle pengaturan ruang, antara keinginan dan ketakutan. Saya ingin memindahkan meja kerja ke ruang tengah, itu artinya mungkin harus menggeser meja kopi yang sekarang suka dipake buat bikin juice ke dapur. Berarti saya harus menggeser meja oven, dan oven akan disatukan semeja dengan juicer. Nantinya, meja dapur akan pindah ke kamar depan. Mungkin untuk tempat duduk si teddy bear, atau mungkin juga untuk meletakkan prototype pajamas. Maka sebagai gantinya, saya akan membeli drawer set untuk menggantikan posisi meja kerja di kamar. Di situlah saya akan letakkan cermin, tanpa harus dipaku ke tembok.  Seolah-olah puzzle sudah teratasi, tapi ternyata.. Saya bangun dengan keputusan baru. Sebagaimana setahun yang lalu di Kupang, NTT, saat saya justru membatalkan Pulau Rote dan langsung potong kontur menyambangi Raijua. Badai, angin barat, you name it. Yang jelas, bahwa seseorang bisa bangun tidur dan berubah pikiran, itu

Decluttering Day 4: The Homeless in my House

  Sebagaimana chapter dalam buku, hari ini saya masuk babak ke-empat dari keseluruhan proses tidying-up. This is the rightest way to begin the change of life --life changing experience doesn't have to be travel far to the outside world, travel far to the inside could also do-- and Marie Kondo is 90% right about this process. Proses penyimpanan adalah memastikan semua benda memiliki rumah, karena sumber dari clutter adalah karena benda-benda itu tidak punya tempat khusus untuk mereka berteduh. Put items based on category, every single one of them should have a designated spot.  Jadi saya mulai mengkategorikan benda-benda. Mudah untuk pakaian, sulit untuk komono  atau printilan. Sekarang, masalah baru mulai datang. Dan benar kata Marie Kondo, ini seperti menyusun jigsaw puzzle yang butuh fokus mendalam. Kenapa saya bilang ini adalah masalah baru? Begini.. I have a thing with commitment, okay. I can't even permanently nail the cables to the wall karena saya masih sering berpindah

Archived

Show more