Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2018

Ternyata saya.. (The one rule about self-loving mother)

Actually, it's true that a person could never really understand another person. Because they, them self, don't understand their self. People change by time, and the part of a person that you know, is giving you two a bond. That bond, will gradually disappear as the person change. Because she/he's not the same man you once know. 

And it also true, that one can understand them self better when they spent time alone. In my case, live alone, and try to share a roof with another, and then live alone (again). See how much difference you'll make. 

So in this post, I'll write more about me. Don't bother, leave the page if you will. 

***

Selama ini saya tumbuh besar meyakini bahwa saya adalah seorang yang 'berantakan'. Saya dibuat percaya bahwa 'berantakan' adalah bagian dari kreatifitas. Dari tingginya tingkat intelijensi seseorang, sehingga kemampuan fisiknya tidak bisa mengimbangi kecepatan berpikirnya. Kamar saya berantakan (sejak kecil), dan selalu di…

About a Desire

Belle from Beauty and The Beast has to be a prisoner in the dungeon before she meets her prince charming and the not-provincial-life she always wanted.

Blair from Gossip Girl has to marry the wrong prince and almost lost her kingdom before she marry her true love.

The thing about something we want the most.. is that it never come easy.

***

A friend once asked me.. 'is it wrong if I want someone to take care of me even if I already have a husband?'

I said, yes. Yes it's wrong.

But the wrong thing isn't about the affair - she wished to have - it's about the desire that has no way to be real. It's not wrong to desire a handsome guy to fall in love with you, but it's wrong if you don't know how to find a way to make it true.

Something that you want, that you kept in your heart for so long, need a way to figure out. Or else, it'll be a stone, blocking your heart from happiness. Because you're still holding this stone, it weighing you down and you absolutely…

A Family

You might don't wanna read this, because I'm about to write my truest opinion about family. Because,. none of us could ever chose with whom we become a family.

***

Everyone could be a parent. Everyone. Good people, bad people. Open minded, close minded. Graduated from Yale or never attend school at all.. There's no such thing as minimum standard in order to become a parent. As long as you find someone to make love with, boom. you'll have the baby (terms and condition applied).

Therefore, the kinds of parents are plenty. The debates of being a good parents, are useless. There's no point debating on how to lead the children in freedom or in rules, because everyone has a different faith and struggle a different battle. 

As a kid, we're all been told that we should respect our parents. They sacrificed their life for us to live. They abandoned their ego just to make sure we have a decent world to survive. I couldn't agree more.

But.. what if..

What if the prayer for o…

Muslim Minimalist

Tadi malam saya menulis sebuah postingan, tentang someone to love. Yang kemudian saya hapus pagi tadi saat sahur, karena tersindir oleh sebuah postingan di instagram, begini kutipannya
There's something so peaceful about Ramadan. It is important to forgive and forget. Let go of all grudges and remember that this month is a special month between you and Your Lord. So put down the distractions and take that first step to becoming a better Muslim and a better person. Kenapa tersindir?

Well, Kuncinya ada di 'distraction'. Look! It's true that we all need someone to love, and be loved by someone. But those are distractions!

Tulisan ini saya tujukan khusus untuk yang masih single dan sedang menunggu pujaan hatinya datang 'menjemput'.

Di Ramadan kali ini, biarlah doa-doa kamu taburkan dalam setiap sujud, dalam setiap hening sepertiga malam terakhir. Pikiranmu dipenuhi dengan bayangan tentang sang pujaan, tak henti berharap agar dia lah yang menjadi jodohmu. Benar bahwa …

People Change, So I Chose Minimalism

People change like season. I'm not who I am two years ago, and everyone must have had their darkest past where they wanna burn and forget but never do. In this post, I wanna share to you about how minimalism is the best way to change your self. As it did to me. 

***

Minimalism mengajarkan saya untuk hidup di masa sekarang. Menikmati apa yang ada, dan tidak berlebih-lebihan dalam memiliki benda. Betul, itu semua diajarkan dalam Islam, dan diajarkan oleh guru ngaji sewaktu kecil dulu. Tapi pelajaran itu benar-benar akan bisa kita resapi maknanya, begitu kita mengerti mengapa harus begini dan begitu.

Cara berpikir seorang minimalist adalah sederhana saja, we don't promise tomorrow so why bother. Dengan begitu, dia akan memaksimalkan kemampuannya untuk bahagia yang dia rasakan hari ini. Misal, dia punya uang.. dia simpan uangnya di bank. Lalu dia punya keinginan, ingin sekali pergi berlibur ke luar negeri. Setelah dihitung-hitung, ternyata uang simpanannya cukup untuk pergi ke lua…

Kode Semesta tentang Cinta

Dua hari yang lalu, saya menulis tentang cinta. Hari ini, saya menemukan kalimat hadits relevan, di catatan kaki halaman yang sedang saya baca. Bunyinya seperti ini;

Dari Anas Ra., Ia berkata, Nabi SAW bersabda. "Ada tiga hal yang barangsiapa mengamalkannya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, yaitu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah, tidak suka kembali ke dalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka." (HR Muslim) Bisa dibilang tiga hal tadi adalah diurutkan berdasar hal tersulit hingga termudah. Sebut saja kita tidak suka kembali ke dalam kekufuran setelah Allah menyelamatkan kita. Mudah, bukan? Saat seseorang menemukan jalan 'pulang' ia tentu akan merasakan nikmatnya berada di 'rumah' dan tidak ingin kembali menggelandang di jalanan. Begitupun dengan hati. Saat sudah mencicipi damainya berada dalam 'Islam' yang baik, ta…

Jatuh Cinta, (jika) Tanpa Kata

Love is crazy. Everyone knows, everyone agrees, but no one could stop the craziness of people in love. Including me. There are zillion of theories on why love is crazy, and what love really is,. and here I am.. about to tell you something, that's been bothering me for weeks.

***
Beberapa minggu belakangan ini saya sedang 'menemani' dua orang sahabat jarak jauh, yang sedang bergulat dengan urusan hati. Kinda reminds me of my self thousand of years ago. Uniknya, keduanya mempunyai soalan yang amat bertolak belakang, yang satu sedang patah hati karena putus cinta - atau nyaris putus cinta - dan yang satu lagi sedang tergila-gila karena jatuh cinta. Keduanya membuat saya seolah merasakan jatuh cinta dan putus cinta sekaligus, dan itu.. yah.. agak aneh untuk dirasakan.

Saya ikut sedih ketika teman saya menangis via telpon, mengutarakan niatnya yang sebaiknya mengakhiri hidup saja, karena seseorang yang dia cinta, sepertinya tidak begitu membalas perasaannya. Laki-laki yang dia …

Mensyukuri Musibah

Hari ini, saya bangun dengan kondisi istimewa. Bukan saja karena ini hari Senin dan saya sudah cukup banyak waktu istirahat di dua hari sebelumnya, tetapi juga karena mendadak saya kehilangan seluruh tenaga, kecuali untuk menguras isi perut sampai habis tak bersisa selama empat jam pertama pagi ini.

Sembari berjuang menelan suapan makanan yang saya masak secara sederhana pagi itu, dan juga bolak balik ke kamar mandi karena perut menolak setiap suapan tersebut, pikiran saya tidak berhenti memutar ulang kumpulan hari-hari kemarin, apa saja yang saya lakukan, dan apa saja yang saya pelajari, dan apa kemungkinan sebab saya begini. Well, sebagian besar pendapat tentu menjurus pada hal-hal teknis seperti salah makan, kurang istirahat, terlalu capek,. tapi saya ingin kita semua di sini mengerti bahwa, sakit fisik tidak selalu tentang fisik.

Sakit adalah salah satu cara Allah menggugurkan dosa seorang hamba. Sakit, adalah momen di mana seseorang yang jarang beristirahat menjadi banyak beristi…

Dari Buku 'Apa Kabar Rindu'

Tidak ada yang lebih menyakitkan, daripada melihat seseorang yang begitu tepat untuk kita, yang genggamannya begitu sempurna merekat di sela jemari kita, namun kita tidak pernah tahu apakah dia milik kita atau bukan.

Jika ini yang sedang kamu rasakan, saya punya satu-dua kalimat yang semoga bisa menenangkan.

***

Tulisan yang akan saya bagi kali ini, terinspirasi dari seorang teman yang adalah seorang penulis. Beliau telah menghasilkan dua buku, dengan judul 'Cinta dan Kehilangan' dan 'Apa Kabar Rindu'. Teman saya ini menulis dengan nama anonim; Senyum Syukur.

Kedua buku itu seolah berbicara pada mereka yang tengah merundung duka, akibat cinta. Entah karena ia tengah kehilangan sosok yang dia cintai (ayah, ibu, saudara, kekasih, atau bahkan pasangan), atau karena tengah memendam rasa cinta yang tidak memiliki wajah untuk ditampakkan.

Tentang memendam rasa cinta pada seseorang, teman saya mengulas lebih dalam pada buku kedua, 'Apa Kabar Rindu'. Dan saya yakin, ji…

Don't Follow the Butterfly

She wrote a worldwide best selling book. She gave speech about how a woman should believe in them self. She posts instagram with motivational words no woman can't deny. She was an inspiration. She was the moral compass. She was.. until now. 

***

Two years ago, I was struggling to put my life back together. Like a turtle lost it's shell, I was vulnerable and confused. I spent the day thinking, the nights crying, and the morning worrying. Seriously, my past two years was a disaster. 

Then I found this talk. A thin woman wearing hijab, talked about how woman supposed to fight for them self. to believe in them self, and to never let any man put down the crown. 

A fragile version of me.. took those words deep at heart. Struggling to stand up again, I was burnt by the quotes that 'every great man has a woman behind his back, but every great woman only have her self'. That.. is when I denied all the fact that I need a man to be with. I was so insecure about my love life (that the…

Decluttering time!!

Yay, it's decluttering phase. Fifth month of 2018, who realized we've come this far? Feels like the year was just started and boom! Soon enough, we'll get to the middle. 

Like Zedd, Maren Morris, & Grey said 'Oh baby, Why don't you just meet me in the middle?' be prepare to whatever meet you at the upcoming months!

So I may have a little story to tell to start this Month of May.. which is.. by decluttering! Five months have gone, and who knows we've stack more and more stuff already. I got pretty overwhelmed with what I had lately. 

We, human.. tend to avoid loneliness. And just like any other human beings, I too fill the void by shopping. It's okay tho, it's human. Men, women, they did shopping when they feel lonely and had some money. (Some men are crazier shopper than me, lol). I get a little bit lost with my minimalism thing, and forgetting the formula of minimalist shopper: asking question.

I stopped questioning why I bought this or that since.…