Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2019

In Hardship

What do you do when in hardship?
What trouble could you get in this life? *** These past few years I’ve been learnt that most people are searching for something in common: happiness. The pursuit of happiness came in so many forms. Concert, night life, meditation, travel, gym.. all in search for one thing: peace.
People want to be happy.
Little did I know.. (and I take it from one of Nouman Ali Khan’s video), that the pursuit of happiness is the lowest level of pursue. The next level would be the pursuit of coolness. Then richness. Then meaning. But in Islam, we have been taught that the real pursue.. is the pursuit it self.
Meaning, that what we’re actually searching in this life is the road to Allah. And if the road is the search.. then we’ll be searching for the whole life. In that road, we’ll find new things everytime. Even in the things that we think we know, we’ll find something amazing that we didn’t know before.
That’s the beauty of pursuing the pursuit. We won’t stop.
People who are b…

About a Wedding

I must admit that I almost got married three years ago. The relationship was failed, he left,  and now happily married. The choice that crushed me down, but I’m forever grateful that it happened.
The wedding preparation was went for three months, we decided to called it off one month before.. and here’s what I learnt:
Unhappy couple tend to make the most of their wedding party, even if they had to make a loan, they will do. They’ll do everything to please every eyes in the room, pay great amount of decoration, wedding cake, dresses. Things will be different to the couple who actually got the money. I’m not talking about them here, I’m talking about the who don’t have the money but try their best to have the greatest party.
I realised this after three years, that I wasn’t happy at all. I didn’t even know how to be happy., because all I know was pleasing everyone. As long as the people are happy, I am happy. And that was exhausting. That wasn’t the kind of happiness that I have now. 
Of cou…

Another Boring Content.. Sorry Guys,

Went to the store at three pm, bought five cans of paint after two hours of picking colours.. and went back to an empty house.
Para tukang sudah pulang. Besok mestinya mereka nge cat dan finishing touch. Setelah benteng saya jadi, saya akan cerita semua prosesnya, dari cara pilih tukang, bahan material, sampai cat-cat yang bikin saya bolak balik ke toko bangunan. Cat adalah yang utama, karena saya tidak mau salah pilih warna. Insya Allah warna yg saya pilih ini benar, Aamiin.
But for tonight.. I don’t have anything special to share. Its monday but I work from home. Raining all day, only see a little Sun. This house is getting colder.
I have a wall now. Surrounded by real wall, making me feel safe but scared at once.. safe for knowing that its a strong tough wall., but scared for realising that I’m all alone inside. ***
All in my head now is about parenting. If you wonder why.. because I’ve learnt this thing my whole life. I even took classes on holistic education, character building, childr…

A Lesson from Nouman Ali Khan’s Video

I learn my big lesson today. Huge actually. That never will I ever.. buy fish from motorbike-vegetables-trader again. Beside the price, they don’t provide cleaning-service like what they do in traditional market or supermarket. Ngomong opo sehh.. ya intinya saya gak mau lagi beli ikan di tukang sayur karena dengan harga yang sama (dan agak lebih mahal), ikan nya tu gak di bersihin. Dan karena saya sakit sejak pagi, (gara-gara kebanyakan makan kripik balado), jadinya baru bisa ngurusin ikan itu jam sembilan malam. Sekarang saya mengerti kenapa orang-orang memilih jadi vegan.
***
Allah never put something in your heart without giving you the ability to achieve that. He won’t make you wanting something, without giving you the willingness to change.
Seharian dari pagi sambil melawan rasa sakit, saya memberesi rumah dengan sangaat lambat, sedikit-sedikit istirahat, sambil memutar video Nouman Ali Khan secara marathon. Biasanya setelah satu video saya akan pindah ke penceramah lain, entah itu …

Design: Road Path to Life

Everything about design is amazing. First you need to know who you are, then you have to picture the goal. How do you want the final output be. And you gotta play with some creativity, with shapes and lines and dots and colours. All with meanings. Oh how I loved to talk about design, see it watch it feel it, but could never create it.
Yes I was born left brainer. My parents didn’t taught me any art, nor in the school-except for one hour or two each week. I never had any good score in drawing. I drew over lines all the time. I can’t wrap a gift. And I know NOTHING about music.
I hate art class back in school., neither take any of the extra-class. I would prefer language over dance, speech competition over music performance, debate competition over poetry reading (but I did poetry reading once, though. In my first year in high school, my very first art performance).
But I love art. I love music. I have diverse taste of music that my friends love my playlist, they often use it for their own…

Late Night Confession [Boring Content!]

Kali ini, untuk pertama kali dalam hidup, muncul keinginan untuk menarik kembali doa yg pernah saya panjatkan. Bukan karena menyesal. Tapi karena baru sadar, bukan begitu cara kerja doa.
Jadi bagi yang datang ke blog ini untuk membaca hal-hal tentang minimalism, bersiaplah kecewa. Meski memang semangat awal membuat web ini adalah minimalism, dalam perjalanannya tetaplah ini adalah diary. Diary orang yang pingin jadi minimalist.
*** Sekitar dua - tiga tahun lalu, saya memiliki satu keinginan besar. Keinginan itu sangat besar yang membuat saya sangat sedih dan rapuh karena keinginan itu tidak kunjung terwujud. Saya ingin sesuatu yang tidak saya miliki (ya iyalah). Bahkan tanda-tanda bahwa saya akan memiliki itupun belum ada. Sekali waktu tanda seperti akan dikabulkan itu datang.. tapi tipiiis sekali. Setipis prasangka dan realita yang sebenarnya jauh tapi didekat-dekatkan.
Saya menggenggam keinginan itu erat sekali. Membisikkan doa-doa setiap kali teringat akan hal itu. Ingin sekali tercapa…

Decluttering a.k.a Beres-Beres Tengah Malam!!

Perlu diakui, 2019 adalah tahun yang bikin deg-degan bagi perempuan seusia/seangkatan saya. Walaupun usia saya setahun lebih muda dari angkatan, tapi tetap saja usia ini sudah masuk level mengkhawatirkan (bagi normal nya opini publik tentang usia menikah). Dan meski saya bahagia tiap hari, bukan berarti saya tidak was-was dalam hati. Tapi kalau saya sih lebih cepet baper kalau lihat anak bayi.. barusan pulang kantor, nonton youtube nya The Bramantyos, saya nangis nonton Bhai Kaba lari-lari muter-muter panik kegirangan liat mini cooper. Dalam hati saya membatin.. Ya Allah saya saja bahagia.. apalagi orang tuanya. Priceless ya.. itu bahagia yang benar-benar tidak bisa dibeli dengan uang. 
Siang tadi juga saya dan nyonya manager di ruangan membahas hal yang agak sedikit berfaedah. Begini bunyinya:
Saya : “aku tu mikir.. dalam setahun sebenernya kita tu bener-bener pake uang kita berapa kali.. 2017 aku bangun dapur, beli laptop.. 2018 aku gak bangun apa-apa dan gak beli apa-apa, makanya bis…

Gratitude

Sedikit saya ingin bercerita tentang hari ini, tentang seiris sakit hati yang sempat menghampiri siang tadi.
Hanya seutas kalimat. Tapi mengiris begitu dalam. Air mata berlinang tanpa bisa diduga. Saat itu saya hanya mencoba diam, dan membiarkannya membuncah. Sambil menyebut Allah berulang kali.
Menit berlalu, irisan itu pun kian sembuh. Bukan karena si pelaku datang meminta maaf. Namun karena hati saya yang mencoba melupakan. 
Adalah Allah yang menyembuhkan amarah itu. Reda tanpa sisa. Setampuk kue manis datang mengetuk pintu. Saya pesan tiga puluh menit yang lalu. Allah Maha Kaya., saya masih diizinkan untuk mendapat rezeki sehingga sanggup membeli kue manis ini. 
Adalah Allah yang selalu ada, menenangkan di saat sulit. Meredam di saat marah. Saya bisiki semua hal yang menyakitkan pada-Nya, lalu tenang karena-Nya.
Adalah Allah yang selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Melalui cara yang tidak pernah terduga. Satu waktu dengan cerita seorang ibu di kereta. Lain waktu dengan cerita d…

Membangun Benteng, Day 3

Becoming a minimalist is not a one night process. It takes years, and you still can't call yourself a minimalist. 

***

Today I start to think of having a garage sale. I feel so much pressure around here lately, and I think one of the cause is my pile of stuff. So.. yeah. I need to declutter soon after the walls ready.

***

Membangun benteng hari ke-tiga, dan para pekerja yang sangat rajin ini sudah mulai membentuk sebuah benteng. Tinggal dua kali sentuhan, benteng ini akan berwarna. Semoga saja persis seperti apa yang saya bayangkan.

Persiapan sudah lumayan matang, tinggal menunggu eksekusi. Time that will bring everything to the light.

Agar apa semua ini?
Agar menjadi seleksi, bahwa hanya yang pemberani dan kuat sajalah yang mampu lolos.

Kamu baik, kamu bahagia. Kamu pintar, dan kamu menawan. Cukuplah Tuhanmu bagimu, untuk mengisi setiap jengkal. Biar Dia yang tahu, siapa kelak yang akan berdiri di sampingmu. Setara, dan sejajar. Kahlil Gibran mengibaratkan, hubungan itu layaknya Po…

Mempersiapkan Generasi Penakluk Roma

Bisyarah Rasulullah SAW masih berlaku, dan Roma masih belum takluk. Sekarang ini, nampak belum ada tanda-tanda bahwa generasi inilah yang akan menjadi penakluk Roma. Oleh karenanya, tugas kita menyiapkan generasi itu kelak. Adalah tugas semua perempuan. Yap. Saya, kamu, dan semua perempuan muslim di muka Bumi.

Syaratnya apa?

M.A.U.

Jadi yang mau saja.
Yang mau punya anak turun berperang. Yang mau lihat anaknya luka biru memar-memar karena latihan. Yang mau menghadapi kemungkinan melihat anaknya mati dalam peperangan.

Terdengar mudah tapi sulit, sama kayak masuk surga. Pingin masuk surga, tapi berharap jalan tol.
Terdengar mudah, tapi saya yakin tidak ada ibu yang sanggup membayangkan (bahkan hanya membayangkan) anaknya meninggal mendahuluinya.

Kecuali ibu-ibu yang sedari dulu sudah sadar akan adanya bisyarah ini. Bisyarah itu apa? Bisyarah adalah berita bahagia yang disampaikan Allah melalui Rasulnya, jauh sebelum itu terjadi.

Saya mau, tapi caranya bagaimana?

Belajar untuk melepaskan …

Critical Thinking vs Criticism and.. Parenting.

Parenting.. *sigh*
What's the word any more complicated than that? 

***
We could learn every lesson in the world, become whatever we want, apply to a school, get a degree, and suddenly we're an expert. But not for this one. Parenting is exceptional. Nobody.. I repeat.. nobody could ever be the most perfect parent in the world. The most expert, and the most flawless.

These days I have been thinking about how to handle a daughter my age if I am a mother. Because to me.. everything seems so wrong right now. If my parents ask me about marriage, I will be blown to anger (which they don't know because all they see is just my smiling emoticon). But if they don't ask, they might be worried about their daughter to not thinking any second about it, so they're worried (and what's good could worry-ness gave?). If they try to find me someone, I'll feel humiliated, as if I couldn't find a guy my own (which.. might be true). And if they try to give me some advice, all my …

Membangun Benteng

Bismillahirahmanirahiim.. 
Ini bukan undangan pernikahan tapi mulai besok, Insya Allah saya akan mulai membangun benteng. Benteng ini akan saya beri nama, Benteng Konstantinopel. Kenapa Konstantinopel? Karena kisah ini dibacakan sejak saya masih kecil, dan sejak itu saya mengganti bacaan saya dari majalah bobo dan komik Monica dan buku Gulliver's Travel, ke buku-buku hadits milik Papa. Waktu itu Papa juga baru hijrah, baru beberapa tahun hijrah dan langsung membeli rangkaian buku-buku Islam, tafsir dan terjemahan Al-Quran, termasuk buku Sirah Nabawiyah. Favorit saya adalah buku hijau Sirah Nabawiyah (baru-baru ini saya melihat lagi buku ini di toko buku dekat rumah, saat memegangnya ada rasa haru pingin beli tapi takut liat price tag jadi saya simpan lagi) dan buku hadits bersampul coklat. Saat itu umur saya sepuluh tahun, dan belum kenal Harry Potter.

Dalam buku Sirah Nabawiyah, saya senang membaca bagian perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabat; yang dipanah saat sedang sol…

Kode

Seseorang mengabulkan keinginanmu, tanpa kamu minta. Padahal dengan sengaja kamu menyebut-nyebut keinginanmu itu di depannya, berharap agar dia menangkap kode mu dan dia wujudkan. Kamu bahagia karena merasa tidak meminta, padahal boleh jadi dia memberi pun karena keberatan.

***

Kode.
Kenapa perempuan suka sekali main kode-kodean. Ingin beli tas, bilangnya duh tas aku udah mau copot resletingnya, berharap si laki-laki mendengarnya sebagai beliin aku tas dong, dan menganggap itu adalah cara tersantun.

Katamu itu santun, kataku itu bahlul.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menjadi peminta-minta, bahkan di dalam bahasa sekarang, minta ditraktir, minta dibayarin nonton, minta oleh-oleh pun sebetulnya tidak boleh. Pun meminta dalam bahasa kode. Apalagi meminta dalam bahasa kode. Nyusahinnya dobel itu.. sudah minta dia mengerti, memaknai, lalu membelikan keinginan kita. Islam tidak ingin umatnya menjadi umat yang menyusahkan.

***

Tegas. Perempuan pun harus bisa tegas. Kalaupun tidak ingi…

Inside the Mind of a Happy Woman

‘Period day one. God I can see the blood from here’“Heyyy..” she said to someone who run and hug her “Its been so long..” her friend said while hugging her even tighter. “Like forever!” She said with enthusiasm and big smile on her face. They talk for another minute, work and weather. 
‘Heels started to pain. Why do I hiave to wear one of these, though. Damn! Cramps! It hits my stomach and leg! Jeez’
“How do you like the food?” Someone from the host asked. “Great! Its really great.. I can have another one” she said while showing her empty plate. They both laugh. Another small talk, party and money.
‘Its been only one hour. I just have to do a couple photo and I’ll be home to my bed. But ugh. The stage! It feels like a marathon field to reach. My legs hurt.. my blood.. I swear I pee blood down here..’
And she was there for another three hours. Laughing and smiling.

Insan Cendekia

Menginjakkan kaki kembali di sekolah yang dulu kami sebut sebagai holly jail, menghadirkan perasaan yg familiar di hati saya. Sore itu, selepas menghadiri acara pernikahan salah satu teman kami, saya dan tiga orang lainnya sepakat tuk mengunjungi Insan Cendekia. Sekolah yang dulu menggembleng kami, berusaha membekali kami dengan nilai dan ilmu agama.

Pos satpam yang menjadi penanda pintu masuk sudah menunjukkan sedikit perubahan. Ada absen digital yang dulu hanya berupa lembaran-lembaran menakutkan. Mencatat pukul berapa seorang murid masuk kembali setelah berlibur di luar area kampus. Merekam nama-nama yang terlambat untuk diberi sangsi pada akhir pekan berikutnya. Tak tanggung, sangsi itu bisa berupa pencabutan hak pesiar (ijin keluar kampus) yang diberikan setiap dua minggu sekali.
Kami melewati lapangan sepak bola yang luas di sisi kiri dan lapangan tenis, badminton dan basket di sisi kanan. Ada desir haru yang melintas di batin saya kala melewati Gedung Serba Guna yang bersebelah…

A Busy Mind from A Baby Vlogger (and her mommy)

Saya miris melihat anak kecil yang sedari masih belum bisa bicara sudah disodor-sodorkan kamera. Okelah kalau masih kamera ponsel yang adalah godaan terberat ketika melihat anak lucu untuk tidak direkam. Masih mafhum. Tapi ini.. kamera profesional, dengan yang besarnya seperti senjata, mengajak si anak berbincang sambil menghadapkan kamera ke arahnya. Si anak seperti sudah diajari tuk berbicara dengan robot sedari kecil. Ditanyai ini itu, dan dijawab dengan lucu. Ditonton oleh para netizen di channel youtube, banjir like dan subscribe, keesokan harinya diulang kembali.
Pikiran ini datang setelah menonton video seorang youtuber terkenal, yang dulunya dia di Bandung bikin video-video lucu, setelah punya anak memutuskan untuk pindah ke Bali. Yep. Kayaknya sebagian orang sudah familiar dengan clue itu. Inisialnya Sa, belakangnya scha. 
Bukan cuma itu.. trend anak SD jaman sekarang yang sudah kenal gadget, adalah bikin vlog. Kemana-mana menghadapkan ponsel ke wajah dan berbicara tanpa hent…

Wednesday night, on January 9th

Kenapa kita harus berlatih untuk memilah keinginan dan mengutamakan kebutuhan? Karena Allah pun mengabulkan kebutuhan, bukan keinginan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang hamba-Nya benar-benar butuhkan, sedang si hamba itu tidak mengetahui.

***

Jam 11.11 wow.. saya lagi nulis ini trus lihat jam ternyata 11.11 tepat. Bless you. 

Jam 11.11 dan saya menyerah dari usaha untuk tidur, bangun, ke dapur, menyeduh teh panas yang nyaris tumpah di laptop barusan bikin bulukuduk saya merinding, dan makan satu potong pia terakhir yang saya bawa dari Gorontalo. Saya gak tahu kalau masih ada tersisa satu, dia nyelip diantara tumpukan barang-barang (benaran mesti mulai declutter ini sih).

Saya tidak tahu bagaimana rasanya mengidam, tapi sepertinya saya sudah mengalaminya setahun terakhir ini. Baru setahun terakhir ini, setiap kali jelang rutinitas bulanan, nafsu makan saya mendadak aneh. Aneh dan langka. Kemarin paru dan keripik balado, kemarinnya lagi Aunty Anne's, sekarang martabak. Tapi bo uda…

I see Fake and I be Fake

 I see fake people, I meet them, I deal with them, and I become them.

Smile while they stab, smile when they've hurt, and I become one.
You see fake people, you better run away, but you can't. Cause you ain't them, but you can't resist to be them. So you stay.

We lie to the world, every single day. Find someone you can share everything with. With whom you can put off your mask. Apparently, having one person who could understand you deeply, and can have you share anything, is the most valuable thing in life. I want one..

Random Thought

Terlahir sebagai hasil pencampuran suku-suku di Indonesia, membuat saya kadang iri dengan mereka yang punya identitas pasti. Aku orang Medan! Aku orang Sunda! Aku orang Jawa! Bisa dilontarkan dengan gamblang dan bangga. Saya masih harus memilah kata jika ada orang bertanya 'darimana asalmu?' karena di situ saya harus menganalisis secara cepat, apakah orang ini serius ingin tahu atau sekedar basa-basi membuka percakapan. Kalau hanya basa-basi kadang saya pilih salah satu kota yang paling dekat jaraknya dengan tempat kami berbincang. Atau berdasarkan asal si lawan bicara, kalau dia orang Sunda saya akan mengaku Gorontalo, kalau dia dari Sulawesi saya akan mengaku Sunda, pokoknya harus berbeda supaya tidak diajak pakai bahasa daerah.

Ayah saya Gorontalo, asli. Opa dan Oma keduanya orang Gorontalo, namun sejak kecil, mereka sudah pindah di Manado dan besar di sana. Saya pun lahir di Manado, Gorontalo hanya seperti nama saja bagi kami, karena marga yang tidak boleh lepas. Keluarga …

YOU

Apparently, in order to find God, first we need to remove each other from each other’s life. As it turns out, you’ve become somebody that blocked my way, and vice versa. -to the people who I have removed from my life.
*** Tulisan kali ini terinspirasi dari serial thriller berjudul YOU yang dibintangi oleh Penn Badgley. Benar-benar seperti kelanjutan dari serial Gossip Girl yang berakhir 2012 lalu. Awalnya motivasi saya menonton ini tak lama setelah tayang di Netflix, hanyalah karena Penn Badgley. Rupanya setelah saya baca sinopsisnya, saya justru makin penasaran dengan alur ceritanya karena mengisahkan tentang seorang manajer toko buku yang jatuh cinta pada seorang (calon) penulis perempuan yang datang untuk membeli buku. Peran si wanitanya dimainkan oleh Elizabeth Lail (yang kalo diliat-liat malah mirip Dakota Johnson), dan lebih pas dipasangkan dengan Badgley ketimbang Blake Lively.
Totalitas akting Penn Badgley di sini sungguh mengagumkan. Mungkin juga dia lebih mudah menghayati peran…