Posts

Scarcity

Image
Buku Scarcity yang ditulis oleh Sendhil Mullainathan dan Eidar Shafir ini intinya ingin bilang bahwa semakin seseorang kekurangan akan sesuatu, semakin rendah pula level inteligensinya. Ini bukan saja berlaku pada orang miskin yang jadi lebih bodoh dari orang kebanyakan, tetapi untuk semua orang ketika dia mengalami kekurangan. Scarcity bisa datang dalam beragam rupa seperti cinta , bisa jadi dalam bentuk kekurangan finansial, kasih sayang, waktu.. semua sumberdaya yang dibutuhkan manusia untuk bisa berfungsi secara normal bisa mengakibatkan kekurangan. Yang terjadi adalah ketika manusia mengalami kekurangan tersebut, otaknya akan terfokus pada yang kurang itu saja. Orang miskin yang tidak punya banyak uang, fokusnya hanya pada bagaimana caranya supaya bisa punya uang dan mempertahankan yang ada agar cukup untuk hidup. Orang sibuk yang punya project lebih banyak ketimbang waktu, akan fokus memikirkan bagaimana cara menyelesaikan project-project itu saja. Pikiran dan perhatian...

No matter what we breed, we still are made of greed

Image
That .. is still the best song lyric ever. It cant be more true, that humans are all made of greed. Unless we can handle the greed within, we will never be able to satisfy with life. Lihat coba sudah berapa bulan kita gak ke mall? Me personally, sudah dua bulan gak ke mall, padahal sebelumnya minimal dua minggu sekali menyambangi mall. Setidaknya untuk makan siang atau ambil uang di ATM yang dibarengi dengan melipir tipis-tipis ke Guardian atau Watson and ends up bringing one or two bottles of soap. (I love soap-buying). Ternyata kita hidup! Kita survive, dan toh masih bahagia. Bagi yang mau bahagia, bisa eksplor banyak hal di sekitar yang kemudian jadi hobi baru. Ada yang tiba-tiba jadi tukang tanam-tanam, ada yang jadi maenan ikan, ada yang jadi bikin komunitas baru dengan tetangga, macam-macam hal ternyata bisa dilakukan untuk mengisi kekosongan dan itu tanpa mengeluarkan uang sepeserpun! kecuali beli ikan hias bagi penghobi. Mestinya setelah berminggu-minggu bertahan den...

Efek psikologis pakaian terhadap mood kerja

Image
Hari ke-60 karantina mandiri. Terakhir kali saya ke kantor secara normal adalah tanggal 29 Februari. Berarti di akhir bulan ini akan genap tiga bulan tidak ke kantor. Jadi sudah tahu rasanya orang yang cuti hamil itu seperti apa, dan bisa sangat mengerti kenapa sebagian dari mereka memutuskan untuk tidak akan pernah kembali lagi ke kantor. 60 hari bekerja dari rumah, saya sudah cukup kenyang dengan coba-coba segala jenis pakaian. Mulai dengan memakai baju-baju lama yang sudah tidak pernah dipakai (sekaligus memberi kesempatan untuk terakhir kalinya bagi mereka, sebelum nantinya saya akan serahkan mereka kepada pemilik baru), kemudian memakai baju rumah biasa (kaos dan celana pendek karna saya tidak punya daster kecuali satu picis yang dibelikan teman kantor di Bali), sampai beberapa hari belakangan ini saya kembali pakai baju kantor yang ‘normal’ saya pakai sehari-hari ke kantor. Ternyata.. setiap jenis baju yang saya pakai itu, memberi efek psikologis berbeda. Ketika pakai baju la...

Tidur tanpa AC, day 5

Rundung hujan mendung Bogor hampir tanpa matahari. Aku suka Februari,

Travel Through Time to Raijua

Image
Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam ...

Manusia adalah Kumpulan dari Waktu

Image
Manusia sejatinya adalah wujudnya dari waktu. Pada tahapan saat embrio mulai terbentuk, bahan dasar dari pembentukannya adalah waktu. Dalam hitungan hari, minggu dan bulan ia lalu berubah wujud, hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Sebagaimana halnya waktu, manusia adalah bentuk dari aliran yang tidak pernah berbalik. Dia berubah beriring dengan jalannya detik, menit, jam, hari, minggu, berganti bulan dan tahun. Berubah adalah niscaya, setidaknya dalam bentuk fisik. Manusia adalah kumpulan dari waktu, yang setiap detiknya selalu kehilangan akan sesuatu. Ya, waktu. Dia terus kehilangan waktu saat sel-sel penyusun tubuhnya luruh satu persatu berganti sel yang baru. Haha, tentu saja dia tidak tahu. Maka itu hanya manusia cerdas saja yang sadar bahwa dia adalah waktu, dan senantiasa berada dalam kehilangan yang nyata. *** Bogor, 27 Januari 2020 Jika diperlukan, saya bisa sangat romantis atau sangat galak. Sangat penyayang atau sangat ignoran. Karena kaum kami (Arians), tidak m...

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Image
P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert...