Dwiwarna

 




Are you a morning person or a night owl?

Do you prefer Sunrise or Sunset?

Beach or forest?

Why are you here? 

***


Hal pertama yang paling penting untuk ditanyakan sebelum memilih untuk tinggal di Bali adalah Why. Kenapa? Kenapa mau tinggal di Bali? Apa masih ada pilihan lain selain di Bali? Kalau masih ada, kenapa Bali? Karena ikut-ikutan saja? Fomo? Karena mumpung murah? Apa?


Ini penting karena niat adalah landasan dari segala perbuatan #amin.

Pondasi ini harus kuat, karena kalau tidak kita akan gampang goyah di tengah jalan. Bali tidak seindah video vlog youtuber kaya cuy.


Kalau sekarang, memang ada banyak alasan kenapa kita harus ikut mencicipi rasanya tinggal di sini, salah satunya ya karena mumpung harganya lagi murah, atau juga untuk mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian negara. #akusayangpemerintah #akusayangSandiagaUno.

Kamu harus punya alasan mu sendiri dan itu haruslah kuat. Soal tujuan boleh fleksibel, mengikuti arah angin dan arus ombak. Asalkan alasannya kuat dan bisa dipertanggung jawabkan supaya tidak menyesal nantinya membuang-buang banyak uang.


Mana yang lebih kamu senangi, matahari terbit atau terbenam? Kamu percaya pada a good start atau a perfect ending? Karena itu bisa jadi dasar penentuan nantinya mau tinggal di mana. A good start? Di area Sanur. A perfect ending? Daerah Kuta - Seminyak sampai Canggu bisa jadi pilihan. Atau mungkin kamu justru ingin hening, menyepi di daerah dingin pegunungan, yang dikelilingi sawah berundak? Berarti Ubud bisa jadi pertimbangan. 


Bali memang punya sejuta tawaran menarik tentang keindahan Bumi, yang mestinya bikin kita makin termotivasi untuk masuk surga. Sekarang tinggal kita yang menentukan, surga mana yang ingin kita cicipi di sini. Untuk bisa menentukan itulah kita harus tahu dengan yakin apa yang kita ingini.


Tahap ini bisa menjadi awal yang baik bagi kalian yang memutuskan untuk tinggal di Bali seorang diri. Karena setelah itu, kalian akan banyak ditawarkan pilihan-pilihan lain yang sangat menggoda, menggiurkan, dan tidak mustahil kalian jadi icip-icip godaan itu sedikit. Bali punya segala cara untuk membuat kita melenceng dari jalur yang kita yakini selama ini. Makanya saya bilang tadi, pondasinya harus kuat. 


Kita bisa jadi siapa saja yang kita mau di kota ini. Walau pada akhirnya, kita harus tetap bisa mendefinisikan diri kita dengan lugas, dan memilih sisi mana yang akan mewakili kita. A morning person, or night owl? Sunrise or Sunset? Beach or mountain? Boleh keduanya, tapi satu harus tetap dominan. Jika hendak menjadi dewasa, kita harus berani memilih satu dari dua warna yang ada; Hitam atau Putih. Pagi atau Malam. Matahari atau Bulan. Warna itu nanti boleh ditempa dengan warna-warna lain, tapi kita akan selau terdefinisikan dengan satu dari dua warna yang kita pilih tersebut.

***

Bali, 12 Oktober 2021

I believe in a good start.

Comments

Popular posts from this blog

Three Miles a Day

Hygge: Enjoying Life's simple pleasure