Skip to main content

You're replaceable. You're not Beyonce.


 

***


Dan barusan saya baca pesan yang ditinggalkan berjam-jam lalu. Miris bacanya. Ngilu. Ada sembilu, yang dulu biarlah berlalu. (If the lyric is wrong, don't blame me. I wasn't the one who wrote them, okay)

,,

Begitulah kalau komunikasi terlanjur buruk. Terlanjur dipenuhi asumsi, dan hanya ingin disukai.

Komunikasi memang menarik. Kelihatannya mudah, tapi ternyata banyak aturan yang tidak tertulis.

Saya tersenyum saja bacanya, nanti-nanti saja dibalas. Ngilu lihat bagaimana sebuah bola harus dilempar jauh dulu padahal yang ditargetkan di depan mata hanya karena tidak mau menghadapi langsung. Insecure? Oh yeah, I could be very.. extremely.. intimidating, and I don't care. I don't care if people hate me because of that, I really don't. I try my best to be a decent person, and this is what I came up with. 


Seperti saya yang diam-diam menulis di sini, dengan angka pembaca yang sedikiiiit sekali bisa dihitung dengan jari. I don't care if it turns out that they are one of them, and somehow they hate me for these writings.


I just wanna speak up my mind, because I can't write song like Taylor did with 'Mean' ..

So yeah.. be careful. You're not Beyonce. 

***

Bogor, Still somewhere in December 2020

I've been sittin in my desk since abis magrib, creating all those content for my baby juices. And this is it, I hope finally this is it. The one that will lead me to one thing I've dreamt since I was 8. Because if Indonesia should have a novelist version of Taylor Swift, she should be me. 

Comments

Popular posts from this blog

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal