Skip to main content

An Ode to Solitude



When the Sun sets, and the adhaan is in the air, what would you usually do?

I only write a lot when it comes closer to D-day. Whatever the day is. I have been living a life where I can only think of the closest goal; assessment next week, public consultation next month, training event two months later, and I set my life around those only goals. I can only plan for four or five months ahead. Top. It freaks me out to see what my life will be after the next six months.


I live day by day planning the nearest end; what’s for lunch, what’s for dinner, what’s for tomorrow’s meeting, task lists I have to check, on and on. 


This afternoon, with mood swings and hormonal imbalance, I lie sit on my bed after changing my menstrual pad for the fifth times of the day, thinking.. what to do tonight?


I can watch movies, or read, or simply creating design contents of my own brands, I can explore the words to do tagline for both HSL Cold-Pressed Juice and Sleepyhead, but instead.. I chose to sit in silence. Enjoying the quiet afternoon where nobody is talking. No sound of whatever it is that neighbour used to make. It’s peaceful.


When you’ve been living with your self for so long, and you start discovering who you really are.. and you start to notice deeper things that you never noticed before, then you start to be afraid of some weird things. Maybe something like if one day you have to get married, and the person that you end up with don’t understand what it is to be alone, and you struggle so much to have your own space with him around the corner and you start to think that your alone time isn’t so bad at all. Your alone time helps you heal, helps you discover your peace, helps you set the bar for another person that you will let in. 


I say that feeling is an ode to solitude. None will understand unless they have been alone for some time. 


Life can change in an instant, you know. One day you’re alone, the other day you’re surrounded with crying babies. You’ll never know. You’ll never guess unless you start enjoying this exact minutes you have. 


So here I am, sitting in an empty house. The house that has as much as empty spaces that I need. A blank large grey walls, high up to the white clear ceilings, I can stare at it for fifteen minutes and think about the world. 


***

Bogor, 18 November 2020

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert