Curcol backpacker #3: Kapal gagal berlayar

Yang saya takutkan akhirnya terjadi juga. Kapal pukul 14.00 tidak diizinkan berlayar dengan alasan cuaca. Ya apa boleh buat. Pada supir taksi bandara saya meminta untuk diantar ke penginapan pinggir laut. Ada, dan benar-benar pinggir laut. Sambil menunggu jadwal kapal besok pagi, bolehlah melepas pandang tuk coba memahami makna-makna tertinggal. Untung saya berjalan sendiri. Kalau bersama partner yang panikan, mungkin kita sudah berdebat. Ya Tuhan.. kalau saya meminta partner yang bisa diajak jalan dan siap dengan ketidakpastian, tanpa sikap yang berlebihan.. is that too much to ask?

Comments

Popular posts from this blog

Three Miles a Day

Travel Through Time to Raijua

Dwiwarna