Selesai

 

Menyerah mungkin bukan sebuah kata yang tepat. Pada titik ini, saya menyadari bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk menjalani fase yang sama. Sekolah, kuliah, bekerja, menikah, punya anak, punya cucu, mati adalah fase lazim yang menjadi gambaran ideal berkehidupan. Namun, bukankah Tuhan kita Maha Kreatif?

Jika Dia ingin menciptakan yang seragam, tentu kita semua tak perlu risau tentang apakah besok akan lulus sekolah atau tidak, apakah besok akan punya anak atau tidak.. buktinya tidak semua melalui fase tadi dengan urutan yang saya tulis. Banyak juga yang punya anak dulu lalu kuliah, atau menikah dulu lalu kuliah.. namun satu urutan yang tidak pernah tertukar adalah: Mati. End game dari semua fase.

Pada titik ini saya mulai menerima bahwa mungkin sebagian kita memang tidak ditakdirkan berpasangan di dunia. Karena sejatinya jalan hidup lebih panjang dari ini.

Akhirnya saya mengerti arti dari sebuah akhir. Selesai dengan satu harapan yang telah kita genggam sekian lama. Mungkin bukan menyerah, hanya berpasrah. Namun tidak lagi saya mengangankan kita menjadi kita. Itu saja.

***

Bogor, 3 Februari 2024

3 hari tidur tanpa AC :) menenangkan sekali cuaca belakangan ini. 

Love, Hilma.

Comments

Popular posts from this blog

June!! (Again)

Warteg Anugerah

My COVID Story