Warteg Anugerah

 Juni akan segera berakhir. Tampaknya, Juni 2022 ini akan saya tutup di Pangkalan Kerinci (Insya Allah jika Allah mengijinkan). Kata orang tempat itu indah, tapi saya tidak lagi berani berekspektasi apalagi sampai kegirangan. Karena pasti ada saja hal terjadi jika terlalu antusias menunggu sesuatu.


Post ini saya beri judul Warteg Anugerah, sebagai apresiasi sebuah tempat usaha yang sesuai namanya; bagai anugerah bagi saya di Bulan Juni. Bulan tengah tahun yang membuat semua jantung berdebar karena rupanya kalender yang baru dipakai beberapa bulan ini akan segera diganti. Begitu cepat semua diganti. Semua pun akan terganti tanpa kecuali. 


Sebuah warung kecil yang bersih, lantainya bersih, tempatnya terbuka namun cukup teduh untuk mereka yang makan, dan cukup jauh dari lalu lalang kendaraan sehingga makanan yang di pajang dibalik jendela kaca itu terlihat utuh menggoda tanpa noda. Saya temukan warung ini pada suatu pagi yang terik, bosan dengan menu yang itu-itu saja, bosan setiap hari harus menggulung layar ponsel bermenit-menit yang pada akhirnya beli masakan dari restoran Chinese ataupun restoran fast food. Bagai sebuah anugerah, saya menemukan gundukan kentang mustofa, yang rasanya garing luar biasa, perpaduan sempurna antara kentang manis dan asin yang jika dicampur dengan nasi putih hangat, cumi kecil-kecil dan sedikit sambal, akan terasa kenangan manisnya perjuangan saat menjadi mahasiswa. 


Setiap hari saya mendatangi warteg itu, berdiri dengan sabar menunggu mbak berwajah hitam manis yang cekatan membungkusi setiap porsi lauk pauk dan sayuran. Jika tiba giliran saya, saya akan menunjuk kentang mustofa sebagai opsi pertama. Si mbak manis itu akan membungkusi pesanan saya sambil bertanya "apa lagi?" saat itu otak saya dipaksa untuk berputar lebih cepat, berpikir lebih keras untuk menentukan menu makanan selanjutnya "sayur capcay" biasanya pilihan kedua adalah sayur, karena itu yang paling mudah untuk dipilih. Pun setiap hari saya memesan menu sayur yang berbeda, jika hari ini capcay, maka kemarin saya makan acar timun campur wortel. Hari sebelumnya saya menghabiskan seporsi kangkung. Nikmat sekali setiap hari bisa makan sayur tanpa harus menyisakan bau bawang di tangan. Haha, bercanda. Saya suka kok masak.


Mungkin di minggu depan, saya tidak lagi bisa menyambangi Warteg Anugerah. Tapi Insya Allah hanya seminggu saja, selanjutnya, jika tiba Bulan Juli dan saya diijinkan kembali, mungkin akan saya teruskan rutinitas menyambangi warteg Anugerah sejak pukul sebelas atau sebelas tiga puluh, jelang jam makan siang. Berdiri dengan sabar menunggu giliran, sampai si mbak bertanya "Mbakny apa?"


***

Bogor, 24 Juni 2022

Aku suka sekali Bulan Juni. Foto menyusul, jika sempat, akan ku foto fasad Warteg Anugerah

Comments

Popular posts from this blog

Three Miles a Day

Hygge: Enjoying Life's simple pleasure

Dwiwarna