Mnimalist Millennial Talks about Sustainabilty
Kami adalah millennial yang bingung. Termakan berita di media bahwa bumi sedang sekarat, ingin melakukan sesuatu tapi nampaknya dunia tak butuh tangan kami. Jika diibaratkan bunga mawar, maka kami ini tengah menguncup dan hendak mekar. Sejak masih benih, kami selalu dibisikkan kalimat-kalimat menyemangati, bahwa kelak jika sudah besar, kami akan menjadi bunga yang berguna. Yang membahagiakan banyak orang ketika mekar dengan indahnya. Namun tepat ketika kami hendak mekar, matahari berhenti bersinar. Seolah berkata: tak usah mekar , dunia tidak butuh parasmu . Ia butuh sari mu . Bekerjalah kamu . Bersusah payah lah di ruangan sana. Pesona mu tidak lagi ditunggu . Keringatmu lah yang kami mau . Lalu, ketimbang bermekaran dan memberi value bagi seisi bumi, kami berjalan beriringan menuju ruang ekstraksi. Yang penting sari, begitu kata matahari. *** Di awal penulisan blog ini saya bercerita tentang dua perempuan muda, at their thirties tapi sudah sangat menginspirasi. K...