Skip to main content

Hingga Terbit Matahari

 



Semburat kuning keemasan, berpantulan di satu petak dinding. Lalu dua.. tiga. Perlahan kabel hitam kemudian menguning, terlapisi sinar yang baru menyembul. Masih pagi. Suara udara masih hening. Suara air, masih terpercik. Suara burung.. masih ramai berceloteh.


Menonton matahari terbit memang selalu memukau. Menarik kembali kesadaran pada penciptaan alam semesta. Pada Bumi yang patuh untuk setia beredar mengelilingi matahari. Dalam garis edar tak kasat mata, dengan sistem yang terjalin amat rapi. 


Di sanalah tercipta waktu. Konsep kekayaan seluruh umat manusia. Konsep misterius yang mampu menyenbuhkan semua luka. Hanya dengan menyaksikan Sang Matahari terbit, tenanglah jiwa.


Pagi ini saya sempatkan untuk menyaksikannya menampakkan diri. Perlahan memantulkan semburat kuning di tembok tetangga, lalu meluas, dan meluas lagi. Walau langit di sini tak seluas di atas laut, yang terpaut kabel penyalur beragam informasi tuk memastikan kami semua terhubung dengan dunia luar, namun menyaksikannya terbit tetaplah menarik. 


Sebuah adegan kontemplasi yang hanya dapat dinikmati bagi mereka yang masih memilih untuk sendiri.


Solitude is the best thing that ever happened in me. It opens my eyes, woke me from oblivion. 


Sabtu, 24 April 2021

“What is the craziest thing you’ve ever done for love?” Saya membuka sesi QnA di instagram tadi malam sebelum tidur. Pagi jni sy bangun dengan setumpuk jawaban yang bikin senyam senyum sendiri.

Cinta memang sangat mampu mengalahkan logika. Makanya untuk orang yg sudah terlalu lama berlogika, setengah mati lagi sekarang untuk bisa jatuh cinta. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk