Skip to main content

Generation

The Jewish.. why are they so passionate about their work? Why are they excel in every field they're doing? 

***

It is pain, that unites people. If you realized, how Dutch armies has united this separated island into one fight under national flag. It is war, that we seek. As what Loki said in his first attempt to conquer Earth, this is what human beings naturally are, we're in desperate need of conquerer. Being enslaved as we used to. Freedom is just a lie, because nothing is really free in this world. 

Human's basic need is ego. Fulfilling the ego, is like drinking the ocean and still not enough. 

We are all separated. Categorized by labels, religion, skin color, nationality, not until the species from outter space are coming in that we'll unite as a team. Otherwise, we fight each other to prove who's the strongest. 

Isn't it?

***

World is in chaos. People are trying to fix it. 

I was once thinking that I could be part of them. Be a big guy, who do big significant thing in saving the Earth. Just like the guy from Blade Runner, who was thinking that he's special. He's wanted, desired, and he meant for something great. Before he knew the truth. 

Manipulated. We get so used to be manipulated. By tittle. By compliments. By insignificant words. It's what the devils good at. Whispering. 

So, stand up before we get to the trap a little deeper. 
Ask your self, will it be enough?
If yes, then stop. 

You won't find satisfaction in exceed number of achievement. There's always more to achieve. Forgetting that there is a kid in the house, who need our attention. Who need us to teach them about the world. About the real world. 

In the end, that's what we're all searching for. Generation. That's what all these fights are about. Generation. 

Living creatures are demanded to regenerate. To multiply their species, and invaded Earth as it is. When it comes to yours.. Will you do it for the sake of your faith?

And.. what is you believing at? For faith, is what make us as we are. Like an identity, but hidden at heart. The one that couldn't be destroyed, if it managed to survive generation after generation. The one that couldn't be killed even when the place has explode like a dying star. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …