Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2019

Dream World Wide Tour Bayyinah Institute

Early on this year, I saw this video popped up right at January 1st. I was on the train, back from Surabaya, and I had nothing to do but to check the video. It was Nouman Ali Khan, saying that he’ll stop making video on youtube, but is doing World tour instead. I just known him for a few months that January, so I was kinda disappointed, but also not so disappointed because in fact, there are still plenty videos of him that I haven’t watch yet.
Weeks go by, then its Ramadan. I saw him giving lecture in Masjidil Aqsa 25 days in a row, which I never missed. I watch every single khutbah daily, as I ride to office. My heart is at peace. Until one day.. in late August or early September, I saw his video again, new this time, and it says ‘please check Dream World Wide Tour on bayyinah dot com’. So I go to the website. And my heart was like.. explode when I saw Jakarta, November, and without thinking twice, without even bother to see the ticket price, I bought the ticket. 9 days of class plus …

Broken Glass in Peace [Fiksi]

“Rain, Rain, go away, come again another day...”Rain melempar syal yang dia kenakan ke arah suaminya. Wajahnya sekusut rambutnya yang tergerai tak beraturan. “Rough day, eh?” Suaminya masih menggoda, tak peduli dengan wajah kusut istrinya. “Am exhausted” Ujar Rain sambil melempar tubuhnya ke depan menubruk bantal dan menenggelamkan wajah. Suaminya mengikuti ke kamar, duduk di samping istrinya. “Mereka berulah lagi..” Rain mulai bercerita. Air mata yang sedari tadi dia tahan akhirnya mengalir tanpa ampun. Revan diam menunggu Rain melanjutkan.
Rain kemudian berkisah tentang orang-orang jahat yang selama ini mengganggu kehidupannya, same old same old, batin Revan. Tapi istrinya ini terlalu keras kepala untuk resign. Menurutnya resign adalah cara paling lemah, dan secara tidak langsung menyatakan kekalahan dirinya.
“Ini kan bukan masalah menang-kalah, sayang..” Revan mencoba membujuk “ini soal kesehatan mental kamu. Kalau terus-terusan begini, kapan kamu bahagia.. kapan kamu bisa senyum buat ak…

Dari pelataran parkir, ada potret dunia

Dua orang remaja putri berseragam abu-abu berpisah di parkiran. Berjalan beriringan, lalu mulai saling melambaikan tangan saat bergerak ke arah yang terpisah. Yang satu berjalan menuju mobil hitam metalik bertuliskan Tucson, yang satu lagi berjalan ke sebuah Honda Jazz berwarna silver. Yang ke arah Tucson membuka pintu belakang, membuka ransel yang menggantung di punggung, dan masuk sambil menutup pintu. Bunyi debum halus terdengar hingga tempatku duduk. Di teras restoran cepat saji, menunggu kawan datang menjemput, sembari memperhatikan mobil-mobil yang berjajar rapi. Kuperhatikan lekat-lekat isi dalam mobil Tucson hitam itu, kosong. Hanya ada seorang supir dan remaja putri berseragam putih abu-abu yang duduk di belakang. Supir itu dengan cekatan memundurkan mobil, bergerak meninggalkan pelataran parkir. 
Dengan perginya mobil Tucson hitam, maka terlihatlah remaja putri yang satu lagi. Ia membuka pintu depan sebelah kanan, bersiap memanaskan mobil, meletakkan barang-barang di kursi …

Nyambu [Fiksi]

Just when you think your life problem has solved, the other storm comes creepin in..
***
Perempuan paruh baya itu memasuki kafe. Langkahnya yang gontai dan matanya yang sayu cukup mencerminkan apa yang tengah dia rasakan. Dengan sigap kubantu dia mencari tempat duduk yang nyaman, di sudut dekat jendela, berjarak dua kursi dari pengunjung lain yang tidak terlalu banyak bicara.
Aku menyerahkan buku menu kepadanya, yang dia terima tanpa menatap mataku. “Americano dan cinnamon roll, please” ujarnya pelan. Aku mencatat pesanannya, tersenyum sambil berucap mohon ditunggu ya, Bu. Dia hanya diam. Melipat tangan di atas meja, menengok ke sisi jendela.
Dia terlihat seperti seorang perempuan berada, dandanannya tidak menunjukkan dia sebagai kaum sosialita, tapi cukup merepresentasikan perempuan bekerja dengan jabatan rupawan. Kutaksir penghasilannya bisa mencapai dua puluh juta dalam sebulan. Meski ia datang dengan berjalan kaki, tapi aku mengenali sepatu yang dia pakai. Buatan desainer Itali yang ti…

Debat fiqih dan aqidah di sosmed? hmm.. tunggu dulu

Aku ingin ajak kamu membayangkan..Tentang perasaan seseorang yang mencintai seseorang. Sebutlah anggota keluarga, sedarah, dan teramat sangat mendukung segala seluk beluk perjuanganmu. Tapi.. Orang itu menolak ajakanmu. Kamu tahu jalanmu paling benar, dan hanya jika mengikuti ajakanmulah seseorang akan selamat. Tapi dia tidak mau mengikutimu. Sebabnya rupa-rupa. Ada karena kedudukan politik. Ada karena hati yang tidak begitu yakin. Atau karena khawatir dengan pandangan pengikutnya. Lalu orang tersebut meninggal. Yang berarti habislah sudah waktumu untuk menyelamatkannya. Kamu tahu betul orang itu sama sekali tidak bisa kau tolong lagi, tidak peduli seberapa memohonnya kamu pada Sang Kuasa.
Karena itu terjadi, pada Rasul kita, Nabi Muhammad SAW. Yang menghabiskan sisa hidupnya menyelamatkan sebanyak-banyaknya penduduk negeri dan penduduk seisi dunia. Bergenerasi kemudian ajarannya dipeluk dan diamalkan. Hanya agar semua orang bisa melihat cahaya kebaikan, dan terselamatkan dari api neraka.