Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2018

The Ugly Truth of the Unspoken Rule

1. If it matter for you, it matter for everyone. If it doesn't matter for you, it may matter for everyone. If it matter for you, it may not matter for everyone. Chose wisely.2. People don't like it when you cheat. They may seem don't mind, but deep down, they put label on you. Once a cheater, always a cheater.3. If you work for someone, and you absent during the work day, don't show off your side job IN your off day.4. If you work in a free work-style, the one where you don't have to stay in the office nine to five, do not ever leave unnoticed. Always communicate about where you are, make an appearance at least digitally.5. Respect is hard to find, and easy to lose. Once you lose it, consider its gone forever.6. If you show off too much, trying to gain attention on what you capable of, people will notice you as a big-headed fella who won't be a good coworker.7. No matter how good you cover up your skin, your vibes speaks volume about you. 8. Never think that yo…

Eiffel I'm in Love dalam Perspektif Minimalism

Kali ini saya akan berbicara tentang film, yang membuat saya gemas-gemas nyesal sudah menghabiskan waktu dua jam menonton sesuatu yang super... umm.. super apa ya.. Nanti dulu deh. Heheh.

Eiffel I'm in Love nampaknya sengaja dikemas dengan teramat kekanakan, dialog-dialog garing khas sinetron 90an, dan ekspresi yang dibuat-buat. Rasa remaja, dalam balutan wajah-wajah tua dewasa. Atau mungkin karena Adit dan Tita lagi-lagi berada di bawah bayang-bayang Rangga dan Cinta.

Saya pun punya alasan sendiri kenapa tetap memaksa untuk menonton film ini. Tapi tidak mau nonton sendiri (karena kalau nonton sendiri, dari awal kemunculannya di bioskop pun saya sudah bisa nonton). Saya ingin menonton bersama teman, supaya kalau kenapa-kenapa dengan filmnya, saya ada tandem komentar. Dan benar saja., filmnya super lucu, saya dan teman (yang sebetulnya adalah mother of four in her forties tertawa terpingkal-pingkal sepanjang adegan. Kecuali saat mereka diam. Eiffel I'm in Love akan menunjukkan …

Car Keys

So you're still living in expectation?
It hurts, isn't it?
Expecting?Waiting for someone to come around,
Thinking that he might watching you down..When he didn'tOh darling,
Look at her,
She's up.. She's rised,
On her shoes, she walked
Stumble and fall,
And she's there.She could be you,
If you chose to move.She could be you,
If you stop playing fool.Try to be cool,
And the cloud will curl.
Wiped away that insecure
For the dream to be true.***Expectation only leads to a fail surpriseGo on a wheel and take that heels
Enjoy your self in the morning whirl,
Drive the car and chillDon't listen to them who blocked your move
The untrusted, the misogyny
Take that ride and don't look back
You don't need recognition if happiness is what's you searching for.Over all..
Don't expect.People will come when they need you
And leave when they're done with you.Just relax,
For that's how nature works.
There's nothing you could do but to play with their rhymeAnd believe me.…

A letter to The Woman

Like a music playing in harmony,
One cannot stand without the other, beautifully.
Only woman with enough self love and self confidence can be true to her heart and not living miserably.Why so sad?
Why you always sad?You may hate this but none will ever care how sad you are until you die of sadness then they'll start to say "oh how poor she lives in sadness and all struggle for everyone but her self" before they walk away from your grave and continue their life.For the love of God, Dear Woman..Please love your self.
Do your best to make you happy..
Stop drawing attention from those who doesn't matter.
They only need you when they need you, and forget you when they just want you. So please, now. Stop!Stop living in fantasy. About love you will never found in anybody. But in you.Love your self enough until you can move a mountain.
Love your self enough until you brighten people's day.Love your self enough, before giving abundant love you always had.. The world is cruel. F…

To Feel the Need to Share

Kapan terakhir kita berbicara dengan seseorang, begitu dalam, begitu ringan, seolah tidak ingin berakhir? Bercerita tentang hal-hal hebat yang terjadi hari ini, membagi pikiran serta opini pada yang terjadi, lalu menertawakan hal-hal remeh namun konyol yang tidak bisa dibagi pada orang lain. Sepekan? dua pekan? atau jangan-jangan.. setahun yang lalu?

Karena memang sulit membagi diri, membuka cerita dengan seseorang yang benar-benar mau mendengarkan. Distraction is the new disease, komunikasi tidak lagi berjalan dengan dua arah, selalu ada notifikasi yang terselip di sela-sela percakapan hebat antar dua manusia.

Makanya, kalau punya teman yang bersedia menyimpan ponselnya demi menghabiskan waktu denganmu, jaga dia, dan utamakan dirinya. Jangan sampai dia hilang karena sakit hati merasa diabaikan.

Kita semua selalu ingin berbagi, bercerita, dan beropini. Bisa terlihat orang-orang yang kesepian, akan memenuhi sosial medianya dengan celoteh-celoteh yang dianggapnya penting, mulai dari kes…

Sang Pengelana ~ Memulai Kembali

Hai, apa kabarLama kita tak bersua
Kau masih di sana?
Menunggu tanpa suara..Mau sampai kapan?Tidak ada yang akan mengerti,
Arti dinginnya sebuah mimpi
Jika kita terus disini,
Menunggu sepi untuk dapat berbisikHai, bolehkah kita memulai kembali?Dengan uluran tangan saat senja bergulir,
Dalam kulum manis senyum di bibir
Kusebut namaku, dan kau sebut namamu
Lalu kita berdua tersipu,***Kututup buku yang lembarannya tinggal sedikit. Menatap ke luar, ke jendela yang dipenuhi kabut tipis. Dini hari yang menggigil.Sudah saatnya aku bergegas kembali. Membereskan kepingan hati yang kemarin sempat tinggal puing. Jika bukan aku yang kan memulai, siapa lagi? Tidak ada yang dapat membantuku, merubah nasib jika bukan dengan bangkit berdiri. Hati yang patah akan menemui pengganti. Karena yang sejati, tidak akan pernah pergi.

Sang Pengelana ~ Hapus

Aku ingin menutup mata,
lalu pergi tanpa aksara.

Jika saja kelam dapat ditutup,
aku akan tidak banyak menuntut.

Pergi.
Hilang.

Dan tidak pernah akan kembali.

Aku ingin menghapus semua jejak,
pada masa lalu yang ingin aku lupa.
Lalu mendatangi suatu kota,
dan bertegur sapa dengan nama berbeda.

Pergi,
lalu menghilang.
Menghilang saja seperti senja,
ditelan malam selimuti kelam.

Sang Pengelana ~ Tempat Singgah

Entah apa yang meneguhkan tekadku, menggenggam tangan perempuan yang bahkan belum kutahu siapa namanya itu, meminangnya dalam balutan kalimat singkat yang tidak sempat kupersiapkan.Biar kuceritakan terlebih dahulu, bahwa sebagai seorang pengelana, aku tidak lah baru dalam urusan cinta. Bahkan patah hati ku terhadap Alena, juga bukan untuk yang pertama.Tahun-tahun awal ku meninggalkan kampung halaman, aku bertemu dengan seorang perempuan. Ia ramah juga rupawan. Sayangnya, saat itu dia telah menikah. Mengikat kasih dengan seseorang yang tidak ia cinta. Singkat cerita kami berdua saling terpikat, hanya dalam waktu tiga hari, aku berhasil mengajaknya pergi berdua. Menikmati semilir angin di pinggiran sungai besar, yang senjanya teramat memukau. Kami bercerita tentang seisi dunia, dan juga tentang cinta. Disanalah aku tahu, bahwa pernikahannya adalah karena orang tua. Klasik memang. Bahkan aku yang saat itu masih sangat belia pun tahu, betapa klise nya alasan itu. Usia kami terpaut belasan…