Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2020

Too Busy to Die

Pagi tadi saya bangun sambil tertawa, karena ada yang lucu entah di mana saya lupa (instagram atau twitter). Yang jelas hati saya ringan sambil menjalani rutinitas pagi yang coba saya bangun sejak ingin berdisiplin anti tidur jilid dua club . Brewing coffee itu jelas.. how could I not if coffee is the best part of morning. Apalagi saya baru menemukan varian kopi enak sekali -tidak baru bagi dunia tapi baru bagi saya- karena selama satu tahun saya dengan konsisten hanya membeli satu varian dari toko yang sama yang bungkusnya tidak pernah saya buang entah disimpan untuk apa: Arabika Wamena. Sekarang, saya mulai beralih ke Arabika Aceh Gayo. Saya bukan coffee freak yang tahu rasa-rasa aroma dan campuran bla-bla-bla. Saya cuma tahu saya butuh kopi untuk bikin kenyang pagi hari, karena saya pasti malas makan, dan saya hanya bisa mengkonsumsi kopi dari biji asli dan bukan kopi campuran dalam sachet (stomach-acid-wise). Brewing method saya juga gak wah-wah amat. Gak pakai kettle yang kayak be

Minggu Berhenti Menunggu

 Di dalam setiap doa, saya selalu mencoba membiasakan diri untuk "berbicara" dengan Tuhan saya. Karena hakikatnya doa itu bukan cuma sebagai sarana meminta, tetapi juga untuk mengadu. Doa bukan seperti customer service yang kalau kita hubungi hanya untuk menyampaikan apa yang kita mau. Belakangan, saya mencoba bertanya tentang satu hal, yang seringkali saya jawab sendiri juga dalam satu monolog yang saya sebut dengan doa. "Ya Allah, please tell me what I have to do so differently that will help me change my life?" Bukan karena saya ingin merubah nasib atau apa.. hanya rasanya - sepertinya - ada sesuatu hal lain yang lebih besar yang harusnya saya lakukan dan untuk saat ini terasa seperti sedang stuck.  Kamu pernah tidak merasa seperti doa mu terjawab? Biasanya dengan cara apa? Pikiran yang tiba-tiba melintas? Obrolan acak yang datang tanpa direncanakan dan membahas apa yang kamu pinta? Ya.. saya juga. Bahkan kadang saya ge-er kalau habis berdoa, buka youtube, dan vi

Penonton Hujan

 Sore tadi saya sempat mendapati hujan angin dari rumah. Angin yang datangnya dari arah Timur (or so), yang membawa air hujan mengguyur sampai ke teras. Biasanya hujan turun secara vertikal, tapi sore tadi dia turun secara diagonal melalui area terbuka teras saya yang tidak dihalangi kanopi. Semisal dia datang dari arah Barat, teras saya pasti tidak akan basah kuyup. Setiap kali hujan, saya memang selalu menyempatkan diri duduk di teras. Sekedar menatap langit abu-abu, atau rumput yang tergenang, atau percik air di tembok replika konstantinopel saya. Sore ini, demi melihat air hujan yang mengguyur sampai ke teras, kursi dan lantai teras basah kuyup, tanpa berpikir panjang saya langsung mengambil jas hujan dan memakainya untuk duduk di kursi depan. Angin dingin berhembus kencang, bahkan batu taman pun sampai terbang terbawa ke teras. Saya sempat beberapa kali diguyur limpasan air hujan, yang saya syukuri dengan nikmat. Bukan apa-apa, ini untuk sekedar mengingatkan saya, bahwa dulu.. di

Dear Kid,

 One day, you may trust people. You trust them with all your stories, and they turn into the people who hurt you the most.  Or you trust them to give their best critique and it tursn out to be the that burnt you the most. So you decided to never share anything with anyone ever again. But you know what, Kid?  You always have The Almighty. You always have Him no matter how many times you have forgotten Him. He answers all your prayers, He hears everything including the things that you don't hear because they talk behind your back. Life is rough like that. Sometimes you go great, you go big, and only one tiny thing can ruin your glorious moment. Remember what killed King Namrud? One powerful leader died because of a fly. A fly, Kid.. can you imagine that? That is why you never turn your back from The Almighty. Because you can't. He is your only way out when everything seems impossible. Remember, He loves you, always.  *** Bogor, 22 September 2020 Paham sekarang aku kenapa artis ga

The Best Lesson in 2020

 Somehow, it feels like.. this house doesn't love me anymore. There are things that made me think that way, and maybe Pak Cecep was right.. maybe this house is sick of me already. *** Dua minggu lalu, pulang dari sepedahan, turun dari gojek dengan tangan bawa kresek isi mangga 2 kilo, dan di kepala sudah terbayang mau langsung bikin smoothie mangga pake gula dan es batu. Udara panas, badan keringetan, paling enak ngadem di dalam rumah, bikin smoothie, lalu mandi. Ternyata.. pintu rumah ngadat. Saya sudah tahu dari beberapa hari sebelumnya -dan sudah berniat untuk ganti apanya kunci itu tapi belum kesampean, karena niatnya mau sekalian pas manggil tukang biar dia kerjain yang lain juga- ternyata dia ngadat sampai gak bisa dibuka. Sambil istighfar saya terus mencoba membuka kunci yang kerasnya kayak kepala anak remaja. Gak bisa juga sampai sepuluh menit kemudian saya jalan ke pos satpam, manggil Mang Odoy minta tolong dibukain pake tenaga cowok. Mengecewakan, Mang Odoy seperti gak te

My Mudik Story

 Lol. Judulnya jadi basic banget gitu.. 'My Mudik Story'. Ya karena saya mau menyimpan cerita mudik kali ini, dengan segenap hati. *** Bermula dari scrolling foto dan video pas Idul Adha.. dilanjut dengan keinginan untuk membeli-belikan hadiah untuk keluarga. Untuk Tante Hany, Tante Ulan, Nenek dan Eyang. Tante Hany dan Tante Ulan (yg kupanggil Euteu) agak gak susah karena mereka masih muda, masih punya banyak keinginan. Sementara untuk Nenek dan Eyang.. berhari-hari ku mikir apa yang bisa ku belikan buat mereka. Eyang lagi suka minum Hydro Coco, waktu Idul Adha stocknya banyak banget. Tapi pas kemarin saya tanya, ternyata sekarang udah ganti jadi Pocari Sweat. Rencananya pingin belikan sekardus Pocari Sweat sebagai bentuk perhatian seorang cucu pada Eyangnya. Tapi, masa Eyang dibelikan, Nenek gak dibelikan. Masalahnya, Nenek udah gak pingin apa-apa lagi.. lalu saya teringat kata Tante Hanny jelang Idul Adha lalu "Kak si Nenek teh geus kolot, hoyongna ngarumpul..' atau

5 Years Cycle

 Umm... Umm.. Alright. Okay. Now.. *** Yep. I have to do that because if you read this blog from the website, (I don't know why), the first lines are always missing.  I always see my life year by year, each year I learned different lessons. I learn simple lessons in hard ways because I'm too stubborn to be taught softly. Life should teach me that hard, indeed. Looking back five years ago, I was as clueless as I am now. I had a job, of course, that was enough to feed me while I'm working on my graduation. As to fill the time, to distract my terrified mind about the unknown reality I was about to face, I watched movies a lot. I watched an unhealthy amount of films a day, talk shows, interviews, you name it. Until one day, the door was opened. Somebody texted me, offered me a job, I said yes, I left my boyfriend  old job, and walked into a brand new life. Which.. I still livin until now.  (by the way, grammarly is so annoying). My current life, my PRESENT life, is not much of

The best banana cake in the world!

A cup of flour, a pinch of salt, maybe add some banana, or egg, or sugar, whatever, mix them altogether until they look pale, like a dead people pale. And bake them until they brown. But that’s not the best part yet, no no. The best part is.. after I put them in the oven, I wash all my baking utensils, clean the kitchen, and get the washing-cleaning-things done! Langsung berasa tua akutu. Kalo dulu tiap bikin kue mungkin nunggu ramadan dulu itu mixer baru dicuci. Lol