Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

If I die today..

This afternoon, a thought hit me. What if.. I die today? What if I sleep and never wake up? Have I leave message to the people that I care about?
Because we never knew until when we’re gonna live. There’s no guarantee that we will be here tomorrow.

So then I decided to write a note and pin it on my phone. If someone is reading this, then they’ll know where to find the note. Also, my phone password isn’t that puzzling. Just my birthday. Because I LOVE my birthday.

***
Bogor, May 1 2020
I made it to May! Yay! This new level is awesome! I think I’ve had new re-stock life.. iykwim.
Eversince tetangga’s sister walked into my life, I am started to see the colour of rainbows lies upon me. It feels really good to have a friend around. I like it.
Also, I like the when I dislike Didi Kempot’s song and tetangga changed the playlist all the way from ‘Heart’ movie soundtrack to Sheryl Sheinafia ‘kutunggu kau putus’. Such sweet songs I barely listened but is a fairy in my ears. I like it! #31harime…

Melingkar Berulang

Pernah dengar pernyataan bahwa sejarah itu berulang? History repeat themself? Rupanya bukan cuma sejarah, tapi semua hal di semesta ini membentuk lingkaran-lingkaran. Yang melingkar, dan berulang.
*** Subuh ini, saya dibuat merinding oleh video baru Nouman Ali Khan yg menjelaskan 1 ayat dari Surah Yusuf. Judul videonya Surah Yusuf Part 3, the Best of Al-Qasas. Karena di bagian akhir penjelasan, beliau menjelaskan bagaimana keterhubungan dari 3 mimpi para nabi yang ditulis di dalam Al-Quran secara seolah acak.. karena tidak tersusun dalam satu bab yg sama. Mimpi Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad, dan Nabi Yusuf, ketiganya terpisah ribuan tahun, tapi saling berhubungan satu sama lain dan membentuk lingkaran yang mengulang satu-sama-lain. Saya nangis sih begitu merasakan sendiri ketika ayat-ayat itu beresonansi dengan irama hati, dan rasa ingin membaginya ke orang lain, tapi saya tahu diri dan saya hanya bisa membatin sambil membagi link ke orang-orang yang saya cintai. Entah bagaimana perasaan …

The Reality of Love

Semudah itu sih Allah kasih kita perasaan suka ke seseorang. Rasa tertarik ke lawan jenis yang datang tiba-tiba seolah-olah cinta, lalu kita dibutakan oleh emosi, lantas melakukan kebodohan demi kebodohan.
Tapi semudah itu juga Allah cabut perasaan suka itu, lalu hilang tanpa bekas dan bikin kita tersadar seperti orang yang baru bangun dari hipnotis. 
Makanya jangan jumawa dengan perasaan. Ketika seseorang bilang dia sayang sama kita, jangan lalu berpikir dia akan selamanya seperti itu dan take it for granted. Masalahnya apapun yg ada di dunia ini semua punya batas waktu, termasuk perasaan dia ke kita.
Pada satu titik bahkan pasangan menikahpun harus menyerah pada logika. Terus menerus memperjuangkan cinta juga bullshit. Tidak ada orang yang selamanya saling cinta satu sama lain. Karena pada satu titik mereka akan kehabisan cinta dan satu-satunya yang masih bisa bikin mereka bertahan adalah tanggung jawab yang harus diemban bersama. 
Well, that’s the reality of love I think. Ketika dua or…

Doaku di bulan yang syahdu ini

Ya Allah,
Semoga nanti kalo kupunya suami, dia adalah org yg bisa jajanin aku beli oil dan beli funko, sambil tetap memenuhi kebutuhan primerku untuk skincare dan untuk anak-anak.
Apalagi kalau dia adalah orang yg ga nuntut aku supaya bisa masak, atau supaya harus kerja.
Amin.

And oh Ya Allah,
Kalau bisa dia gak suka flirting sama sembarang cewek ya, biar jangan panjang daftar perempuan yg pernah sakit hati karena dia juga. Takutnya nanti karma nya nurun ke anaknya,.

Amin

***
Quarantine hari ke sekian,
Bonus foto diffuse grapefruit sama RC yg hari ini warnanya ijo karna kulagi pake baju ijo walaupun seharian cuma bisa rebahan kayak nenenene karna kepala sakit minta ampun

I hate you, Bas

It's like Raijua all over again,

A warning; Maaf tulisan ini penuh keakuan. Jangan baca kalau geli dengan buku harian.

***

So I made my self a soup. A warm fish soup, dengan rasa yang khas rasa masakanku. Rasa gitu-gitu doang.
Setelah baru bisa kerja jam tiga sore, baru bisa tune in dengan laptop, jam enam kubaru bisa ke dapur dan masak. Jam setengah tujuh baru bisa makan sup dengan nasi yang cuma seperempat sedok nasi. Ga apa yang penting ada masuk.

Karena jam setengah delapan ku akan menyambut tamu online, dalam diskusi bersama orang yang terkenal. Terkenal tapi pas kemarin Mas Irwan bilang "besok tamunya Mas Nugi" trus kubilang .. "Nugi who?" Mas Irwan bilang "Nugi Nugraha" trus kubilang, who, Mas Irwan jawab lagi, "adeknya Katon Bagaskara" ooh Katon Bagaskara iya tau tau,,

Sekarang jam 09.42. Diskusi berakhir jam sembilan tadi, lantas kami bertiga lanjut berbincang.
Mata sembabku tak terlihat, karena efek kamera,
Semua berjalan lancar,
No one knows am crying the whole day.

I dont wanna pretend anymore

It’s hard to do work in such dark days. I barely wanna eat. I woke up at nine and had breakfast at twelve only after tetangga’s sister gave me biscuits.I didn’t even wanna brew my coffee. I don’t wanna live. Its hard to finish the job when you barely can move. Lie on bed thinking and crying and do nothing. Turn the aircon while its dark outside. Shut the door. Shut all doors.
Its not easy these days. I hope everyone make it.
In the end it doesnt matter how much money you make if it cant bring you closer to ur family.
Biasanya ngerjain translation tu semangat karna uangnya buat beli tiket mudik. Tp tahun ini no mudik for me. I never cry this much before. Never been this scared. I wish I dont have to wake up tomorrow
“Tapi org lain lebih kasian, Ma. Mereka kehilangan pekerjaan, gapunya uang”
Trus aku ga boleh sedih? Karna aku punya uang dan masih punya pekerjaan maka aku ga berhak nangis?

Kamu bukan orang baik kalau,

Kalau dalam kebaikan mu itu terkandung maksud ingin dibalas,
Ingin dipuji,
Ingin bertakhta.

Hati-hati, karena riya itu dosa. Dan berbuat baik sejatinya tipis sekali jaraknya dengan penyakit hati yang satu itu.
Tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang bisa kamu andalkan, sebesar kamu mengandalkan Tuhanmu.
Kehilangan Dia, hilanglah duniamu. Hilang semua yang kamu perjuangkan, the so-called kindness that you spread.

Oh, this hatred heart,
Please just stop.
There is no good in piling this up like a dirt.
Please stop,
And just praise your lord. Give and forget.

The blood answers them all

I tweeted
"I can easily cry over silly things lately"
Even I don't understand why tiktok video compilation of that I'm just a kid thing made me cry so bad.

A few conversation, a simple nodd, made me feel like somebody accused me of being not good enough.
A cringe statement disgust me.
A terrible connection has turned my rage into zombie deep inside a calm face,
A very hot weather also turned my rage.

After a meeting I lock my self in my room. Turned the AC on, and cry. I don't know what for, but I cried. I cried and cried.
Until I get tired of crying and I feel like eating. A cold sweet potato soup is ready to be eaten when..

Wait..
What is this thing flowing under my pants..

Good Lord.
Period!
It comes too early that I didn't expect them coming.

Well, again..
So that's.. what all those rages are for.
F you period. I'm not weak!

***
Quarantine, Day 37
I won't bother to mention the date, let alone the day.

Berkah di balik Julid yang gagal

Semenjak ku me-rebranding diriku sendiri, aku sangat membatasi segala bentuk interaksi dengan org kantor. Ku ga akan cerita apapun soal kehidupan pribadi, apalagi ngomongin orang ke mereka. Pure kerjaan saja supaya dengan begitu tidak ada lagi kebaperan yang bisa terjadi kayak lalu-lalu.
Tapii jadi ada cela nya. Ketika ada hal yang sangat sangat cringe, kujadi ga punya tempat untuk cerita. Ga mungkin cerita ke temen karena mereka ga kenal. Akhirnya ada satu orang yg ku coba video call tp ga diangkat. Trus kusudah males deh jadinya.
Hmm., habis itu cringe nya masih ada, Tapi udah kucurhatin ke Allah aja. Karna aku sangat sangat tidak suka yg cringe cringe.
Lalu aku sebal. Nah kalo yang sebal sebal ni aku masih punya tempat untuk cerita. Dan bener aja si, sebaik-baik tempat cerita adalah org yg ga pedulian. Entah dia denger apa nggak, yg penting kita cerita aja. Kesebalan itu enaknya dituangkan tapi ga ditampung. Jadi pas dia balas dengan belokan tajam, kujadi ngakak in person. Sebalnya hilan…

All these negative thinking

Setelah semalam cry over a silly text, sekarang gw dibuat gondok sama org yg tega menyebar bahayanya zoom SETELAH kemarin kantornya sendiri mempromote event dengan zoom dan DI TENGAH berita duka.
What’s on his mind anyway. He was the one saying me lack of empathy and now look at him.
Ya Allah please protect me from a disgusting thought.

Hari Paling Plot-Twist Selama Karantina

Bentar-bentar, ku nafas dulu...

Sumpah ya hari ini dimulai dengan sangat roller coaster.. naik turun moodnya benar-benar sebuah grafik yang mencuat tajam ke atas lalu terjun bebas ke bawah.

So It started with..
Seorang teman nge-chat, menangis. Minta mau ke rumah ku dan nginep di rumahku. Aku baru bangun tuh.. semalam baru bisa merem jam tiga pagi. Beresin translate-an dari jam dua belas, terkejar target, dan berniat langsung tidur. Karna toh selalu tidur jam 12-an juga. Tapi ternyata itu kalo start tidurnya dari jam 10. Kalo startnya baru jam 12, ya kayak semalam, jam 3 baru ketidur. Bangun buat subuhan bentar, trus tidur lagi.

Makanya waktu bangun tidur kedua kali, ku sebenernya agak kurang fresh. Buka whatsapp, yang kubaca pertama adalah chat dari temen itu karna chatnya banyak, dia nangis. Diajak video call juga gak mau karna mukanya sembab. Baiklah. Kucuma ajak bicara pelan-pelan, karena keluar rumah sekarang ini juga bukan hal yang bagus. Plus perumahanku lagi memberlakukan peng…

Looking back, when I used to be someone’s girlfriend

Ku ga ngerti yah, kenapa harus ada cowok yg nge chat ceweknya “udah makan belum?”Girls know when to eat, dude. Termasuk my ex. Dulu kalo nge chat slalu kek gitu. Sering bet ku semprot “aku tau kapan aku harus makan, kapan aku males makan, kapan aku pingin makan. Gausah diingetin juga aku tau aku mesti makan” woets galak bat Buu.,
Juga advice yang es-te-de alias standar. Ketika kulagi curhat, trus jawabnya “yaudah kamu sabar aja ya.,” and I was like “aku tau aku harus sabar! Kalo ga bisa ngasih saran yg taktis mending diem aja deh. Aku cuma pingin di dengerin!” Trus habis itu dia mencoba nawarin solusi-solusi. Trus ku bilang “coba ya kalo kira2 itu solusi terlintas pertama kali di kepala, udah pasti itu terlintas juga di kepala orng lain. Jangan kasih solusi yg kusudah tau! Pikirin dulu aja baru tawarin solusi”.......
Kesian si my ex. Dia pasti merasa harga dirinya terenggut., aku galak banget sih memang. But this part, is one I cant change. Makanya ku memilih single aja lah dulu. Sampe b…

Quarantine Day 32

Work Fucking Harder beneran ini sih. Mulai jam 9 pagi sampai jam 9 malam, cuma berhenti tuk meeting jam 15.30 sampe jam 16.44.
Tapi work nya wkwkw banget. BACA TOOLKIT! Oh I LOVE READING! Se hepi itu punya kerjaan yg membolehkan seharian dipake buat baca doang.
Beres baca 2 toolkit baru itu sekitar jam setengah delapan, lalu sosmed-an bentar, chatting and stuff, lanjut lg ngerjain translate-an.
Ngisi di sheet: Start 20.20 End 21.08 Duration: 48 min something Number of words: 2.000 something Target: 4.015 words per day. Ga kecapai Tp udh ngantuk Yaudah tidur dulu, Gataunya berusaha tidur dari jam 22.00 jam 00.09 masih nulis post ini. Tau gitu dipake kerja udh kecapai itu target.
*** Ambil handuk siang-siang. Karna semalam tidur telat, bangun kesiangan (habis subuh tidur lagi), kebiasaan yg sangat buruk, ngopi de el el, sempet chit chat sama tetangga sebelum doi berangkat kerja, 15 menit berjemur, baru mulai buka laptop sekitar jam 9, jam 10 ada video call masuk. Ngobrol 30 menitan, trus lanjut kerja …

Stages of sleepless night

20.00Mulai ngantuk, tp masih mesti beresin satu lagi check list. 21.00 Udh solat udh cuci muka, tapi itu lapor sppt ketunda mulu dari kemaren.. yaudah..
21.30 Puyeng dengan isian efiling ebilling ga ngarti yg mana.. utak atik utak.. ketemu! 21.45 “Gw di depan” si Coy dateng, bawain tuna. Ambil, obrol bentar, doi balik, gw bawa masuk tuna, habis ini gw pack-pack masukin kulkas. 22.00 Lapor pajak kelar! Time to prep the tuna
22.30 Fyuh! Cuci piring, cuci dapur, clear semua. Tuna sudah masuk dengan anteng berjejalan di freezer. Baiklah. Time to sleep. Tapi pingin sambil baca Social Requirement buat bahan ig live
23.00 Ga kuat lah. Tidur aja.
23.10 23.30 23.47 👀 00.00 Fuck this. Am gonna wake up instead. 00.15 Ke kamar mandi, Balik dari kamar mandi, ambil laptop bawa ke kasur
00.17 Scroll scroll Enough! 00.23 Nulis post ini.
00.25 Selesai nulis dan nyalain laptop lagi. Happy reading ***
Bogor 13 April 2020 Bahkan hari mellow pun endingnya happy. Semua karna Ar-Rahman Ar-Rahiim nya Allah ❤️

sedih (lagi). kasian ni nangis terus

Aku ingin menikah, dengan adat ke-Indonesiaan ku. Kalau dulu kubegitu minder saat orang dengan bangga memamerkan suku budayanya, kekentalan darahnya yang terpatri pada satu daerah., aku malu dan justru menutup diri.
Tapi sekarang tidak lagi. Aku berbeda, dan itu langka. Aku punya darah yang berasal bukan hanya dari satu daerah, tetapi bercampur dan menjadikanku Indonesia.
Ada musik Jawa mengiringi langkah, Ada susunan makanan khas daerah satu dan lainnya, Ada bermacam makna di setiap sajiannya.
Aku tidak ingin bersembunyi lagi, *** Bogor, 13 April 2020 Mellow siang2 keinget mudik nanti gimana. Trus mikir gini aja tiba2

This blog has turned into daily journal

Because if I don’t post for three days in a row, just assume that I’m dead and you should call somebody near my house to check on me because my neighbors probably won’t smell the stink because my body is hiding in my bedroom which is pretty isolated.
Anyhow, Yesterday I woke up with fear. Literally in fear because of that sounds from the sky even if I didn’t hear it my self. But what’s on twitter are pretty convincing that I spent the first one hour of my second wake up (I woke up twice everyday, first to pray subh and second to well.. life) scrolling twitter.
Actually the day before yesterday was bright. So bright that I went to sleep happy. I thank God for everything, thank Him for the light heart that I had.. and I wouldn’t ask for anything but a loving husband who will love me as much as I love him and love You. But then I woke up the other day, feeling completely different.
So then, I follow life as it goes, Wake up, Do my bed, Brew my coffee Sip it slowly Cook for lunch Gardening a little, …

I know what it feels like to be suicidal

Hari ini aku nyaris menyerah. Bahkan aku tahu rasanya ingin mengakhiri hidupku sendiri, bukan sampai ingin ya.. tapi mengerti rasanya kenapa sampai seseorang itu bunuh diri. Gak sampai ke sana juga sih pikiranku untuk bunuh diri. Tapi ku bangun tidur dengan muka sembab dan sembab itu bikin ngantuk. Memutuskan ke kantor hari ini untuk ambil beberapa barang, beberapa data, sekaligus biar sekali jalan ku ke supermarket untuk tambah-tambah supply makanan. Terakhir belanja tanggal 28 Maret lalu.

Mulai berangkat ke kantor, pesan ojek online yang sekarang harganya selangit, dua kali di cancel. Aku bingung nih, kenapa kok mereka cancel, padahal katanya ojol paling terdampak ekonominya. Terakhir kucoba lagi dan berhasil tapi drivernya sungguh sangat tidak peduli keselamatan. Ku diaam saja sepanjang jalan, bahkan ketika dia nyaris menabrak sepeda motor lain di pertigaan sempur pertemuan arus dari arah stasiun dan Sudirman, kujuga diam saja. Kusudah terlalu sedih untuk bangun hari ini, tidak mau…

capek lah nangis terus

Kirain kalo ke kantor bakal ga nangis,Ternyata makin nangis liat kantor pun kosong.
These days, Kita gak perlu lagi pura2 bahagia. Sebisa mungkin untuk survive tanpa mengeluh dan merutuk saja sudah cukup. Nangis boleh,

Sebuah curhatan di tengah pandemi

Begitulah kurang lebih perasaan saya sesaat setelah online meeting dibubarkan. Bukan.. ini bukan karena saya takut kehilangan pekerjaan, atau takut kehilangan pemasukan, karena saya selalu percaya Tuhan saya Maha Kaya dan Maha Bijaksana. Jika saya dimampukan untuk kehilangan sesuatu, itu karena di saat yang bersamaan pun akan Dia hadirkan hal lain sebagai pengganti. Kalau dilihat-lihat, sebetulnya hidup ini selalu imbang. Kitanya saja yang terlalu banyak angan.
Ini bukan tentang saya. Sedih malam ini, lebih kepada rasa yang sangat dalam yang saya rasakan terhadap situasi yang terjadi belakangan. Orang-orang kehilangan pekerjaan, ribuan orang di PHK, ribuan orang bahkan kehilangan nyawa. Dalam sekejap, kita bisa lihat angka-angka dalam grafik merangkak naik, dan itu bukan IHSG tapi nyawa yang melayang akibat pandemi. Ini mengerikan. Betul-betul mengerikan. Untuk sesaat tangis saya semakin deras ketika mengingat Eyang dan Nenek di rumah, menunggu-nunggu kedatangan saya, yang selalu say…

Struck by a lightning

Liat Bu Shanti nangis tadi, aku juga pingin nangis. Akhirnya pandemi ini sampai juga dampaknya ke kami., meskipun ada jutaan orang yang lebih sedih lagi kondisinya, tapi ya bukan berarti kita pun ga boleh sedih.
Biar bagaimanapun seseorang pasti masih ada lebih beruntungnya dari orang lain, tapi ada juga bagian lebih sedihnya, intinya semua itu imbanglah dikasih sesuai kapasitas dan takaran kemampuan masing-masing. Karena Yang Memberi Ujian itu adalah Sang Maha Adil dan Bijaksana.
Ingatanku melayang ke 22 tahun lalu, saat krisis moneter merajalela. Tidak banyak sih yang aku ingat, kecuali akhirnya aku pindah sekolah dari Bogor ke Merauke, dan di sana tiap hari aku dicubitin temen-temen gara-gara jadi yang paling putih sendiri.
Rasanya buatku waktu itu, tidak ada yang berubah kecuali aku yang tadinya di Bogor main di kali, sekarang jadi di Merauke kota sepi. Kalo sekolah tadinya naik angkot bayar 50 perak, sekarang diantar jemput papa naik RX-king karna jauh banget sekolahnya. Rumah juga …

What do I miss?

Quarantine day 24 and I started to lose my motivation. I cant finish the work even making short edits didn’t help. I started to miss the outside world, but then again.. who do I miss?

Thinking of my coworkers,. Mmm not them because we talk everyday and even in normal days I barely see them..
My friends? They’re too. We barely see each other and even so things are different now with wifes and babies,
My sisters? Nope, we facetime almost everyday (except lately because am being too caught up with the deadlines).
My parents? No.. not much, I got too used to be without them so..

So what do I miss exactly?

***
Bogor, April 7th 2020
I dont event put any skincare today. Nope. I’ll edit this statement if in an hour I change my mind because it happened before. But if manage to not changing my mind and keep sleeping anyway, then yep.. am in a lowest state of mentally healthy.

The Reality of Minimalism, during Quarantine

Day 23 of quarantine, dan jiwa minimalist ku bergejolak. Ini ternyata praktek level lebih advance lagi, ketika semua serba terbatas.
Ternyata,,. Ni aku baru paham, ternyata yang sulit itu bukan berhenti belanja, berhenti makan, berhenti jajan, tapi yang sulit itu mengendalikan keinginan. Ingin ini ingin itu banyak sekali (plis jangan sambil nyanyi), itulah yang jadi sebab kenapa kita tidak bahagia.
Dalam 23 hari ini.. well.. 20 hari karna tiga hari pertama ku masih struggling, ku sangat sangat berlatih untuk mengendalikan keinginan. Dan hasilnya? Wow, ku gak jajan sama sekali selama 20 hari. Gak go food karna makan apa aja yang ada di kulkas dan dari yang dibawa tukang sayur. Jajanan pun hanya mengandalkan stok yang kubeli sepuluh hari sekali (terakhir belanja Sabtu lalu). Padahaaaal kebiasaanku itu dulu, setiap kali beres belanja bulanan, dengan stok makanan yang menimbun, nyampe rumah langsung buka gofood order pizza, burger, atau apalah pokoknya jajan.
Ternyata bisa loh gak jajan itu.,…

The perspective: Jacob and Eve

Now,

Berapa kali dalam seminggu, sebulan, atau seumur hidup, kita mencoba mengambil sudut pandang dari cerita nabi-nabi yang sudah kita dengar sejak kecil?

Ada sebuah perspektif menarik yang saya temukan di twitter, seseorang mengangkat sisi ‘lemahnya’ Hawa ketika diturunkan ke Bumi. Yaitu sejak pada saat Tuhan mengajarkan nama-nama benda dan seluruh isi semesta, Hawa tidak ada di situ. Artinya, ketika Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi secara terpisah, Hawa benar-benar clueless. Hawa sendirian, di tanah yang asing, yang bisa saja dia salah makan tumbuhan yang beracun lalu mati..

Tapi semua sudah diatur oleh Allah, dan akhirnya mereka bertemu kembali.
Hanya saja sebelum pertemuan itu, Hawa benar-benar harus berjuang sendiri, beradaptasi, menghandle dirinya dan emosinya dengan keterbatasan pengetahuan, dan tanpa tahu arah tujuan. Kebayang gak sih se desperate apa situasi seorang perempuan yang terbiarkan sendirian begitu? Ya iya Hawa punya Allah tapi kan sendirian di planet yang belum ad…

Ekspresif

Tapi bener sih, terlalu ekspresif itu tidak bagusTidak ada kalem-kalemnya, Tidak ada menenangkan-menenangkannya. Sebetulnya kujuga gak seekspresif itu deep down, Belakangan baru kutahu kalau itu adalah manifestasi dari my insecurity. Insecurity is outloud, confidence is silent. Begitu katanya,
Hari ini hari terkalem dalam 22 hari terakhir. I allow my self to do nothing. Literally NOTHING. Padahal kalo mau banyak sekali yg bisa dikerjakan. Nyetrika, (itu udah mau kayak Sindoro-Sumbing lagi tumpukannya) Belajar IELTS, itu kaset-kaset CD apa kabar ituh baru dikerjain 1 kali doang, Susun essay utk aplikasi beasiswa, itu udh ketunda dua bulan ckckck, Banyaak sekali dan utk pertama kali dalam 22 hari.. ku memilih rebahan siang-siang. Padahal selama 22 hari ini kasur selalu rapih seharian dan baru dipake malem doang di atas jam 10 beres nonton tonight show. Se-disiplin itu.
Tapi ga apa Kupingin tenang hari ini, Tranquil and embrace the nothingness
*** Bogor, 5 April 2020 Batal lagi ke Indomaret karna paket kop…

Akhirnya dapurku ternoda juga

And not in metaphoric way.

Kalian punya gak sih semacam satisfaction on cleaning something? Or colouring? Or painting?

Kayak kalau you swipe on something trus dia berubah warna secara total dan kalian merasa puas karenanya?
Aku ada. Yaitu di kompor gas yang kupunya. Oh yeah, I have an amazing white stove. Yang terinspirasi dari my ex housemate, jadi kusuka dengan selera per-dapurannya dia sampai kutiru kompor, kulkas, dan ember air buat masak nya.

This stove.. well.. is white. Warnanya persis sama kayak punyanya ex-housemate. Putih cling dan kusuka. Hal yang paaaling satisfying buatku adalah, tiap beres cuci piring, endingnya nge lap kompor dan semua kotoran hilang begitu saja. Ga ada bekas sama sekali. Mau sekotor apa juga. Mau ada tumpahan kecap, percikan minyak, percikan sambal yang menyebar, semua hilang dengan sekali usap pakai sponge. Dan setiap kali ngelap kompor itu, I had a winning vibe in it., kayak menang aja gitu. Kusuka bersih btw. Bersih dan rapi itu aku suka. I am a ver…

Only the..

18 days and am thriving. Never bored, never will because I have plenty of things to do indoor and staying home for this long has always been my dream!Only the boring are bored
*** Bogor, April 2 2020 00.15 19th day to Stay at Home and ILOVEIT!!