Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

I hate you, Bas

The Reality of Minimalism, during Quarantine

Day 23 of quarantine, dan jiwa minimalist ku bergejolak. Ini ternyata praktek level lebih advance lagi, ketika semua serba terbatas.
Ternyata,,. Ni aku baru paham, ternyata yang sulit itu bukan berhenti belanja, berhenti makan, berhenti jajan, tapi yang sulit itu mengendalikan keinginan. Ingin ini ingin itu banyak sekali (plis jangan sambil nyanyi), itulah yang jadi sebab kenapa kita tidak bahagia.
Dalam 23 hari ini.. well.. 20 hari karna tiga hari pertama ku masih struggling, ku sangat sangat berlatih untuk mengendalikan keinginan. Dan hasilnya? Wow, ku gak jajan sama sekali selama 20 hari. Gak go food karna makan apa aja yang ada di kulkas dan dari yang dibawa tukang sayur. Jajanan pun hanya mengandalkan stok yang kubeli sepuluh hari sekali (terakhir belanja Sabtu lalu). Padahaaaal kebiasaanku itu dulu, setiap kali beres belanja bulanan, dengan stok makanan yang menimbun, nyampe rumah langsung buka gofood order pizza, burger, atau apalah pokoknya jajan.
Ternyata bisa loh gak jajan itu.,…

The perspective: Jacob and Eve

Now,

Berapa kali dalam seminggu, sebulan, atau seumur hidup, kita mencoba mengambil sudut pandang dari cerita nabi-nabi yang sudah kita dengar sejak kecil?

Ada sebuah perspektif menarik yang saya temukan di twitter, seseorang mengangkat sisi ‘lemahnya’ Hawa ketika diturunkan ke Bumi. Yaitu sejak pada saat Tuhan mengajarkan nama-nama benda dan seluruh isi semesta, Hawa tidak ada di situ. Artinya, ketika Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi secara terpisah, Hawa benar-benar clueless. Hawa sendirian, di tanah yang asing, yang bisa saja dia salah makan tumbuhan yang beracun lalu mati..

Tapi semua sudah diatur oleh Allah, dan akhirnya mereka bertemu kembali.
Hanya saja sebelum pertemuan itu, Hawa benar-benar harus berjuang sendiri, beradaptasi, menghandle dirinya dan emosinya dengan keterbatasan pengetahuan, dan tanpa tahu arah tujuan. Kebayang gak sih se desperate apa situasi seorang perempuan yang terbiarkan sendirian begitu? Ya iya Hawa punya Allah tapi kan sendirian di planet yang belum ad…

Akhirnya dapurku ternoda juga

And not in metaphoric way.

Kalian punya gak sih semacam satisfaction on cleaning something? Or colouring? Or painting?

Kayak kalau you swipe on something trus dia berubah warna secara total dan kalian merasa puas karenanya?
Aku ada. Yaitu di kompor gas yang kupunya. Oh yeah, I have an amazing white stove. Yang terinspirasi dari my ex housemate, jadi kusuka dengan selera per-dapurannya dia sampai kutiru kompor, kulkas, dan ember air buat masak nya.

This stove.. well.. is white. Warnanya persis sama kayak punyanya ex-housemate. Putih cling dan kusuka. Hal yang paaaling satisfying buatku adalah, tiap beres cuci piring, endingnya nge lap kompor dan semua kotoran hilang begitu saja. Ga ada bekas sama sekali. Mau sekotor apa juga. Mau ada tumpahan kecap, percikan minyak, percikan sambal yang menyebar, semua hilang dengan sekali usap pakai sponge. Dan setiap kali ngelap kompor itu, I had a winning vibe in it., kayak menang aja gitu. Kusuka bersih btw. Bersih dan rapi itu aku suka. I am a ver…

Only the..

18 days and am thriving. Never bored, never will because I have plenty of things to do indoor and staying home for this long has always been my dream!Only the boring are bored
*** Bogor, April 2 2020 00.15 19th day to Stay at Home and ILOVEIT!!