Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2019

Bunga

Masih ada perempuan yang lebih suka dikasih Bunga Mawar ketimbang bunga bank. Bunga mawar beli di pasar kembang, atau sekedar bebungaan dipetik di jalanan. 
Menurutnya, lebih baik bunga segar, karena disitulah letak cinta dan perhatian. Gestur kecil yang membekas selamanya. Meluruhkan segala amarah dan kesal yang pernah ada, terganti dengan cinta yang bertubi-tubi.
Sedangkan bunga bank.. Meski bisa membeli seisi Bumi, tetap tidak akan mampu membeli alat pelindung diri kala bara api neraka mulai menelusup kulit dan belulang kita. Jadi mereka memilih untuk hidup secukupnya, hidup dengan gaji yang ada, bekerja lebih keras ketika ada kebutuhan ekstra, ketimbang menyimpan uang dalam spekulasi akan berkembang sendiri.
Tidak, sayang. Bukan jenis hidup seperti itu yang aku gambar dalam rencana masa depan kita. Api neraka terlalu menjijikkan, dan aku tidak ingin dia menyentuh kulitmu atau kulitku.

When I’m sad..

For no reason.. and suddenly I feel like praying.. and I burst into tears., for my pasts, for my sins, and I read the Quran, with normal voice. Until I recite this one ayah.. not knowing the meaning but suddenly I cried out loud, I cried while reciting the ayah.. and I look at the translation page right away.. to see what is the ayah about.
It was.. An Nahl-110.

[Fiksi] The Day

November, 2019
Tidak ada hari yang lebih membahagiakan dalam hidup Lana, selain hari di mana Hanas mengucap janji setianya di hadapan semua penduduk semesta. Kalimat yang lancar dan tenang mengalir dari suara teduh Hanas, suara yang selama dua puluh tahun ini selalu berhasil menjadi air kala ia sedang menjadi api. Lana bangkit dari tempat duduknya, diapit oleh kedua ibu yang hari itu nampak cantik dengan kebaya silver yang berkilau jika terkena cahaya lampu. Lana berjalan pelan, diiringi oleh dua ibu, tertunduk malu, menghampiri lelaki yang kelak akan menghabiskan sisa hidup bersamanya.
Tatapan mereka beradu. Keduanya sama-sama tertunduk malu, mengulum senyum. Hanas mengulurkan tangan, disambut oleh Lana yang mencium tangannya khidmat. Air mata nyaris menetes saat bibirnya menyentuh tangan Hanas. Rasanya masih seperti mimpi. Namun sorakan dari para hadirin, dan kilatan lampu kamera menyadarkan dirinya bahwa inilah nyata yang selama ini ia damba. Angan yang akhirnya terwujud nyata.
***

12:111

Disusun dengan begitu indah, surah ke-12 di dalam Al-Quran ini terdiri dari 111 ayat. Yang setelah ditelaah oleh Ust Nouman Ali Khan, surah ini ternyata simetris. Jika ceritanya dibagi berdasarkan kejadian maka akan terdapat 12 kejadian, satu kejadian menjawab kejadian yang lain sehingga jika diurutkan akan menjadi enam bagian:
Satu, Nabi Yusuf bermimpi
Dua, Saudara-saudaranya menyusun rencana jahat untuknya
Tiga, Nabi Yusuf digoda oleh istri menteri
Empat, Nabi Yusuf digoda oleh perempuan-perempuan yang mengiris tangannya
Lima, Nabi Yusuf dipenjara
Enam, Raja bermimpi.

Lalu bagian selanjutnya tersusun sebagai akhir dari cerita tadi, tapi secara diagonal.
Tujuh, Nabi Yusuf menafsirkan mimpi raja (menjawab bagian enam)
Delapan, Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara (menjawab bagian lima)
Sembilan, para perempuan itu bersaksi akan keshalihan Nabi Yusuf yang tidak sedikitpun menggoda mereka, (menjawab bagian empat)
Sepuluh, Istri menteri mengaku bahwa dialah yang merayu Nabi Yusuf (menjawab…

Bahwa kita semua nanti akan mati, itu betul

Tapi kebanyakan dari kita terlalu lengah sampai ketika bencana alam datang, semua berbondong-bondong lari keluar ruangan, mencoba menyelamatkan dari apa yang paling pasti akan datang menjemput: kematian.

***

Baru kali ini saya mengalami guncangan sehebat petang tadi. Saat sedang menikmati musik yang mengalun agak rapi dari band kafe, gempa hebat yang bersumber dari Banten datang dengan begitu cepat. Ketika semua orang sibuk berhamburan, saya hanya terdiam mematung, menghitung sambil mengira-ngira kapan guncangan akan reda. Setelah beberapa detik tidak juga reda, perlahan saya bangkit dari kursi, meraih kunci kendaraan atasan saya yang dia biarkan tergeletak di meja (sedangkan pemiliknya sudah lari duluan), dan menyusul ke luar bergabung bersama pengunjung kafe lain. Seolah berjalan dengan tenang, padahal dalam hati sedang menghitung-hitung, jika ini adalah menit terakhir yang saya miliki di muka bumi, amal soleh apa yang sudah saya kerjakan.

"Hilma mah paling tenang.." ujar …