Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2019

Bukankah ini yang kamu mau sejak dulu?

Hari ke-dua menjalani rutinitas commuter line pagi buta, (ga buta buta banget si sebenernya, cuma biar greget aja), menjelang hari ke-tiga gw sudah bernafas lega. Tiga hari. Cuma tiga hari mengikuti kelas workshop di Kemenaker, cukup untuk membuat bersyukur berkali-kali kantorku masih di Bogor. Di kota yang sama tempat sebuah bangunan kusebut sebagai rumah.
Tepat ketika si mbak announcer kereta mengumumkan kereta kami sudah tiba di stasiun akhir, Stasiun Bogor, isi kepala gw malah melayang jauh ke masa lalu. Memasuki kota masa kecil, tempat gw menangis meraung-raung di pinggiran stasiun, cuma untuk minta dibelikan jajanan tidak sehat yang mama larang demi keselamatan. Anaknya ini terlalu gampang sakit untuk dibiarkan jajan sembarangan, tapi terlalu keras kepala untuk dilarang. Jadilah keras kepala kami beradu. Dengan tangis keras yang bikin malu.
Haha..
Kota tempat gw kecil main di kali.. Tempat gw menyaksikan lalu lalang perempuan muda-dewasa menghabiskan hari-harinya. Mengamati mereka d…

Aku & Kamu

Aku & Kamu,
Kita
Adalah dua orang yang berbeda.
Membawa masing-masing masa lalu, yang sudah dikemas rapih dan siap untuk ditinggal jauh.
Kita mungkin tidak akan selalu sepemahaman.
Tidak juga selalu sependapat
Tapi..

Aku & Kamu,
Kita
Akan belajar untuk mensejajarkan langkah,
Menyelaraskan ego,
dan menyeimbangkan mimpi.

Mungkin bukan cinta yang menyatukan kita,
Bukan juga alasan dengan logika yang bisa diterima nalar.
Bisa jadi kita pun tidak tahu kenapa kita memilih untuk bersama,
Tapi..

Aku & Kamu,
Kita
Memilih untuk bersama.
Dan itulah sebab kita dapat bersama.
Agar bisa menyempurnakan separuh agama yang kita yakini dan jalani selama ini,
Agar dapat menikmati indahnya hidup dalam ladang pahala.

Aku & Kamu,
Kita
Mungkin belum ditakdirkan bertemu,
Atau mungkin sudah bersaling silang jalan di perempatan seberang sana
Kita hanya sedang saling bersiap
Saling menjaga diri masing-masing,
Hingga nanti waktunya tiba.

Hingga nanti,
Aku,
Kamu,
Menjadi Kita.

***

Bogor, 21 Juli 2…

Every person in your life..

They came to teach you a lesson or two.Some may bring you one sentence, some other may be a chapter. But all you need to remember, is to always seek that lesson. So when they’re gone (which they mostly are) you’ll be able to understand that their purpose in your life is over. Its time for you to move along with the lesson(s) and be better.
And there is always be that one person, who gave you too many lessons that you started to think that you owe them, but they don’t even know. If you cant thank them in person, thank them in silence. Within your prayers and your communication to God, mention their name. You owe them that much.
*** Bogor, July 20th. 00.47 Fever helps cleared my head

Pillow Talk

Aku sudah tidak lagi tertarik pada obrolan basa-basi. Tidak tentang kehidupan orang lain, apalagi kemewahan hidup artis masa kini. Aku tidak tertarik tuk membicarakan cerita fiksi, apalagi dongeng-dongeng masa kecil.
Pada titik ini aku hanya peduli dengan tujuanku berjalan di muka Bumi. Menggali, dan membahas hal-hal yang memperkaya keyakinanku, menguatkan keteguhanku, akan jalan yang aku pilih.
Jadilah malam ini, ketika seorang sahabat lama tanpa sengaja memilih bermalam di rumah, kukisahkan padanya tentang semua yang aku ketahui. Semua yang menghantui pikiranku. Tentang Ruh dan penciptaannya. Tentang alam Ruh dan perjalanannya. Tentang dunia yang hanya senda gurau. Tentang waktu yang berjalan secara berbeda di setiap alamnya. Tentang pengumpulan di Hari Akhir, tentang Barzakh dan Alam Akhirat. Tentang perjalanan ke dalam diri sendiri. Tentang menjadi ibu.. dan melahirkan Generasi Penakluk Roma. Tentang bisyarah Rasulullah SAW yang tidak pernah bohong, tentang penaklukan Konstantinopel…

Pada Sebuah Bangunan

Ada sesuatu tentang masjid, yang tidak bisa kita ungkap hanya dengan kata.Ada rindu yang terselip, kala senja menggantung indah. Pada langkah-langkah kecil anak-anak bersarung dan berpeci putih. Pada tawa riang saling berkejaran, berlomba menjadi yang pertama memasuki pintunya.
Adalah masjid, tempat beristirahat paling nyaman. Ketika jalan panjang membentang, dan roda kendaraan berputar tiada henti. Aku pernah bergumam, pada suatu ketika. Mendamba rumah yang berdekatan dengannya. Bangunan megah ataupun biasa, berlantunkan azan yang lembut menyentuh jiwa.
Jika lelah fisik ditempatkan di peraduan, Maka lelah jiwa disandarkan pada mimbarnya.
Ada haru yang terusik, kala mengenang sore indah di tepian Sungai Lamandau. Lantunan azan bersahutan, perahu-perahu nelayan bergegas menepi. Anak-anak kecil berlari, Bapak-bapak tua bergegas meninggalkan rumah. Membuncah emosi berkata, inilah pemandangan terindah yang aku suka.
Selepas itu, Hanya harap yang kerap digoda. Mengingatkan akan lampau yang ingin sempu…

Inner Battle

"Baiklah, sekarang gw akan donasiin duit seratus ribu gw. Hmm.. kemana ya.. ke orang yang minta-minta, apa ke mesjid aja? Kalo ke orang yang minta-minta, ga jamin juga dia sebenernya pengemis apa bukan. Ke mesjid aja deh." Lalu dia berjalan ke masjid. Melepas alas kaki, dan menitipkan di tempat penitipan. Selesai mengambil air wudhu, bergegas masuk dan sholat.

'Allahu akbar'
'Hmm.. habis ini ditaro di mana ya baiknya. Ada banyak kotak-kotak sih. Taro di yang kecil apa yang gede ya? Eh tadi di depan ada yang ngasong-ngasong bawa kotak sumbangan bukan? Katanya itu buat perbaikan atap mesjid..'

'Allahu akbar'
'Sama gak ya sama yang di kotak-kotak dalam ruangan ini?'

'Sami'allahulimanhamidah'
'Tapi kalo ditaro di yang ngasong-ngasong itu malu keliatan orang yang bawa kotak asongannya. Di dalem aja lah'

'Allahu akbar'
'Oke fix taro di dalem. Cuma mesti cari tahu pastinya kotak itu isinya bakal dipake buat benerin atap apa bu…

Let’s Be Great!

Do you have any idea how long is ‘the rest of my life’ would be? Like when you were so crazy in love and you wanna be with that guy and spend your life with him.. do you actually have any idea how long that gonna be?
Let me put some thought for you, ladies. (All single ladies out there who are still whining about getting no relationship or stuck in a relationship that going nowhere):
This is the only time for you to learn about you.
I’m saying this because we’re women. And women don’t do things only for her self. After this, you’ll spent your entire life taking care of other people. That’s what we’re designed. First, it’ll be your man. Then it’ll be your kid. First born, second born, on and on. And then you’ll get older and your parents get older, so you have to take care of them too.
In those moments, you’ll whine of getting crazy with housework, crave for some alone-time and started to post in social media how much you miss your teenage days.
I know this because that’s what I see and wha…

Scene #27

“Its like.. everytime I met someone, everytime it feels right.. he always came back to me. He’s like.. restarted, you know.I know it doesnt sound right, cause maybe he’s just being nice. Maybe he just wanna help. But its weird. Way too weird. Way too nice if its for a stranger.. he even hold the door for me before I get into the car. He’s helping me while he was struggling with himself. They said that if somebody helps you while he’s struggling too.. its not help. It’s love.. right? But why..?”
“You can’t.. chose him because you were afraid to break his heart. You can’t chose to be with him just because you don’t wanna make him sad. You did enough. He had enough chance to be with you but he blew it. Now is the time for you to chose you. You’ve done enough for him. Thank him.. and move on..”
“That’s it! That right there! Everytime.. you know.. every single time I thank him and tried to move on.. he came back. Better.. and nicer..”
“And then what?! Then he turned cold again? Leave you hangin’ not…