Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2019

Teman dalam perjalanan

Ruang tunggu masih sepi ketika saya tiba. Kami (saya dan penumpang pesawat lain), mendarat pukul sepuluh malam di kota Markisa dengan jadwal lebih awal dari biasanya. Otomatis kami punya waktu sekitar 4 jam untuk menunggu penerbangan selanjutnya, untuk bisa benar-benar sampai di kota yang kami tuju.

Pandangan saya menyapu bersih bandara yang nyaris kosong melompong. VIP lounge yang saya tuju, juga kosong tanpa penghuni kecuali petugas yang duduk sambil memainkan ponsel. Urung, saya balik badan tidak jadi menunggu di ruang tunggu istimewa itu. Untuk apa duduk di ruang istimewa jika lagi-lagi harus sendirian.

Saya berjalan pelan menelusuri bandara yang sudah berevolusi dengan begitu dahsyat. Ruang tunggu yang sangat memadai (bahkan lebih memadai ketimbang ruang tunggu bandara ibu kota), dengan fasilitas ruang baca dan kamar mandi (untuk mandi). Gerai-gerai makanan masih buka, beroperasi selama dua puluh empat jam. Saya puas melihat-lihat sambil memetakan akan makan apa sebelum dan setel…

Jalan Hijrah

Kesannya sekarang ini sudah banyak pemuda-pemudi yang memilih jalan hijrah. Artis-artis, politisi, sampai anak-anak muda biasa yang kita kenal dalam sepermainan. Yang dulunya rambut gondrong awut-awutan gak karuan, sekarang memelihara jenggot dan bercelana cingkrang. Cewek yang dulu dikenal suka gonta-ganti pacar, sekarang berjubah panjang lebar dan berwarna gelap.

Di luar dari mereka yang memilih jalan hijrah, banyak juga yang nyinyir. Ya wajarlah ya, apalah arti sebuah gerakan tanpa nyinyiran pemirsa. Ada yang bilang itu cuma musiman, ada yang bilang tidak semestinya diumbar, bahkan ada yang bilang itu cuma pencitraan.

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi tentang jalan hijrah yang bisa ditemukan oleh setiap orang. Termasuk.. kamu. :)

***

'The only constant is change', bahwa perubahan adalah pasti terjadi. Setiap orang mengalami fase hidup berbeda dan dia akan bertransformasi dari satu pribadi ke pribadi lain tanpa disadari. Kalau kita lihat orang yang begitu-begitu saja dari…

My Happy Klappy!

The Happy Klappy!
A few bit of powder, a few bit of milk, a few bit of eggs, a few bit of butter, altogether mixed with coconut water and tadaaa.. here is My Happy Klappy! Old recipe from my late grandma, (may Allah protect her soul in peace).

At some point in this life, one must know when to stop guessing, and start embracing the fact that not everything will go as we planned. Things are in constant changes, and sometimes our plan, no matter how neat it is, will gone wrong. And that’s okay. Because in the end, its all for the best.

Never stop trying to be kind, even when it’s pain in the ass. You never know who you inspired. You may never know if its your smile that make somebody fall to his knees., or if its your simple words that lead somebody find their hidayah, you never know if maybe the way you dressed has punched someone’s heart who is trying to cover but still unable for oh so many reasons. Whatever it is, keep doing good. And for doing so, you might need a happy moment of y…

Laa Tasma’u fiiha laa ghiyah

Awalnya saya bingung, kenapa kalimat di atas disejajarkan dengan kalimat lain yang berisikan tentang keindahan surga secara fisik. Ujug-ujug ada janji bahwa di surga nanti di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Lalu kalimat selanjutnya menerangkan keindahan surga dengan mata air yang mengalir, dipan-dipan, gelas-gelas, bantal-bantal, dan permadani-permadani. Seolah-olah keindahan fisik yang nyata itu, tidak lebih utama dari kalimat pendahulunya : laa tasma’u fiiha laa ghiyah.
Allah menjawab rasa ingin tahu saya dengan mengirim seseorang yang senang sekali bercerita. Hobinya bercerita tentang apa saja. Dia bahkan tidak peduli jika ceritanya sangat tidak ada sangkut paut terhadap orang yang dia ceritakan. Semakin sering saya mendengar cerita-ceritanya, dan ditambah dengan perkataan orang lain yang tidak berguna (seperti celoteh rangorang di twitter tentang harga tiket pesawat), semakin saya paham dan merindukan tempat di mana ini semua tidak ada, yaitu surga.
Jadi di…

Beware of a jealous heart

Jealousy is what makes the devil, the devil. What makes the Jewish, the Jewish. What makes Son of Adam kill his brother. Nothing good will ever come from a jealous heart. Shielding your heart from the jealous heart around you is exhaustive. It takes energy to convince your self to stay positive, or to just not think about it. Jealous heart, if it comes to you, is a jail you have to set free.
But haters gonna hate, anyway So all you need to do is relax, stay calm, dont overthink, and try to be less show off. Jealous people are simply hate you because you have what they dont. Be grateful for that, and dont be a bitch.
*** Bogor, May 15th I should’ve write something when in Bandung for the past three days. So that I have a post with ‘Bandunt, May xx’ at the bottom of the page.

Adultery

Sebelum menulis tulisan ini, saya sempat duduk diam memandang layar kosong ini selama lima belas menit. Bukan hal yang biasa saya lakukan, karena biasanya saya sudah tahu akan mulai dari mana ketika akan menulis. Tapi hari ini.. lagi-lagi saya mendapat pelajaran luar biasa, tentang cara Allah menjawab suatu doa.

***

Sengaja saya tidak menyetel alarm, karena saya ingin punya cukup tidur sebelum berangkat ke Bandung untuk meeting besok. Lagipula saya sedang tidak puasa, jadi ya saya pikir tidak apa sedikit curi-curi waktu tidur dan melewatkan sahur, toh belum ada orang lain yang bergantung pada masakan saya untuk makan sahur ini.

Lewat pukul delapan saya baru benar-benar beranjak dari kasur. Mendapati pesan dari atasan yang meminta saya untuk menyiapkan perlengkapan meeting hari ini juga, yang langsung saya iyakan tanpa berpikir dua kali, karena memang seharusnya saya siapkan dari kemarin. Padahal sengaja tidak saya siapkan, karena berasumsi di sana mungkin akan ada alat-alat yang memad…

The Real Deal of Duaa

LOL!
I just found my old blog, dan itu judulnya. Scrolling ke tulisan-tulisan jaman belum nemu minimalism., man, I am a dreamer! LOL!
Ngakak, tapi terharu juga. Nemu satu tulisan yg post-note nya berisi doa yg menyesali hubungan pacaran, dan pingin memulai kembali dari awal. Tiba-tiba saya jadi ingat perasaan waktu menuliskan itu. Dua bulan sebelum wisuda, dan my ex and I lagi renggang-renggangnya. Mesti diakui waktu itu rasanya sebel banget tiap liat dia, bahkan dia gak salah pun sebel. Mungkin itu karna dosa. Tapi kita gak bisa pisah. Karena terlanjur sudah kenal keluarga masing-masing. Waktu itu mikirnya dangkal.. kita sudah sejauh ini saling mengenal, males mulai baru lagi. Lagian apa masih ada yang mau ama gue., begitulah kurang lebih.
Eh siapa sangka tiga bulan kemudian saya mendapat tawaran pekerjaan yang saya idam idamkan. Bulan berikutnya saya diminta tuk jadi pegawai tetap. Lalu masuk ke tahun baru, saya memutuskan untuk menikmati karir ini dulu. Hubungan yang memang sudah reng…

Legacy

We're all leaving, eventually. It doesn't matter when, or how, but it matter what will we leave behind as a legacy?

***

Bogor, May 09th 2019
09.46 pm and my eyes wide open to read carefully everything on each and every website, to build my own website. Maybe.. just maybe.. this is the legacy I will leave behind for the place I'm currently working.

Connecting the dots between Minimalism, Astrology, and Islam.

Siapa sangka, pencarian saya tentang Tuhan yang dimulai sejak lima tahun lalu berbuah manis. Jika saya tidak banyak mendengar ceramah agama (yang dari dulu memang rada anti kecuali kalau dipaksa di sekolah), saya tidak akan pernah tahu bahwa apa yang saya alami sekarang ini adalah bagian dari barakah ataupun hikmah. Saya pun tidak pernah benar-benar tahu apa arti barakah maupun hikmah sampai  kemarin, berangkat ke kantor dengan suasana hati yang mendung, karena mendapati darah haid di hari kedua Ramadan, saat sedang bahagia-bahagianya Ramadan.

Let me tell you my story about this journey. 

***

Semuanya bermula delapan tahun yang lalu, saat saya pertama kali menjejakkan kaki keluar negeri. Vietnam, negara asing pertama yang saya kunjungi bersama dengan beberapa orang kawan demi menjajaki gua terbesar di dunia. Kami menempuh perjalanan sehari semalam untuk sampai ke tengah negara Vietnam yang terbentang antara Hanoi sampai Saigon, menumpang bis malam, tidur bertumpuk di satu kamar pengina…

Sheet Mask and I...

I knew sheet mask since ten years ago, when the only mask I ever used was powder mask (mixed with rose water and so on).When I first used the sheet mask., in my mind telling that this is a waste of time and I hate the smell.Years go by..
It was one of my bestfriend’s wedding: Cika. She gave us -her bridesmaid- a sweet treat. A korean sheet mask, (I forgot the brand) that she wants us to use a night before the wedding. Aku manut.
Time passed (again)., and I had a stay over just to heal my heart in another best friend of mine: Ariya. She gave me a choice of sheet mask, one that I dont like because its sticky, but turns out.. to be one that I love so much (so you cant hate something too much or end up loving it).
Not until Ilma and Amani stay over in my house that I started to fall in love with this tiny little thingy. Ilma explains to us, the used of each ingredients that contains in sheet mask. She explains like it was one of our chemist paper task. Mulai dari rantai karbon nya, molekulny…

Yah..

Belum pernah sesedih ini bangun tidur tuk sahur dan mendapati bahwa aku ga boleh puasa sampai beberapa hari ke depan :(
Bogor, 2 Ramadan 1440 That explain the mood. And the pain. Woman.

Ramadan adalah Harapan

Saya sadar ada banyak sekali penulisan memalukan di blog ini setiap kali saya menulis dalam Bahasa Inggris. Saya memang begitu sejak dulu. Pede sekali berbahasa asing, meski tidak begitu mahir. Saya masih ingat sekali, waktu masih kecil, kelas 1 SD.. saat itu kami tinggal di Bogor, di rumah kontrakan sempit yang banyak anak kecil. Saya punya teman main, tapi tidak banyak karena mereka laki-laki semua. Sebagai makhluk yang teralienasi, saya sudah mulai membiasakan diri untuk bermain sendiri. Beruntung saya punya teman khayalan, dua orang, yang sudah menemani sejak usia saya lima tahun.

Namanya Hanas dan Lana, mereka berasal dari awan. Mereka ini selalu ada untuk mengajak saya bermain. Tapi mereka tidak bisa berbahasa Bumi. Jadi, setiap kali saya bermain dengan mereka, saya harus menggunakan bahasa asing. Benar-benar bahasa asing. Acuciwotelikuha, etc etc. Saya berbicara sendiri, dengan bahasa asing tersebut, menulis surat dengan tulisan, yang sebetulnya lebih mirip jika disebut sebagai…

Hello, May!

Maybe the reason that I'm #overthemoon is not because of that one genuine question, but because of the fact that I am successfully submitted my scholarship application. I've never been a scholarship girl for my entire life. I never had a chance to get free money when the chance was plenty. I was too stubborn to apply and too lazy to get the ass of my bed during college. So yeah.. even if I am one of those kids in the executive board, or largest adventurer club, or whatever organizations I was involved (which is plenty), I am definitely not one of the scholarships worthy. Document collection, administrative tasks, aren't my things. So yeah.. I'm settled.

But somehow I managed to submit this application. This makes me on top of the mountain by the time I hit the button, and then the question came in, and I fly higher.

The energy remains. And now, after series of disappointment back in office, I have to face my self (again). Struggling with all bad things in my head. Why …