Posts

People Change, So I Chose Minimalism

Image
People change like season. I'm not who I am two years ago, and everyone must have had their darkest past where they wanna burn and forget but never do. In this post, I wanna share to you about how minimalism is the best way to change your self. As it did to me.  *** Minimalism mengajarkan saya untuk hidup di masa sekarang. Menikmati apa yang ada, dan tidak berlebih-lebihan dalam memiliki benda. Betul, itu semua diajarkan dalam Islam, dan diajarkan oleh guru ngaji sewaktu kecil dulu. Tapi pelajaran itu benar-benar akan bisa kita resapi maknanya, begitu kita mengerti mengapa harus begini dan begitu. Cara berpikir seorang minimalist adalah sederhana saja, we don't promise tomorrow so why bother. Dengan begitu, dia akan memaksimalkan kemampuannya untuk bahagia yang dia rasakan hari ini. Misal, dia punya uang.. dia simpan uangnya di bank. Lalu dia punya keinginan, ingin sekali pergi berlibur ke luar negeri. Setelah dihitung-hitung, ternyata uang simpanannya cukup untuk pergi k...

Decluttering time!!

Image
Yay, it's decluttering phase. Fifth month of 2018, who realized we've come this far? Feels like the year was just started and boom! Soon enough, we'll get to the middle.  Like Zedd, Maren Morris, & Grey said 'Oh baby, Why don't you just meet me in the middle?' be prepare to whatever meet you at the upcoming months! So I may have a little story to tell to start this Month of May.. which is.. by decluttering! Five months have gone, and who knows we've stack more and more stuff already. I got pretty overwhelmed with what I had lately.  We, human.. tend to avoid loneliness. And just like any other human beings, I too fill the void by shopping. It's okay tho, it's human. Men, women, they did shopping when they feel lonely and had some money. (Some men are crazier shopper than me, lol). I get a little bit lost with my minimalism thing, and forgetting the formula of minimalist shopper: asking question. I stopped questioning why I bought this or ...

New Year Resolution: Minimalism - A Mind Changing Moment

Image
Sekali lagi, kalendar masehi berganti. Orang-orang turun ke jalan, merayakan pergantian tahun dengan kembang api, nyanyi dan tari. Sembari berkata dalam hati, bahwa akal pikiran dan kebiasaan, akan mulai di reset hari ini. Tahun baru, pribadi baru, semangat baru, padahal tidak ada yang membedakan antara 1 Januari 2018 dan 22 Maret 2018 ( except that's when my birthday is ), karena keduanya adalah sama. Sama-sama hari yang baru. Tidak peduli dengan itu, setiap orang tetap saja membuat resolusi tahun baru. Tidak ada kan yang membuat resolusi minggu baru, bulan baru. Tidak. Hanya pada pergantian tahun seseorang akan mulai me- setting tujuannya hidupnya. (Tapi masih saja ada orang yang tidak percaya pada keterhubungan antara pergerakan tata surya dengan kepribadian manusia. red: Astrology ). Pergantian tahun sebagai permulaan dari pergantian resolusi hidup, menunjukkan adanya ketergantungan pribadi/karakter manusia terhadap posisi tata surya. Saat bumi menyempurnakan perjalanannya,...

Changing Colours

Image
Dulu.. saya suka warna merah. Sejak lulus SMA, dengan usia masih tujuh belas hingga memasuki semester awal kuliah, saya selalu memilih merah. Berani.. Kata orang.. Aries adalah Api. Dan Merah berarti Membara. Saya.. dan antusiasme berlebih, berusaha tampil mengunjuk diri. *** Kemudian.. Saya suka toska. Atau jika sulit didapat, saya akan pilih biru muda -langit. Saat itu usia saya dua puluh satu. Nyaris lulus kuliah meski belum juga. Biru dan hijau toska, artinya tenang. Saya ingin bisa tenang, Padahal waktu itu, belum bisa juga. Berusaha memadamkan api yang terus menerus gelisah ingin membakar. Bingung.. Saya bingung dengan identitas. Entitas. Gelisah menunggu giliran, untuk mempresentasikan diri saya. Teman lain sudah selesai, sudah berjalan menuju panggung selanjutnya. Saat itu, saya masih menunggu giliran. *** Usia saya dua puluh lima. Waktu kecil, saya pikir dua puluh lima adalah saatnya berumah tangga. Karena sudah terlalu tua. Ternyata, apa yang dipikir tidak sel...

Minimalism as Principle

Image
Never let a day pass without happiness. Wasted days are the days we survived with clouds. Be the reason someone smile today. Be the one who shed some clouds out of the blue. Make at least one person happy by saying or giving. If you believe in communication, then you must believe that universe communicate with us. Through some vibration, as in physic also translated as: String Theory. Life is about exchanging energy. And energy is a material which cannot dissolved. It is eternal in its number, the number we give equals with the number of energy we receive. And if we want to be happy, first we must decide to be happy. When we can't help but sad, start to make another person happy. Its not hard. And never be expensive. It doesn't always require money. Just be there.. To the one in need. Listen deep. Happiness lies in all simple things on Earth. We don't need much, if we had a chance to look closer.

From the Blade Runner Movie

Image
So what's the correlation between Blade Runner and Minimalism? If you have seen the movie, it shows you about a robot who wants to have a heart. Who wants to feel, like human. Desired, wanted, and born. His wish is so simple. In his advance world of technology, he wants emotion. A touch, a smile, a pleasing word. He had everything, and yet it's not enough because he needs affection. Then he started to hearing from another robot. An Artificial Intelligence built who whispered about everything he wants to hear. Even though its calming, it is not exist. *** Blade Runner doesn't try to save the world. But it saves the tiniest part of the world who can make huge impacts: EGO. And that's when I found a link with minimalism. From the perfection of Ryan Gosling's act, I concluded that the more we grateful for who we are, the happier we are. We don't have to seek the answer of our existence, even if the movie said 'people sleep better when they know who they are...

A Fault in My Minimalism; And How to Deal With That

Image
At the end of the day, we have to clear our mind from hatred and guilt. Those two only eliminate peace that we need.  *** Karena saya merasa bersalah. Dalam dua hari ini telah merasa gagal menjadi minimalist. Saya kini berusaha untuk mengingatkan diri sendiri bahwa tidak perlu terlalu keras dalam memegang prinsip yang baru. Ya, minimalism tergolong baru bagi saya. Maka tidak perlu terlalu berlebihan dalam bersikukuh. Kompromi sesekali juga perlu. Because everyone can be a minimalist. I can. YOU can. All of us, we can be a minimalist. Asalkan mau dan konsisten. Seperti misalnya, seorang muslim yang ingin berhijrah menjadi lebih taat. Mulai dari gaya berpakaian ia ubah, cara bertutur sikap, memperbaiki ibadah, hingga caranya berpikir dan memandang permasalahan. Yang tadinya pakai baju serba ketat, diubah menjadi longgar. Kerudung yang diikat ke leher, agak dipanjangkan menutupi dada. Sholat yang tadinya diulur hingga ke penghujung, mulai dimajukan menjadi awal waktu. Yang t...