Skip to main content

This isn't fun anymore

 




Who am I kidding.. solitude sucks! Solitude hanya menyenangkan kalau kita tinggal di tempat yang familiar. Kalau tinggal di tempat baru, rasa kesepiannya benar-benar nyata. Entah ini cuma saya saja yang terlalu mellow, karena banyak sebetulnya orang yang merantau jauh ke kota orang, ke negeri orang, sendirian, dan tidak punya siapa-siapa. Saya hanya pindah sepelemparan batu dari rumah.. tapi sebegini curhatnya >.<


Yah.. kemampuan orang kan beda-beda ya. Daya tampung seseorang terhadap pain atau beban juga beda-beda. Mungkin kapasitas saya cuma segini, dan makanya saya ditempatkan pada posisi seperti ini. Supaya memperbesar kapasitas, bertumbuh, beradaptasi, dan kalau kata dua orang teman saya semalam.. "biasakan saja dulu sendiri.." 


Upaya saya mencari kosan dekat pantai sudah mulai menuju jalan buntu. Tempat yang saya kira sempurna, ternyata jauh lebih menyeramkan dari bayangan saya.. Kuta benar-benar seperti kota mati, beda dengan Canggu. Jauh beda. Sungguh saya ingin pindah ke Canggu, tapi tujuan saya kesini kan sebetulnya hanya untuk bisa berada dekat dengan pantai.. yang bisa bangun tidur jalan kaki ke pantai menunggu matahari terbit. Tapi sepertinya mustahil. Mungkin kalau pulau nya kecil seperti Raijua, mudah saja saya dapati tempat tinggal seperti itu.. hanya sepelemparan batu dari bibir pantai. Tapi kalau di Bali ini.. ya susah. Jadi saya harus mulai menerima keadaan bahwa tinggal di Bali hanya akan sama saja dengan tinggal di Bogor, bedanya di Bogor kalau mau ketemu pantai harus nyetir 9 jam bolak balik, sedangkan di sini bisa menumpang gojek sepuluh menit.


But this isn't fun anymore. I don't know how people could really stand living alone for that long in a small rented room.. bagi saya, mereka adalah orang-orang yang luar biasa tangguh dan saya kagumi. Saya baru satu minggu seperti ini, itupun lebih dari setengahnya saya habiskan dengan teman untuk berkeliling ke sana kemari. Solitude is no longer fun.. makanya tadi dengan sengaja saya menyambangi salah satu pantai, sebentar saja, untuk berbicara pada laut. Talking to the Sea has been effectively get rid my anxiety, the kind of prayer I could make from my bedroom, efeknya beda kalau diutarakan di depan bentangan alam.

Seriously, this isn't fun anymore



Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2