Skip to main content

Rainy Night in Bali

 



Tulisan ini aku buat dengan sengaja sebagai pesan tersembunyi, untuk orang yang pernah kenal denganku.. dulu.

Aku cuma mau bilang, maaf.

Maaf kalau aku dulu terlalu berlebihan. Kamu benar. Gumamanmu benar. Aku saja yang terlalu egosentris. Merasa diri pusat semesta. Kamu benar bahwa aku berlebihan dalam berperasaan. Berlebihan saat melihat Halimun yang terbentang hijau. Dalam pembelaanku, saat itu aku sedang kacau. Baru 32 jam berlalu setelah aku mengakhiri hubunganku dengan dia. Sebuah keputusan yang aku ambil dengan yakin.. sesaat setelah aku mengenalmu.


Maaf kalau dulu aku terlalu sering bercanda. Sejujurnya aku tidak suka bercanda. Aku tidak suka orang yang tidak pernah serius dalam hidupnya. Tapi aku salah tingkah. Diam dan dinginmu selalu buatku salah tingkah. Aku sering jadi berlebihan jika salah tingkah. Saat itu, aku belum mengenal yang namanya kontrol diri, kontrol emosi. Aku justru menemukan semua itu.. mencontoh itu.. dari kamu. Yaa.. walaupun kamu tidak sesempurna itu juga sih dalam hal membawa diri. Tapi diam dan dinginmu yang dulu tidak pernah ku mengerti, sekarang jadi bagian dari diriku yang ternyata selama ini bersembunyi.


Maaf kalau dalam membercandaimu dulu, aku sering kelewat batas. Menertawakan kaos mickey mouse yang kau bilang dibeli di pasar murah. Aku sungguh tidak bermaksud mengejekmu sore itu. Lagi-lagi aku salah tingkah, dan ingin bilang.. kau lucu dengan kaos itu. Cute.


Jika boleh aku meminta, pada langit yang kini betulan menurunkan hujan setelah dipinta-pinta umat galau pemuja tiktok, aku ingin kita bertemu lagi. Namun nanti,. Aku ingin kita berkenalan lagi. Izinkan aku menunjukkan sisiku yang belum kamu kenal. Sisi yang mungkin akan kamu suka.. atau tidak.. ya itu terserah. Tapi aku sungguh ingin diberi kesempatan kedua untuk bisa mengulang memperkenalkan diriku kepadamu.

Hai, namaku Hilma..

Dan bukan lagi Hilma yang aneh seperti dulu. Bukan Hilma yang bossy, gila kerja dan selalu butuh validasi. Aku ingin kita bertemu sekali lagi, mungkin.. di penghujung tahun ini? Aku yakin kamu tahu ke mana harus temui aku.

***

Sanur, 1 November 2021

Its 1 a.m. Ku gak bisa tidur karna di luar sedang hujan. Aku ingin menikmati suaranya, tapi juga ingin tertidur sambil mendengar rintiknya. Jadilah kutulis ini dulu. Anggap saja lagi-lagi ini adalah pesan dalam botol yang kan ku lempar jauh.. 

Comments

Popular posts from this blog

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam