Skip to main content

Catatan Hari Ini

 




Kita akan selalu dipertemukan dengan jalan yang setara dengan level energi kita saat ini. Semua cerita yang kita lalui, sudah disusun rapi untuk bertemu dengan diri kita yang sesuai dengan cerita tersebut. Tidak ada yang kebetulan, karena semua memang bagian dari sebuah rencana besar. Jika sekarang rasanya masih terlalu absurd untuk ditebak arahnya kemana, pasti suatu hari nanti pun kita akan mengerti. What is my endgame? Bahkan kita sendiri pun sebetulnya hanya bisa mengikuti alur, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah senantiasa mengatur level energi kita, dan memilih jalan yang akan kita lalui. Memilih adalah cara kita menentukan jalan cerita, tapi kita tidak bisa mengatur pilihan apa saja yang kita punya, kita hanya bisa memilih dari jalan yang sudah ada. 


Saya pun ingin mengingat hari ini sebagai hari yang luar biasa.. karena ini hari pertama saya bertemu langsung dengan line manager saya, diajak makan siang dengan singkatnya, benar-benar tipe perempuan yang tahu cara menyeimbangkan ritme pekerjaan dan bersosialisasi, dan saya kagum sekali padanya. Saya mulai mendapat limpahan pekerjaan, setelah menghabiskan tiga hari hanya untuk membaca buku panduan dan menonton video.. saya pun mulai diperkenalkan dengan atasan saya yang lain, dan mulai melakukan meeting-meeting dengan kolega di zona waktu berbeda.


Rasanya terlalu cepat, tapi inilah pilihan yang saya buat. Sesekali rindu itu masih ada. Rindu masa di mana saya menjadi pemeran utama. Saya menjadi pusat komando yang memberi instruksi untuk dipatuhi. Tapi perasaan itu selalu saya tepis dengan cepat. Ini pilihan yang saya buat, jalan yang saya ingin lalui. Saya tahu ini akan berbeda, untuk itu kini saya harus belajar menjalani pilihan yang sudah diambil. Antara growth dan comfort, saya memilih growth. Walau comfort sangat menyenangkan, tapi tidak ada tentram di sana. Ternyata tidak selamanya nyaman itu tenang.. walau harusnya mereka sepaket ya. (Mungkin karena definisi comfort saya di sini hanya soal salary sih ya..).


Sebelum pulang ke rumah saya menyempatkan diri mampir ke mall dekat kantor, membeli beberapa paket kue manis untuk anak kecil sebelah kamar yang baru saja genap satu tahun. Ternyata waktu saya sampai di kost mereka masih belum pulang (sedang merayakan ulang tahunnya di salah satu rumah makan di Seminyak). Jadilah saya menelpon adik Taurus seperti biasa, dan justru lebih banyak cerita ke mama soal bagaimana hari saya hari ini. Setelah telepon ditutup, barulah saya ke kamar sebelah dan dijamu dengan kue ulang tahun, segelas  juice, dan obrolan ringan. Sungguh sangat menghangatkan hati. Kalau sudah terbiasa sendiri, dan senang dengan kesendirian itu, biasanya kita akan jadi cenderung pemilih dengan siapa hendak berbagi. Untuk itu saya senang sekali, tetangga pertama saya di kota ini adalah orang-orang yang menyenangkan untuk diajak berbagi. 


Oiya belum lagi, tadi dalam perjalanan pulang kantor sampai ke kost, langitnya cerah dan menampakkan banyak bintang. Memang tidak sebanyak langit berbintang waktu saya SMA dulu, atau bintang-bintang di Gunung Bromo jelang matahari terbit. Tapi cukup untuk membuat saya mendongak nyaris sepanjang jalan, bersyukur dan bersyukur atas jalan yang telah dibentangkan untuk saya ini. Terima kasih,

***


Bali, 7 Oktober 2021

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2