Skip to main content

Teruntuk yang sedang murung

 



"Ya Allah, can I just.. die? But.. I mean.. if only dead is better than this. I have people and everything down there." 


Ini bukan tentang saya, tapi rupanya, yang saya tulis ini terlintas juga di kepala banyak sekali orang. Akhir-akhir ini banyak orang yang semakin 'gelap' suasana hatinya. Saya pun baru menyadarinya sekarang.. The early pandemic life, saya bisa begitu positif, ceria, dan baik-baik saja. Saya bahkan menghitung waktu yang saya lalui berdiam diri di rumah sendirian dalam bilangan bulan. Ternyata.. apa yang orang-orang pada umumnya rasakan saat itu, baru saya rasakan sekarang.. setelah satu tahun melalui pandemi.


Saya tidak mau mengklaim apa yang saya alami ini sebagai sebuah turbulensi mental yang diberi berbagai label.. tidak. Tapi yang saya tahu, ketika ada orang terdekatmu tiba-tiba mengontakmu dan meminta untuk berbicara, dengan sopan dia mengirimi pesan.. then drop your activities away, and answer them. Karena boleh jadi.. boleh jadi, dia sedang bertanya pertanyaan pertama tersebut, dan ketika tidak ada satupun kawan yang mengangkat teleponnya, maka dia berasumsi jawabannya adalah ya. 


Loneliness kills. Itu yang sering kita dengar di film-film. Saya pun selalu menolak pernyataan bahwa menyendiri berarti kesepian.. karena tidak begitu nyatanya. Kesepian hanya akan datang ketika ekspektasi tidak sesuai dengan harapan, dan tidak ada manusia lain yang bisa diajak bicara untuk sekedar.. bicara. Bukan untuk mencari solusi, bukan juga untuk dinasehati. Sekedar bicara dan mengosongkan sedikit gelas, sebelum dituang dengan berbagai cairan lain.


***


Saya selalu percaya dengan awal yang baik. Segala sesuatu jika diawali dengan baik, maka dalam perjalanannya pun akan terasa lebih mudah ketimbang jika dari awal sudah buruk. Keyakinan itu saya pegang dalam segala bentuk hubungan, termasuk bikin kitchen set. Ketika kalimat dari designer yang menggambar design kitchen set terlalu menusuk, saya tidak lanjutkan dulu komunikasi itu, pun belum dibatalkan walau rasanya sudah ingin batal saja. Kenapa saya bilang begini? Karena pada titik tergelap seperti ini, orang cenderung terburu-buru ingin memulai sesuatu yang baru. Haus akan enerji baru seperti yang saya tuliskan di postingan sebelumnya, membuat orang mudah untuk menerima apapun tawaran yang datang. Maka melalui tulisan ini, saya ingin mengingatkan.. bahwa jangan terlalu cepat mengambil keputusan, terlebih ketika suasana hati sedang tidak seimbang. 


Cari awalan yang bagus untuk segala hal krusial dalam hidup. Termasuk menyeimbangkan diri secara mental dan emosional, sebelum menerima atau menolak segala bentuk ajakan. 


Memang tidak banyak orang kuat menjalani hidup sendirian, apalagi di era pandemi yang serba terbatas ini. Tapi bukankah Tuhan tidak pernah membebani seseorang melebihi dari kapasitasnya? I know it's hard to believe, when the burden is too heavy and you keep asking why to the air.. which of course the air won't reply, but He will. 


Ya.. yakin itu memang sulit, kalau mudah, tentu semua orang sudah jadi orang beriman.


***

Saya punya satu channel youtube favorit; Omar Hisham al Arabi namanya. Membacakan doa dan ayat-ayat suci dengan langgam yang begitu indah. Favorit saya tentu ayah-Shifaa. Tiga ayat yang diulang berkali-kali. klik di sini coba deh..


Saya juga tahu.. jika seseorang sedang dalam mood seperti ini, bukan lagi tempatnya untuk dinasehati bermacam-macam tentang Tuhan, keyakinan, iman, baca Quran, dll.. saya tahu. Tapi ya begitulah adanya. Jawaban dari segala pertanyaan di muka Bumi ini muaranya ada pada-Nya, dan pada diri kita sendiri, jauh di dalam sini. 


So all I can say is.. 

Whenever you need someone to listen to you.. I'm here. Okay. Stay alive!

***

Bogor, 9 April 2021


Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2