Skip to main content

Rediscovering My North Star

 


Being a purpose-driven woman without a spouse to make babies with, sucks. I keep asking myself, what am I gonna do now? 

It's like everything seems to be a dead end, except if I have children, and raise them, and my only purpose is to be a better mom for them each and every day. And by 'better' I mean spiritually, emotionally, and inteligently. I'm not that into cleaning the house and stuff --I'll do the cooking, though-- but cleaning, changing sheets and curtains..? I'll have an assistant for that.


But this isn't the only dumb thing I did tonight (or think). I watch New Girl show, with sheet mask on! I can feel the sheet mask crackin everytime I laugh, and I can't stop laughin!


I know I sound depressed lately. I write meaningless, shallow, posts way too much. (Speaking of too much, in five days, it'll be a year since that word has some extra meaning in my life which I'm not proud of. God I hate him).


But I'm not.. depressed.

I'm just.. losing my north star. 

I know I wanna raise these babies, the one and the other one. I just don't know how to keep doing it. 

I mean, I know, I'm not that clueless, okay. I'm not stupid.


Anyway.

If you've seen this post before I delete it, consider yourself lucky. I'm not usually this open especially since I open this blog. This is the only blog I'm proud of, because it will be the longest, the most consistent commitment I've ever had. My previous blog named hsuciandari dot com, I deleted right after I bought this one. That was a birthday gift from my ex which I didn't need. That blog only survived two years before the relationship ended. 


I've drawn a map of my current story (perfect, right, how each year is new different story, new different novel, and lots of complexity which will never see the light). Maybe this year is different. Maybe this year, this one baby will finally see the light? Just like what I said four years ago.. Maybe this one is truly different.


I just have to find my North Star again. A billion stars in the galaxy.. having one of them won't hurt the constellation, right? I'll find it. 

***

Bogor, Still January 6 2021

Who owns the Stars?


Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal