Skip to main content

02.17

 



I hope my kidneys will forgive me because I took two pills today. I don’t know whom I should thank: the PMS, or the guy from yesterday who deliver my order three hours late.


My problem with PMS is the symptom look very much alike with stomach acid. Or maybe, the reflux is generated from PMS due to hormonal imbalance. So I got headache, and I throw up a lot. It’s been thirty minutes now since I woke up and throw up for nothing except for the unpleasant noise.


if this is PMS, then it’ll be the longest PMS in history. My period won’t come until next week and I already had it since a couple days ago, which will make it ten or twelve days of PMS. Crazy, right? It should be between three to five days.


But if this is reflux karna telat makan kemarin yang nungguin cumi dijanjiin jam dua datang jam lima, maka ini jadi pembelajaran buat gw juga sebagai sesama pelaku usaha bidang makanan. Jangan pernah ngejanjiin mau anter makanan di jam yang gabisa ditepati. Efeknya fatal kalau dia sampe nungguin. Salah si gw juga kemarin itu.. mestinya makan aja. Tapi kan gw udh kebayang mau masak fresh seafood and everything jadi mau bayangin makan menu lain udah ga nafsu.


Setidaknya jadi bisa bangun dini hari lagi. Mengerjakan amalan sepertiga malam yg Insya Allah dikerjakan. Ini udh hampir sejam sejak kebangun, tapi cuma bikin oatmeal dan air madu hangat.


I think I need to remember these days as the first beginning to twenty twenty one (red: won). The struggle, the roller-coaster of emotions, I wanna remember this because I survive. I’m a survivor, baby!

***

Bogor, January 9 2021

Tadi pas buka instagram, tahu-tahu Basa nge tag di story, ngepromosiin my baby juice. Padahal Basa tu ga pernah komentar apa2 sejak ku launching.. :’)

Comments

Popular posts from this blog

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal

Archived

Show more