Skip to main content

Selamat Hari Ibu,... hehe

 I need a good cry, so I might as well remind my self that tomorrow is Mother's Day.

Di sini saya ingin kasih tahu bahwa tidak semua orang seberuntung itu untuk bisa punya ibu yang baik, yang penyayang, dan mau memberikan semuanya untuk kebahagiaan anaknya. Biar bagaimanapun Ibu adalah manusia biasa dengan watak keperempuanan yang kental. Tidak semua orang dididik dengan cara Retno Hening mendidik Kirana, walau sejatinya semua Ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dengan berbagai ekspresi.


Saya kenal seseorang yang sangat sukses, kaya raya, mapan luar biasa. Hidupnya bahagia, anak dan suaminya sejahtera. Tapi, yang saya dengar bisikan tentangnya, adalah betapa abai dia terhadap ibunya sendiri. Tentu itu mudah jadi bahan gunjingan, karena bagi meja gunjing, Ibu adalah orang yang paling harus dimuliakan dan anak yang tidak pernah menyambangi rumah ibunya kecuali setahun sekali padahal tiap minggu lalu lalang di sekitar rumah itu, sangatlah tidak patut. Padahal, kalau menurut saya.. kita tidak tahu apa yang terjadi dibalik pintu yang tertutup. Kita tidak tahu bagaimana dulu dia dididik oleh sang ibu, hingga menjadi se sukses sekarang. Bisa jadi kan bahan bakar semangat suksesnya adalah untuk membuktikan bahwa sang Ibu salah tentangnya?


Ya, kita tidak pernah tahu hubungan antara Ibu dan anak, sehingga kalau ada anak yang tidak akur dengan ibunya, tidak perlu lah buru-buru kita hakimi sebagai anak tidak tahu diuntung, dan ibunya adalah pihak yang menderita punya anak seperti itu. Kita tidak tahu.


***

Saya sendiri pun bukan tipikal yang bisa romantis dengan orang tua saya, termasuk Ibu. Walau tidak ada juga api di antara kita, namun saya tetap tidak bisa berkata pada Mama 'Selamat Hari Ibu, Ma'. It's gonna be really awkward. Ingatan masa kecil saya tentang mama adalah ingatan yang mati-matian ingin saya kubur, tapi selalu gagal.


Saya butuh ambil kelas Psikologi Anak sewaktu kuliah dulu, untuk menemukan bahwa ternyata karakter saya adalah karakter dari pola pengasuhan yang salah. Sejak saat itu saya belajar mati-matian bagaimana caranya agar kelak kalau punya anak, tidak mengulangi pola pengasuhan yang sama. 


Makanya Hari Ibu bagi saya sensitif sekali. Rasanya besok saya tidak akan menengok instagram, walaupun instagram saya isinya sudah nyaris hedgehog dan funko pop semua, tapi tetap saja pasti ada yang melintas-melintas.. foto-foto berpeluk mesra dengan ibu mereka, atau para suami yang memposting foto istri mereka, mendekap bayi dengan penuh cinta.


Tentu saja bukan karena saya iri, apalagi membanding-bandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Bukan itu. Saya sudah terlatih untuk punya ritme sendiri sejak wisuda di garda terdepan fakultas, jadi tidak pernah lagi saya bandingkan kecepatan saya dengan orang. Saya yakin akan ada waktunya nanti, pasti.


Hanya saja rasa sepinya jadi makin nyata kalau melihat gambar-gambar begitu berseliweran saat sedang berbaring di rumah kosong sendirian. Kemarin saja, waktu lagi di kafe, ada bayi tertidur yang digendong-gendong bergantian. Wajah pulas dan damainya itu sedikit banyak menarik minat saya, tapi tidak berani saya tatap lama-lama karena harus berkonsentrasi pada langkah apa yang harus saya buat selanjutnya, and baper won't do anything good.

***


Semua perempuan adalah Ibu. Saya kebayang dengan perasaan teman-teman yang sudah lama menikah tapi tak kunjung dikaruniai keturunan. Pasti hal ini lebih menyesakkan bagi mereka. Bertanya-tanya apa yang salah pada dirinya sehingga Allah belum percayakan status termulia itu, sampai harus menelan getir ketika ada teman seumuran yang sudah punya anak kedua, ketiga, dan seterusnya. 


Punya anak biologis atau tidak, bagi saya semua perempuan adalah Ibu. Ada teman saya yang juga masih single, dipercaya oleh orang tuanya yang jauh di kampung untuk mengurusi lima adiknya supaya bisa bersekolah di Bogor. Mereka mengontrak rumah, dan teman saya ini menjadi kepala keluarga di rumah mereka. Teman saya ini.. adalah Ibu. 


Tidak perlu mengecilkan orang lain hanya karena dia belum berkeluarga, dengan seenaknya menuduh dia tidak punya perasaan apalagi empati terhadap orang lain yang sudah berkeluarga dan repot mengurus bayi.  Karena dia tahu bagaimana repotnya jika sudah ketambahan anggota keluarga, dia tahu dan dia paham, karena itulah yang sangat dia inginkan. Dia bisa membayangkan rasanya, dia bisa menempatkan posisi di sana. Jadi tidak perlu tuduh dia tidak punya empati. Itu cara menyakiti yang terlalu berlebihan.


***

Tulisan ini saya dedikasikan untuk para perempuan yang masih menunggu. Menunggu diberi keturunan, menunggu ditemukan oleh pasangan hidup yang sudah tercipta bersamanya milyaran tahun yang lalu saat Adam diciptakan. Untuk para perempuan yang masih meneteskan air mata ketika melihat polah lucu bayi-bayi instagram, karena mendamba hal yang sama tapi tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya. 


Juga untuk mereka yang sudah berbeda dunia dengan sang Ibu. Yang mungkin kini tengah merindu, ada belai lembut yang menyapanya saat dia lelah menghadapi dunia. Saat dia lelah berpura-pura selalu sedia. Mungkin bagi mereka, Ibu adalah tempat paling sejuk, tempat paling aman untuk bersembunyi yang kini tidak bisa lagi ditemui di dunia. Tentu besok akan menjadi hari yang sangat menyengat, dan akan mereka gunakan waktu sepadat mungkin agar lupa untuk berperasaan. 


Selamat Hari Ibu,


***

Bogor, 21 Desember 2020

Takut ga sanggup nulisnya pas 22 Desember. Emosional sekali hari ini. 


Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2