Skip to main content

Koneksi Lemah

Apa yang kamu rasa, jika tiba-tiba seseorang yang kamu sayang mendadak berubah? Menjauh.. tidak mau berbicara lagi padamu, dan hilang ditelan kesibukannya?


Itu yang sedang saya takutkan terjadi saat ini dengan saya pada-Nya. Entah kenapa, tapi belakangan rasanya saya semakin jauh saja. Jangankan baca Quran, solat saja ditunda terus. Sedih rasanya mengingat betapa Bulan Juni lalu saya berlari mendekati-Nya, memohon, meminta, mengadu, menangis dan rasanya dekat sekali, lalu perlahan menjauh lagi. 


Sedih rasanya ketika tahu efek yang saya rasakan pada event pelatihan kali ini, tidak lagi se memohon itu pada-Nya melainkan rasa percaya diri yang kelewatan karena peserta sudah mencukupi sejak fase awal info ditayangkan. Saya takut Tuhan marah. Takut Dia menjauh, lalu saya dibiarkan benar-benar sendirian. Tapi makin ke sini makin susah untuk ibadah. Hari ini pun berniat puasa sunnah langsung batal pada empat jam pertama. 


Kenapa ya :(

Apakah itu sincere ketika kita berdoa begitu giat saat ada hal yang diinginkan. Bukan hanya solat wajib yang dikerjakan, tapi solat sunnah pun ditunaikan. Berjam-jam waktu dihabiskan di atas sajadah, untuk meminta satu hal dari-Nya. Lalu Dia kabulkan, dengan tunai, dan tepat sesuai yang kita pinta. Lalu kita menjauh. Perlahan menghilang.. sampai suatu masa kesulitan datang lagi, dan kita kembali lagi pada-Nya, memohon ampun, meminta, mengadu, menangis, dan berdoa.


What is sincerity anyway..

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal