Skip to main content

5 Years Cycle

 Umm...

Umm..

Alright.

Okay.

Now..

***


Yep. I have to do that because if you read this blog from the website, (I don't know why), the first lines are always missing. 

I always see my life year by year, each year I learned different lessons. I learn simple lessons in hard ways because I'm too stubborn to be taught softly. Life should teach me that hard, indeed.

Looking back five years ago, I was as clueless as I am now. I had a job, of course, that was enough to feed me while I'm working on my graduation. As to fill the time, to distract my terrified mind about the unknown reality I was about to face, I watched movies a lot. I watched an unhealthy amount of films a day, talk shows, interviews, you name it. Until one day, the door was opened. Somebody texted me, offered me a job, I said yes, I left my boyfriend old job, and walked into a brand new life. Which.. I still livin until now. 

(by the way, grammarly is so annoying).

My current life, my PRESENT life, is not much of a different. I watch an unhealthy amount of Tom Holland's lip sync battle, dig deeper into marvel's behind the scenes from its interviews, I watched roundtables of actors and actress talked about their work (that's the beauty of being an actor I guess.. everyone wants to hear about your work and how you do things. So if you're not an actor, stop talking about how hard you work, please).

Anyway.. it seems like, I'm doing a circle. That in every five years, I should really learn one big lesson and it's about the alteration of life. From single to having a boyfriend, from doing a shitty job (but had a boyfriend) to being single again but have an amazing job.

Maybe it's about gratitude. To be more present and open to any possibilities. 

Or maybe it's about work even harder and braver, and say yes to the world.

I still have no clue about what is the big theme to conclude the past five years, and as a headline to enter the next five years. All I know is, when life hits you hard, you don't fight it. You should take that punch, remember the shitty person you used to be, apologize to the universe, bettering your self, and live. Maybe you could take a break, doing nothing, not answering calls, not replying any texts, just go out to the groceries, buy your self an expensive broomstick. Maybe life is as simple as you change the color of your bedroom light, and be present. 

Looking back, life was always seem easy, but it wasn't. It never easy when we were there, and so today.


I hope whoever reading this page today, have the ability to spot every blessing around you. Because maybe, it won't happen twice. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert