Skip to main content

The Safa and Marwa to My Zamzam

Seperti berlari di tengah teriknya gurun pasir, dalam haus, letih, dan hanya bermodal harap menemukan air pada satu titik di antara Bukit Safa dan Marwa. Mengejar fatamorgana, dari Safa ke Marwa kembali ke Safa dan seterusnya. Padahal titik air tersebut, tidak berada di keduanya.

Mungkin itu juga analogi untuk yang sedang berada dalam pencarian apapun di dunia. Tentang karir, pendidikan, jodoh. Allah ingin kita terus berlari dengan penuh harap meski letih dan sepertinya tampak mustahil. Terus berlari, mencari, sampai nanti Dia sendiri yang akan memancarkan mata air tersebut. Mata air yang tidak pernah surut, dan yang akan menghidupkan sebuah negeri yang tandus menjadi negeri yang makmur. Di sana kelak lahirlah manusia paling mulia di muka bumi.

Karena Allah ingin kita belajar, bahwa hidup ini bukan cuma tentang keinginan yang kita pegang. Ada tujuan jangka panjang yang perlu disusun dan dirumuskan. Keinginan itu sifatnya hanya perantara, jika keinginan itu sudah tercapai, lalu apa? Selanjutnya ke mana? Allah tidak mau kita bingung nanti kalau sudah sampai di sana. Jadi siapin dulu, perihal nanti terwujud atau tidak, itu gimana pinter-pinter kita merayu Allah.

***
Bogor, 9 Agustus 2020
Tapi sebagai seorang mantan ENFJ yang berubah jadi ISFP, gw bener-bener jadi orang yang live in the moment dan kayak agak sulit gitu bikin goal-goalan. Tapi masih doyan nonton yg bikin goal.

Comments

Popular posts from this blog

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam