Skip to main content

The cost of having something you really want to, but you don't need.

 This lesson comes from the branded bags and shoes I bought a couple days ago. They were at a discount price, but still.. you know.. brand.. 

I was so happy when I saw them, happy when I made the payment, and happy to see the tracking progress as the first thing that I checked each day when I woke up. As they arrived.. I was so burst in excitement that I try so hard to calm my self. But then, I opened the wrap, the case, then the box.. and it suddenly appears, nothing as I expected. From that day on, I promise my self, to never again buy something branded online. It just didn't work that way. I don't get the same satisfaction as I had when buying them offline. I know it sounds old school, but believe me.. I online buy most of the things in this house including sugar, salt, and flip-flops.

So a thought hit me.. 

This is exactly what you get when you get something you don't need. Because when you need something, you know what you want, you know exactly how to use them, and when it arrives, no matter how pricey it is, you will be filled with joy and satisfaction as if there's a hole in your heart and it covered up perfectly. You will tolerate the flaws that may there because you need it. It's different when you just want it, even a tiny little scratch on the box upsets you. I bought a little shelf online, which I desperately need, and it came with a crooked on one of its sides but I did nothing, I still satisfied with what it is because it restored the peace on my desk, away from those skincare bottles. I even tell the seller gently, and not at all angry, and she said probably it was the courier so I let her think that way, no argue.

Maybe,

All the things that you're praying for,. marriage, baby, job, are not yours because you don't need it just yet. He knows better than we do about what we need and what we want. Sometimes we think we know ourselves better, but He is our master. He knows when the thing is right for us.

Maybe He still holds these up together because we just desperately want it.

Because when we need something, eventually they'll find a way to work it out for us, but when we want something, we have to work hard to get it. There are certain points when we have to work so hard on something, but there are also certain levels when we have to give it up all to The One. We just have to figure the boundaries. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert