Skip to main content

Untuk yang baru masuk dunia kerja, maybe I have some tips for you

No matter how happy you are, don’t treat your co-workers like a family. Because you never be a family you’re not even friends!

Keep your hands full of something you can change. Selain dari itu, lepaskan. Jangan ikut dalam pergulatan ngomongin atasan atau rekan yg ga ada solusi tapi justru menambah kebencian. Ingat, tempat kerja pertama most likely akan menentukan tempat-tempat kerja selanjutnya. Biasanya orangnya ya itu-itu saja.

Deliver your best. Gausah peduli dengan apresiasi, gausah peduli dulu dengan gaji. Pokoknya lakukan yg terbaik yang kamu bisa lakukan. Biar Allah yang tentukan kamu pantas untuk dapat reward yang seperti apa.

But don’t overwork! Always put your self on top of the list. Jangan sampai mengorbankan apapun.. I repeat: APAPUN.. untuk kerjaan yang tengah kamu selesaikan. Maksimalkan jam kerja, maksimalkan walau itu artinya kamu sama skali tidak punya waktu untuk tidur siang. Tapi selepas itu, bersenang-senang dengan waktumu. Allah tidak suka orang dzolim terhadap waktu yg sudah dipercayakan padanya. Kalau suatu waktu kamu merasa capek, jenuh dan malas, allow yourself to take a break. Tapi usahakan waktu yg terpakai untuk pause itu, diganti dengan waktu lain, atau memang tdk ada pekerjaan yang tertunda karenanya.

Jangan kerjakan semuanya sendiri kalau alasannya adalah kamu tidak percaya pada tim mu. Karna itu artinya, satu kamu sombong, dua kamu nyusahin orang lain. Kalau kamu kerjakan semuanya sendiri, semua beban numpuk di kamu. Kamu pun manusia pasti akan lelah. Dan saat kamu lelah, kerjaan yg numpuk itu tidak akan diselesaikan, dan malah menghambat pekerjaan orang lain yg pasti berhubungan dengan kerjaanmu.

***
Segitu dulu.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Camping, for some reason..

Camping is a pretty handful thing. You pack a bag filled with your life for a day or two, all these efforts, all these mess, just to sleep in a stranger's place, inconveniently, without any certainty if the weather will always be clear. Terus terang saya sebetulnya bukan tipe yang bersemangat kalau ada acara kantor yang melibatkan keluarga. Tapi kali ini justru berbeda, pertama kali ajakan camping ini datang, saya langsung iyakan tanpa berpikir terlalu panjang meskipun saya tahu ini melibatkan keluarga. Padahal saya sudah meninggalkan dunia per-camping-an sejak enam tahun lalu, sejak semua peralatan camping saya bagi-bagi ke orang terdekat.  Kami berangkat tanpa kendala yang signifikan, semua lancar, tenang, bahagia, bahkan saya bisa bilang 'I had one of the best sleeps during pandemic' di dalam tenda malam itu. Sebagai seorang single sejati, tentu saya bawa tenda single juga (minjem punya si Ale), which already filled with my bagage (literally). Rasanya familiar ketika mal