Skip to main content

Chemistry and Compatibility

If the sex has gone, and the road still long, what will remain in your relationship?

***
Dari sekian banyak teori dan definisi tentang prinsip dan kriteria suami ideal, ternyata tergambar dengan singkat padat dan jelas oleh Mark Manson: Chemistry and Compatibility.

The sparks.. the joy.. the love you think you had.. it's all chemistry. It will go, eventually. Time heals everything including love.

But with compatibility, you have this one thing with your spouse, that you hold on together, and it grows you both in a best possible way.

Tapi kata Mark Manson, untuk bisa tahu dia kompatibel atau tidak first you have to know who you are. Tahu dulu apa yang kita mau dan apakah dia punya apa yang kita mau itu. Seringnya orang jatuh cinta pada yang punya karakter berbeda, yang cerewet suka sama yang pendiam, dan merasa bahwa itulah arti saling melengkapi yang sesungguhnya. Padahal belum tentu.

Mungkin untuk saya, compatibility artinya bisa sama-sama berdiri sendiri di kaki masing-masing tanpa yang satu harus menopang yang lain. Awalnya saya pikir saya akan berhenti bekerja suatu hari nanti, dan mengabdikan diri sepenuhnya di rumah (which I wrote it here back in the days waktu capek banget kerja). Tapi sekarang saya berpikir, penting juga perempuan tetap bisa punya pekerjaan karena dengan begitu dia tidak terkungkung dalam satu rutinitas yang sama setiap harinya, juga dia punya goal lain dalam hidup dan itu 'terlihat'. Seperti gaji bulanan atau pendapatan dari hasil jualan.

Jadi pasangan yang kompatibel bagi saya, adalah dia yang juga punya caranya sendiri tanpa harus merasa terbayangi dengan nama saya. Bahkan saya minta sama Allah supaya dalam satu titik kita bisa saling silang manfaat, either saya yang kemudian mengambil bagian di karirnya, bukan untuk menopang tapi menjadi bagian dari tim support yang paling fundamental, dan sebaliknya.

Itu juga mungkin kunci sukses orang-orang yang sudah puluhan tahun menikah dan masih bahagia-bahagia saja berdua. Karena mereka bisa punya goal yang bisa dicapai bersama, dan mereka equal di sana.

***
Siapapun yang membaca ini, dan sedang memendam cinta dalam hati, semoga kalian bisa segera menemukan arti sebenarnya dari cinta yang tengah disembunyikan itu. Apakah itu hanya karena chemistry yang menggelegak, atau karena memang tujuan hidup kalian sudah sejalur.

Karena jika hanya mengandalkan chemistry, letupan itu akan hilang. Ada yang tiga bulan, tiga tahun, apalagi kalau sudah dua puluh tahun. Sedangkan jalan kalian masih panjang dan makin berat dengan beban tanggung jawab yang semakin besar, tekanan hidup yang juga semakin besar, dan tenaga yang semakin menipis.

Pertimbangkan lagi jika mau menyeret nama seseorang di dalam doa.
Siapa tahu.. bukan dia.

***
Kasur, di bagian tengah. Habis ini mau masak udang goreng sambil nonton Shrek.


Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …