Skip to main content

Because You Like This..

I notice that some of my posts with the word 'You' on the title, get more attention than others..
As if to say, the people that are coming to my blog, actually care about my 'You' or my love-life, and maybe they try to find some answer on my version of 'You'. Well, I'll tell you what.. there's none!

I'm not gonna be one of those bastards who kept their girlfriend/boyfriend secret while flirting with somebody else. Kalau memang ada pasti saya akan tunjukkan, walaupun cerita di dalamnya tidak akan dibeberkan. Karena saya tahu bedanya menjaga privasi dalam hubungan dan merahasiakan pasangan.

Semoga orang-orang yang mencoba menggoda orang lain padahal sudah punya pacar tapi pura-pura single suatu hari kena balasannya.. punya bisul di ketek gitu.

***
Belakangan memang kegalauan tentang ingin punya pasangan datang lebih sering dari biasanya. Biasanya juga kalau galau begitu gampang saya siasati dengan memperbanyak kerja atau senang-senang. Tapi kali ini kayak sudah gak mempan gitu, makanya saya harus order pizza jam sepuluh malam demi bisa mengerjakan side job.

Sudah tahu side job itu dialokasikan waktunya tiga jam sehari. Mestinya saya mulai jam tujuh tapi tadi malah nonton dulu, haha hihi dulu, dan baru mulai jam sembilan. Kirain kali ini akan lebih ringan jadi akan lebih cepat, ternyata sama saja dan bahkan benar-benar tiga jam dari jam 21.08 sampai 00.08 straight!

Saya memang sudah tidak susah tidur lagi, sebelum ada side job ini hidup sudah sangat teratur, tidur jam sepuluh, no insomnia-insomnia club. Lumayan praktek meditasi dan mindful living yang diajarkan Raline Shah the Queen agak manjur (tapi sebelum itu juga sudah praktek sendiri sih). Btw ada yang bilang Raline Shah adalah Anne Hathaway dengan kearifan lokal, whaat.. setuju sih. Haha. Except that Anne is married and have kids. Semoga Queen Raline juga bertemu ceritanya di tahun ini, bareng gitu ya sama aku ya (aminin dong plis).

Btw terima kasih ya yang sudah selalu mampir, membaca apapun yang ada di sini walau seringnya tak bermanfaat. Kan memang manfaat itu tidak bisa diniatkan ya, bisa saja saya tulis sesuatu yang saya pikir bermanfaat tapi ternyata kalian skip karena kalian memang maunya yang biasa-biasa begini. Ini saya kasih bonus foto dari jalan-jalan kemarin. Warna ombak dan laut dan buih dan pasir dan bulan masih jadi penenang saya setiap malam. Bikin senyum kalau otak lagi berontak, atau kalau lagi malas luar biasa. Hari-hari begini kenapa ya semakin malas? Kayak mau ngangkat jemuran aja susah bener, apalagi nyetrika.

Masa tadi pagi saya membangkitkan diri dengan cara belanja dulu di tokopedia, checkout dengan item gak jelas seperti filter keran air, loyang panggang pie, sama beberapa alat harga seribuan macam isi ulang glue-gun. Loyang panggang pie? Iya sih niatnya pingin bikin pie Sabtu besok, tadi pagi semangat karena yang biasa jualan pie tadi pagi bilangnya stok nya habis, makanya semangat tuk bikin sendiri. Ternyata sorenya dia bilang stok buat besok bakal ada dan bakal disisihin kalau saya mau, langsung pesen sepuluh biji.. trus semangat bikin pie nya langsung kendor deh. Haha. Haha. Ha. Ha.

Oiya ini fotonya ya,
Selamat istirahat.
Meja Kamar, 8 Juli 2020 00.26

eh salah

help me (seriously).


Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …