Skip to main content

when you..

When you revisit old movies or songs, you’ll see deeper meaning to any of the lyrics or conversations. Suddenly even a little move have meaning.

I just realised that Begin Again was about a woman who fight for her partner’s career, lift him up, support him, and criticize him in a much supportive way, to ends up with nothing. Oh yea I get that part actually.. what I just understand is.. how struggling it is to buy coffees for the partner when she has everything to be part of his world other than just coffee buyer. Ups sorry again.. she wasn’t just a coffee buyer if you know what I mean.. but she did it once on the first scene.

Well. Now if you’re single and you have every money you need in your pocket, but you fall in love with someone who just can’t figure his self out and you started thinking that you wil support him, lift him up, you’ll help him with all pages to read, you’ll negotiate the contract for him and be his forever support... girl you might wanna think about that more than two thousand times. Because life is full of ups and downs., when you love him in his down time, are you sure you’re gonna love him in his ‘up’ time?
And by ‘up’ I mean his career not other.

People change, you know.
They may be this sad and helpless and you come to their life as a guarian angel, a savior, and whatever they call you.. because you’re able to handle him with all these distress. But what about later? When fame gets in the way, or spotlights or money? Those certainly are the best lure to women, eh?

My poit is, my dear..
If you deserve a diamond ring, dont chase a paper one. But if paper ring is all you got effortlessly, then be grateful for one. Just never.. I repeat.. NEVER.. chase for a paper ring when you deserve a shiny shimmering diamond.

Do things for yourself.
Take that paper ring because you love paper rings. Dont take it because its all he got and you want him to love you and you want to appreciate his gesture. No!

Put your happiness first. Afterall that’s what really matter. You!

***
Bogor, after Begin Again the third.
No kidding, its not the third movie. Its the third time I re-run the movie. Silly.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu.



Sebetulnya pilihan saya itu bukan pilihan yang tepat, karena orang lokal akan lebih memilih untuk naik kapal Ferry Funka yang berangkat malam dari Kupang dan tiba di Pulau Sabu pagi. Karena kapal kecil yang akan mengantar dari Pulau Sabu ke Pulau Raijua adanya pukul sepuluh pagi. Kala…

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. (Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat.

Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya.

"Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... (Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner')" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya.

***

Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk Djangko k…

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

Pertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'.

Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya seperti …