Skip to main content

Make a New Start

Seperti awak kapal yang berlayar berminggu-minggu, berteriak lantang saat menemukan daratan. Seperti itu juga perasaan kita setelah menemukan apa yang selama ini kita tunggu.

***

All we have to do is believe. 

***

Saya lagi demam Narnia. Kalimat pertama di atas, saya tulis setelah menit ke 15 film Narnia ke-tiga saya tonton. Mereka berlayar, lalu bertemu daratan. Caspian yang tampan dengan sigap mengambil posisi, bersiap berlabuh. Oh tuan.. begitu bahagianya saya dua hari ini, terhanyut bertualang kembali di negeri yang menjadi angan semasa kecil remaja.

***

Bukankah setiap orang menginginkan sebuah awal yang baru? Saat hidup tidak lagi sama, tidak lagi semenyenangkan pada mulanya. Saat beban bertambah berat, dan orang tidak seperti yang dulu di kenal. Pikiran untuk pergi ke kota atau negeri yang baru, memulai hidup dari awal, berkenalan dan beradaptasi, menjadi pikiran penghibur yang bisa sedikit memenuhi rongga kosong di dalam hati.

Tapi tentu kita tidak bisa semudah apa yang dipertontonkan dalam film. Masuk ke lemari kemudian menjadi raja dan ratu, atau berlari menembus peron lalu menjadi penyihir paling hebat.. we're an adult now afterall. Life is life, yang selalu ada kurangnya. Pasti ada kurangnya.

Dulu belum punya rumah, sekarang punya, tapi jadi ingin punya pasangan. Dulu belum punya pasangan, sekarang punya, tapi ingin punya anak. Dulu ingin punya anak, sekarang punya, tapi ingin punya..... (I should stop here. Saya tidak tahu apalagi yang orang inginkan setelah mereka punya anak selain punya anak uang yang banyak untuk menghidupi anaknya).

Akan selalu ada rongga kosong di dalam hati kita. Akan selalu ada celah yang membuat kita menginginkan hal yang sekarang tidak ada. Dan itu berlangsung selamanya, selama kita masih ada di sini.

Maka dengan begitu, sangat bijak dan bahagia jika kita memutuskan untuk menikmati saja apa yang ada. Jalanin. Salah satu cara saya adalah dengan melempar pengantin mandi (throw a bridal shower) untuk sister se meja makan siang di asrama dulu, karena dia akan menikah sebentar lagi. Pernikahan yang sudah ditunggunya sejak lama. Pernikahan yang.. kata semua orang, kalau dia menikah itu adalah gong keras untuk semua anak cewek di angkatan kami.. Haha.

Saya punya deadline pekerjaan yang dimajukan. Yang bikin kepala rasanya mau pecah, tapi saya malah nonton ulang tiga seri film Narnia dari awal sampai akhir bahkan tiap film ditonton sampai selesai kredit.

When you're stuck, all you have to do is to believe. There must be light at the end of this tunnel.

***
Narnia, June 20 2020
I started this year with a magical journey, diselingin dengan memfasilitasi Annual Meeting yang berhasil, kemudian training yang juga sukses.. sampai sempat berpikir 2020 ini dimulai dengan bahagia ya.. 

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Definisi orang baik, dari alm Sri Wahyuningsih Djangko

"Mims, ngana kita mo tarek jadi informasi wa.. ( Mim, kamu aku rekrut jadi bagian informasi ya)" ujarnya suatu hari. Kalimat tersebut menjadi awal dari pengalaman kelas sebelas ku yang penuh dengan kesibukan non-akademis. Berorganisasi di OP (Organisasi Pelajar, atau OSIS) sambil berjibaku dengan lomba-lomba debat bersama klub debat. Entah apa yang membuatnya menarikku sebagai anggotanya di Sekbid Informasi, tapi yang jelas ku bersyukur sekali bisa dipilih sebagai partnernya. "Yuk, torang baku pangge apa e? Dorang bahasa so baku pangge 'aner' ... ( Yuk, nama panggilan kita apa nih, anak sekbid bahasa sudah punya panggilan sendiri yaitu 'aner' )" kataku di hari yang lain jauh setelah pelantikan. Dari situ tercetus lah nama Parti alias Partner-Informasi. Aku panggil dia dengan Parti, dia panggil ku pun dengan Parti. Panggilan itu bertahan hingga dua belas tahun kemudian, sampai akhir hayatnya. *** Namanya Yayuk, orang kenalnya dengan nama Yayuk

Pagar Batu dan Rumah Orang Raijua

P ertama kali menjejakkan kaki di Raijua, saya diajak oleh Pak Jesri (Kepala Desa Bellu) untuk ikut mengantar semen naik truk kecamatan ke sisi lain Raijua. Mereka sedang dalam program pembangunan jalan yang didanai oleh pemerintah. Kata Basa (kawan yang setahun tinggal di Raijua untuk Indonesia Mengajar), jalan itu nantinya akan menghubungkan area penghasil rumput laut untuk memudahkan pengangkutan. Kalau di Raijua, mereka menyebut rumput laut sebagai 'agar'. Saat berkeliling dengan truk itulah saya bisa melihat langsung separuh Raijua, yang didominasi perbukitan dan bebatuan. Saya jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap pagar-pagar batu yang ditumpuk rapi dan mengelilingi tanah-tanah masyarakat yang luas. Ada juga bukit-bukit yang ditengahnya terdapat pagar batu membuat garis lurus memanjang, seolah membagi bukit tersebut menjadi dua bagian. Jika ada terasering di bukit yang curam, maka setiap undakannya pasti disangga dengan batu-batu yang ditumpuk rapi. Rasanya sepert