Skip to main content

Hi.. You

She came back!
To me, she was just walked passed through me. With an exquisite smile and light on her face.
Kata Cika, mungkin karena ini sudah mau hari ke-40, jadi dia sudah akan benar-benar pergi.
Tapi seingat saya dari ceramah-ceramah tentang kematian yang pernah saya dengar, bahwa orang yang sudah meninggal tidak akan pernah kembali ke alam manusia.. so maybe what I saw wasn't her, tapi saya pernah juga dengar dari sebuah ceramah, bahwa kalau orang baik itu punya privillege untuk berpamitan untuk terakhir kalinya. Karena mereka se-tenang itu dalam menghadapi pertanggung jawaban, makanya sempat untuk bersapa. Yang gak sempat itu kalau yang terlalu sibuk dengan siksa kuburnya.. Wallahu'alam..

But I did see her. Dia berjalan anggun melewati saya, pakai jilbab hitam, wajah putih bersih, dan senyum dikulum khas senyumnya. Saya tahu.. ini lebih berat lagi bagi teman-teman saya yang sangat dekat dengannya. Beda dengan saya yang sulit berinteraksi terlebih jika tidak berada dalam pulau yang sama. Saya saja segini berat.. apalagi mereka.

Makanya saya tidak suka dengan orang yang suka membercandai kalimat 'rindu itu berat' tanpa benar-benar tahu rasanya rindu. Saya serius tentang rindu. Saya sering sakit fisik jika menahan rindu. Sejak kecil selalu begitu. Kini.. teman-teman saya harus menanggung rindu, pada sosok yang menyejukkan, yang seolah tidak punya masalah dan beban hidup sehingga mampu ikut menanggung masalah dan beban hidup teman-temannya. Menanggung rindu pada orang yang tidak akan pernah lagi ditemui di dunia ini. Selamanya.

'Selamanya' adalah sebuah kata yang sangat kuat. Dua orang menikah, berharap ingin hidup bahagia berdua selamanya, tanpa tahu bahwa tahun ke-lima perjalanan sudah terasa sangat berat. Berpisah di dunia, bukan berarti berpisah selamanya, ada tahun-tahun yang harus dilampaui untuk kemudian bersatu lagi, dan itu adalah bagian dari 'selamanya' yang mereka damba saat akad. It's really complicated how human being was designated for this life. Berkubang dalam emosi dan perasaan juga tidak baik. Tapi bagaimana mau melanjutkan hidup jika kubangan ini seperti lumpur yang menyedot pikiran dan tenaga, semakin memberontak semakin kuat dia menarik ke dalam.

Parti, we miss you. We really do. Ada yang melarikan diri dengan sekuat tenaga, mempertunjukkan bahagianya di depan semua orang, but I know deep down.. she misses you.
But you are a one real good soul. You deserve to get an early rest, dan cepat juga memetik hadiah-hadiah dari kebaikan yang sudah kamu panen selama ini.

We love you, Parti..
Akan selalu ada kamu, di setiap Jumat pagi kami.

***
Bogor, 12 Juni 2020
I am really alone and on top of that.. now I think my employer hates me. Because I refused to be his obedient girl forever. Once you stand for yourself, you'll be amazed at how replaceable you are.

Comments

Popular posts from this blog

Travel Through Time to Raijua

Menuju Raijua.. bahkan perjalanannya adalah petualangan tersendiri. Kamu harus terbang ke Kota Kupang (atau Waingapu), tapi saya memilih Kupang, lalu berlayar dengan kapal cepat selama 5-7 jam untuk menuju Pulau Sabu. Sebenarnya ada beberapa pilihan untuk ke Pulau Sabu dari Kupang, yaitu dengan naik pesawat Susi Air selama kurang lebih 55 menit dengan harga sekitar 1,3 juta, atau naik kapal Ferry lambat dengan waktu tempuh selama 12-13 jam seharga Rp 80 - 120rb per orang, atau naik kapal Ferry cepat yang berangkatnya malam dan sampai di Pulau Sabu pagi (jadi kurang lebih 8 jam juga). Kapal cepat harganya berkisar di 200rb-an, saya sendiri memilih naik kapal Cantika Express kelas VIP seharga Rp 262 ribu. Di dalam kelas VIP Kapal Express Cantika, tapi jendelanya terlalu tinggi untuk bisa duduk lihat laut Tenang, ada jaket keselamatan. Tadinya saya mau bawa sendiri karena takut menyeberang selama tujuh jam. Tapi rupanya yang harus lebih dikhawatirkan itu menyeberang dua jam

Back to my nir-faedah kinda post.

I was on page 184 when a good friend of mine texted and she suddenly poured her mental state. I was frozen for a moment before picking up my self and texted her back with some rational-encouraging words that I wish could help. This is a tough time for us, especially her, with all burden on her shoulder and the recent loss that we've experienced. It's not easy and never getting any easier, so we just have to face it now, embrace the fact that she's gone and feel the stings for a couple years. I finished two books today, one that I read from weeks ago, and one that I just read and not really have much information that I need. When I decided to go on the third book, only when I was halfway distractions started to come. Alright, I put my book aside and try to attend to the only thing I should attend: life. It's been a week since I shut myself in the house. Not going outside, let alone spoke to another human being. I feel weird doing that especially when I used to talk

About being a strong woman.,

My product(s) are a means to show people that we could and should be happy in wherever we are, in whatever the circumstances. As a single person battling with all the worryness of who am I gonna end up with while dealing with work and life, I must admit that I am strong enough to do it all alone. Including being obedient to difficult father and grandfather. I am strong. But at the end of the day, when I got home after a very long Sunday and clean my self with cold water.. I still wish that I have somebody in this house... to open the hair serum for me. :( Kenceng banget 15 menit nyoba buka tutupnya gabisa2